Laporkan Masalah

Efektivitas program bantuan Rumah Tinggal Sementara (RTS) dalam ragka penanganan pengungsi di Poso :: Studi Desa Sintuwu Lemba dan Kelurahan Lombugia pasca deklarasi Malino

MARMIN, Prof.Dr. Nasikun

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Program bantuan Rumah Tinggal Sementara (RTS) / Bahan Baku Rumah (BBR) merupakan bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka penanganan pengungsi korban konflik / kerusuhan sosial di Poso. (Studi : Desa Sintuwu Lemba dan Kelurahan Lombugia Kabupaten Poso). Program bantuan tersebut merupakan stimulan untuk masyarakat pengungsi dengan harapan dapat kembali ke Desanya dalam waktu tidak terlalu lama masyarakat dapat melaksanakan kegiatan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan seperti sebelum kerusuhan. Pada penelitian tersebut permasalahan yang ingin diketahui lebih lanjut adalah apakah program bantuan Rumah Tinggal Sementara (RTS/BRR) sudah dilakukan dengan efektiv serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektivitas program bantuan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan program bantuan RTS/BBR , serta ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program bantuan RTS/BBR untuk masyarakat Desa Sintuwu Lemba dan Lombugia. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik pengambilan data ; (1) metode pengumpulan data sekunder berupa dokumen-dokumen program penanganan bantuan RTS/BBR untuk pengungsi konflik Poso, (2). Metode pengumpulan data primer melalui wawancara untuk mengumpulkan data-data tentang efektivitas program (produktifitas, adaptasi, kepuasan) dan data faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program; kepemimpinan, koordinasi, sikap dan prilaku. (3). Metode observasi lapangan untuk mengumpulkan data-data tentang profil Desa penelitian. Logika kerangka fikir Efektivitas program dianalisis dengan menggunakan variabel efektivitas (produktivitas, adaptasi, kepuasan) yang dipengaruhi oleh faktorfaktor kepemimpinan, koordinasi, sikap dan prilaku sehingga pada akhirnya program RTS dalam rangka penanganan pengungsi Poso akan efektiv apabila kepemimpinan yang memberikan pengarahan, kepercayaan dan kemudahan kerja kepada staf, pelaksanaan koordinasi yaitu tidak adanya tumpang tindih pekerjaan, kesatuan tindakan, dan tidak adanya kekembaran pengerjaan tugas, serta sikap dan prilaku yaitu persepsi masyarakat terhadap program, persepsi pelaksana dan persepsi LSM tentang program berjalan sesuai konsep yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program bantuan RTS / BBR di Desa Sintuwu lemba terealisasi 20 unit, Lombugia sebanyak 75 unit tahun 2001 dan 84 unit Sintuwu Lemba dan 210 unit di Lombugia tahun 2003 yang terbangun / terdistribusi tersebut tidak efektiv, terlihat dari target yang di bangun/distribusi secara administrasi tercapai 100 % tetapi yang terjadi dilapangan terjadi bias, seperti ; kualitas kayu dan target waktu tidak sesuai dengan standar, bantuan tersebut selanjutnya sebagian besar terbakar dan yang lain dibangun di tempat pengungsian karena situasi belum aman. Untuk program tahun 2005 secara umum dapat dikatakan efektiv , hal tersebut terlihat dari 70 KK program bantuan di Desa Sintuwu Lemba sudah kembali dan melaksanakan kegiatan sosial ekonomi mereka. Untuk di Lombugia tahu 2005 belum ada bantuan, dan mengharapkan adanya bantuan Perumnas melalui BTN bagi yang pegawai negeri. Pemerintah harus mempunyai target waktu penyelesaian masalah program bantuan RTS/BBR bagi masyarakat Desa Sintuwu lemba, Lombugia dan pengungsi lainnya serta memberikan ketegasan/kejelasan status bagi masyarakat yang tidak mau lagi kembali ke desanya masing-masing.

The Interim Housing Aid Program (Bantuan Rumah Tinggal Sementara: RTS) is a government program given to communities in response to the victims of social violence took placed in Poso (the study placed in Desa Sintuwu Lemba and Kelurahan Lombugia Kabupaten Poso). The program designed to stimule thus communities to get back to their own villages and doing socio-economy activities as usual (as it was). Furthermore, the study aimed to identify/ensure whether thus Aid Program has been operated effectively, as well as the determinant factor of thus program effectiveness. Moreover, descriptive-qualitative methods were used as tools of this study. The data derived from considerably three data acquisition technique; 1) secondary methods including thus program documents, 2) primary acquisition method through in-depth interview about program effectiveness (productivity, adaptation, satisfaction) and its determinant factors; leadership, coordination, behavior and attitude, 3) field observation to gather the village (study object) profiles. Framework logic of program effectiveness analyzed using effectiveness variable (productivity, adaptation, satisfaction) and determinant factors (leadership, coordination, behavior and attitude). So eventually, it can be suggested that the program will run effectively only when the variables such as leadership (guidance, trust, simplicity), coordination (solid/integrated action, no ambiguous tasking), and behavior & attitudes, that is perception of community, implementer, and Communities Support Organization to the program), were works consistent with the actual conception. The results show that effectiveness of Interim Housing Aid Program represented as: in 2001, 20 units realized in Sintuwu Lemba, 75 units for Lombugia, while in 2003 counts as 84 and 210, respectively. This considered as ineffective based on inconsistence between the target (100%) and the current ongoing programs. It proved by the occurrence of several biases such: woods quality and time-target inconsistent with determined standard, as most of thus materials then were burned and the rest is built on refuge area in reason of safety. However, currently (2005) thus program considered effective based on the fact that a counts of 70 households in Sintuwu Lemba has come back and makes their usual socio-economy activities. Whereas in Lombugia, there is no delivered aid yet, that they definitely expect delivery of National Housing Authority aid through a bank (such as BTN for governments’ employees). Accordingly, the governments have to make some deadline completion of thus RTS program for communities of Sintuwu Lemba, Lombugia, as well as another refugee and put a resolution for them that not come back to their origin village.

Kata Kunci : Program Bantuan Rumah Tinggal Sementara,Pengungsi Poso


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.