Determinan nonstatutori dalam implementasi kebijakan pajak reklame di Kota Solok
DHARMAWAN, Heppy, Dr. Muhadjir Darwin
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikPemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk melaksanakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Pemerintah kabupaten/kota diberikan kesempatan untuk menggali dan memanfaatkan potensi daerah secara maksimal dalam rangka meningkatkan penerimaan asli daerah. Salah satu cara peningkatan penerimaan asli daerah adalah dengan meningkatkan kinerja implementasi pajak daerah, salah satunya pajak reklame. Di Kota Solok, upaya peningkatan penerimaan pajak daerah dari pajak reklame – yang didasarkan pada Perda Kota Solok Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pajak Reklame – ternyata masih mengalami beberapa permasalahan. Untuk itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja implementasi kebijakan pajak reklame di Kota Solok. Kinerja implementasi kebijakan tersebut diukur dengan melihat apakah keluaran kebijakannya mampu memenuhi tujuan kebijakan yang telah ditetapkan. Apabila keluaran kebijakan dapat memenuhi tujuan kebijakan, maka kinerja kebijakan dapat dikatakan berhasil. Kinerja implementasi kebijakan pajak reklame juga diukur dari tingkat efektifitas dan efisiensi pemungutannya. Apabila pemungutan berada pada tingkat efektif dan efisien dan tidak terjadi penurunan tingkat tersebut setiap tahunnya, maka kinerja implementasi dapat dikatakan berhasil. Kemudian, kinerja implementasi kebijakan tersebut dijelaskan dengan beberapa determinan nonstatutori (faktor-faktor di luar kebijakan) yang mempengaruhinya, yaitu sikap kelompok sasaran, sumber daya kelompok sasaran, komitmen pejabat pelaksana dan kualitas kepemimpinan pejabat pelaksana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitan ini adalah bahwa kinerja implementasi kebijakan pajak reklame di Kota Solok masih belum maksimal. Belum maksimalnya kinerja implementasi kebijakan tersebut diukur dari ketidak mampuan keluaran kebijakan dalam memenuhi dampak kebijakan yang diinginkan. Tambahan lagi, kebijakan pemungutan pajak reklame belum mampu mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi yang maksimal. Belum maksimalnya kinerja implementasi kebijakan pajak reklame di Kota Solok dipengaruhi oleh beberapa determinan nonstatutori, yaitu: sikap kelompok sasaran yang kurang searah dengan implementor kebijakan, sumber daya kelompok sasaran yang tidak digunakan untuk meningkatkan kinerja implementasi kebijakan, dan komitmen dan kualitas kepemimpinan pejabat pelaksana yang masih rendah. Beberapa saran yang diberikan kepada implementor kebijakan adalah: meningkatkan kinerja masing-masing keluaran kebijakan pajak reklame, meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemungutan pajak reklame, membangun kemitraan dengan wajib pajak reklame pada koridor yang tepat, dan meningkatkan komitmen dan kualitas kepemimpinan pejabat pelaksana kebijakan.
Implementation of local autonomy serves opportunity and challenge to all of local government in Indonesia to execute development processes that fulfill local needs. Local government is allowed to look for and exploit local potency in order to improve local revenue. One way of increasing local revenue is by improving policy performance of local tax, including advertisement tax. In Solok Municipality, efforts of increasing local tax revenue from advertisement tax – based on Perda Kota Solok Nomor 8 Tahun 2001 about Pajak Reklame – are still facing some problems. For that reason, this research is aimed at explaining the policy performance of advertisement tax in Solok Municipality. The advertisement tax policy performance is measured by analyzing whether the policy outputs are able to fulfill the determined policy goals. If policy outputs are able to fulfill policy goals, it can be stated that the policy performance is good. It also measured by counting its effectiveness and efficiency. If advertisement tax can be collected at effective and efficient level, it can be summed that the policy performance is good. The policy performance, then, explained by some nonstatutory determinants that influences it, that are: attitude of constituency groups, resources of constituency groups, commitment of implementing officials and leadership skill of implementing officials. Research method that is used is qualitative research method. Meanwhile, interview, observation and documentation come to be the technique of collecting data. Conclusion of the research is that the policy performance of advertisement tax in Solok Municipality is still in minimum degree. It can be known from the fact that the policy outputs are not able to fulfill the policy effects. Moreover, this policy is still not able to reach high degree of effectiveness and efficiency. Some nonstatutory determinants that influences this condition is: attitude of constituency groups which is not at the same way to the implementing officials, resources of constituency groups that is not used to improve policy performance, and commitment and leadership skill of implementing officials which is still in minimum degree. Some suggestions given to the implementing officials are: improving the performance of each advertisement tax policy outputs, improving effectiveness and efficiency of advertisement tax policy, constructing partnership with the tax payer in the right way, and improving commitment and leadership skill of implementing officials.
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan Pajak Reklame,Solok