Laporkan Masalah

Kajian proses perencanaan partisipatif dalam penyusunan RKPD 2006 Kota Salatiga

WIHARTANTI, Sri, Dr. Muhadjir Darwin

2006 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Paradigma perencanaan pembangunan daerah selama ini berjalan lebih bertumpu kepada perencanaan pembangunan yang bersifat top down planning. Seiring dengan lahirnya UU No. 34 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah membawa konsekwensi perubahan yang mendasar dalam pemerintahan daerah yaitu dari model sentralisasi menjadi desentralisasi. Dengan berlakunya UU ini Kota Salatiga lebih berpeluang untuk mengembangkan proses perencanaan dengan menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat Kota Salatiga dalam proses penyusunan RKPD 2006, yang ditinjau dari tiga aspek yaitu voice, akses dan kontrol masyarakat dalam kegiatan musrenbangkel, musrenbang kecamatan dan musrenbang kota. Disamping itu penelitian ini juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat kota Salatiga dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini lebih menekan kepada penggunaan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Pendekatan kualitatif digunakan untuk melengkapi hasil analisa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan cara probability sampling dengan teknik cluster sampling. Dari hasil analisis ditemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan musrenbangkel termasuk sedang. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan musrenbang kecamatan dan musrenbang kota masih rendah. Dikaitkan dengan teori Arnstein tentang tipologi tangga partisipasi masyarakat, partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyusunan RKPD Tahun 2006 berada pada tingkatan keempat yaitu konsultasi artinya terjadi komunikasi dengan masyarakat tetapi sarannya tidak selalu dipakai.. Pemerintah mendengar pendapat masyarakat tetapi tidak menjamin pandangan mereka dipertimbangkan. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini karena belum adanya aturan daerah yang mengatur tentang perencanaan partisipatif dan terbatasnya penyebaran informasi ke masyarakat. Selain itu juga dipengaruhi oleh kemampuan berkomunikasi dan bersikap masyarakat yang rendah. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyusunan RKPD mendatang, disarankan pemerintah kota Salatiga untuk lebih intensif melakukan sosialisasi, membentuk sistem komunikasi dua arah dengan memanfaatkan situs resmi dan mengatur proporsi ruang peruntukan dalam RKPD serta menuangkan kebijakan tersebut dalam bentuk peraturan daerah.

The paradigm of development plan in district area is running along with development plan where as lean on top down planning development. Together with the bird of constitutions number 34 in 2004 which is concerned about the district government that brought some consequence of principal’s change from centralized models turn into desentralized models. Mean while along with this constitution, the city of Salatiga is having a great chance to develop planning process by using approachment of society’s participate when we have to organize work plan of district government. The aim of this research is discovering the grade of societies participate in Salatiga’s city in order of organizing process of RKPD in 2006, which could be look into three aspect as below voice, the access and the control of the society in musrenbangkel’s activities, musrenbang which held in village and city. Beside that, the purpose of this research is having known about what’s the factors that affect all the societies participation in that activities. The point of this research is emphasizing of quantitative methods by survey’s approach. Qualitative approachment is used to complete the analysis result. Questioner, interview and also documentations are the way of gathering the data and information. The probability of sampling is used to determine the sample with cluster sampling’ technical. Based on analysis result we can conclude that participate of the society in musrenbangkel’ s activity is in intermediate grade. The societies involvement in musrenbang activiety neither village nor city is still low. Related with Arnstein’s teory of ladders’s typology of societies participate, the society participation in formation of RKPD’s activity in the year of 2006 is the fourth grade that is consultation. It means that there’s communication with society but his suggestion don”t always be weared.. The government known about societies opinion even though this isn’t guarantee that opinion will be considered by government. How ever. The low grade of societies participation in this activity is caused by the district which is arrange about participation planning isn’t valid and limited on spreading information to society. Beside that it’s affected of how they communicate and low attitude. In order to increasing society’s participate in the next formation RKPD’s activity, we suggested the government of Salatiga’s city to more intensive socialization, forming communications system two direction by exploiting formal web site and arrange proportion of allotment space in RKPD and also pour policy of mentioned in forming by law.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Penyusunan RKPD, Salatiga, Rencana Kerja Pemerintah Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.