Implementasi Program Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM) melalui penggemukan sapi potong di Kabupaten Lampung Utara :: Studi kasus Program Tahap I dan Tahap II
IRAWAN, Domela, Prof.Dr. Nasikun
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikKemiskinan dan ketidakmerataan merupakan permasalahan yang dihadapi setiap negara, khususnya negara berkembang seperti Indonesia dan perlu ditangani secara serius. Program Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM) Melalui Penggemukan Sapi Potong merupakan salah satu program terbaru yang merupakan terobosan dari Departemen Sosial dalam upaya pengentasan kemiskinan. Program tersebut lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Terealisasinya program tersebut atas kerjasama yang sinergis antara Departemen Sosial, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Pengusaha Nasional, Perbankan dan masyarakat itu sendiri. Dalam Implementasi Program Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM) Melalui Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Lampung Utara, yang menjadi kajian penelitian, antara lain : (1) Apakah proses implementasi program tersebut pada tahap I dan II telah sesuai dengan ketentuan ?; (2) Apakah dampak yang ditimbulkan dari implementasi program tersebut terhadap kelompok sasaran ?; (3) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Implementasi program tersebut ? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan menganalisis hasil wawancara, hasil observasi dan menelaah dokumen yang relevan dalam program tersebut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program tersebut belum mencerminkan pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya, seperti : tidak dilibatkannya anggota KUBE dalam menentukan jenis sapi bantuan program dan dalam menentukan harga beli dan harga jual sapi bantuan program. Selain itu, belum semua tahapan program dilaksanakan dengan baik, antara lain : adanya keharusan untuk melakukan simpanan dalam bentuk sapi pada setiap periode tidak dilaksanakan; tidak selektif dalam menentukan peserta program sehingga dinilai kurang tepat sasaran; tidak dilaksanakannya pengolahan terhadap limbah kandang; serta adanya perubahan harga penjualan yang merugikan KUBE pada tahap I. Implementasi program tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kemampuan angggota KUBE. Faktor komitmen pemerintah, sumber daya aparat pelaksana dan dukungan kelompok sasaran merupakan faktorfaktor yang mempengaruhi proses implementasi program tersebut. Yang menjadi rekomendasi penulis, yaitu : peningkatan kepatuhan aparat pelaksana terhadap ketentuan yang ada dan jika perlu dilakukan pergantian aparat pelaksana, keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan, pengolahan limbah sapi agar berjalan sehingga menjadi pendapatan tambahan bagi para KUBE, penyeleksian kembali dalam mengganti para KUBE yang mengundurkan diri, dan diberlakukannya simpanan wajib agar terjadi pembentukan modal.
Poverty and uneven income distribution are problems faced by every country, especially developing country like Indonesia, and require serious handling. The Program for Empowering Cooperative Business of the Poor, Program Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM) through Fattening Cut Cow is one of the newest programs from Social Ministry in uprooting poverty. The program has more focus on social empowerment. The successful realization of the program depends on cooperative synergy among Social Ministry, Local Government of North Lampung, National Businessmen, Banking sector and the people. In the Implementation of the Program for Empowering Cooperative Business of the Poor (KUBE FM) through Fattening Cut Cow in North Lampung regency, the focuses of the study among others are: (1) Did the implementation of the program during stage I and II meet the requirements? (2) What impacts were given from the implementation of the program to the target groups? (3)What factors had influences on the program implementation? Qualitative descriptive method by analyzing the results of interview, observation, and study of relevant documents was used in this research. The results showed that the program implementation had not presented actual social empowerment yet including less involvement of KUBE members in determining cow types program provided and buying and selling prices of cow that program provided. In addition, not all steps had well performed yet, among others: no implementation toward existing requirement to make saving in the form of cow for individual period; poor selection on program participants leading less accurateness on target achievement; no implementation on manure processing; and changes in selling price being disadvantageous for the stage I of KUBE program. The program implementation provided impacts on improved welfare and capabilities of KUBE members. The factors of government commitment, operator resources, and the support from target group turned out to be influential factors for the effective implementation of the program. The author recommends that the obedience on the guidelines of program operators should be improved and operator replacement may be carried out if required, social empowerment in each decision making should be performed, cow manure processing should be carried out so that it may become additional income for KUBE members, reselection should be conducted to replace quitting members, and compulsory saving should be performed to collect capital.
Kata Kunci : Program Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin,Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin,Sapi Potong,Poverty, Social Empowerment, Poverty Decrease