Pengangkatan pejabat struktural di lingkungan pemerintah Propinsi Riau tahun 2004/2005
DINAL, Hawari, Prof.Dr. Miftah Thoha
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk memahami proses pengangkatan PNS dalam jabatan struktural birokrasi pemerintah Propinsi Riau tahun 2004/2005 menyangkut kesesuaian atau ketidak sesuaian pangkat, pendidikan formal dan teknis, dan pendidikan penjenjangan pejabat dengan jabatan yang didudukinya, termasuk tingkat senioritas pejabat tersebut dilingkup jabatannya. Disamping itu, penelitian ini juga berupaya untuk memahami beberapa faktor, yaitu : pola hubungan yang terjadi antara pejabat politik dan pejabat karir dalam birokrasi pemerintah Propinsi Riau, perilaku-perilaku rasional individu atau kelompok, dan strategi yang digunakan dalam proses pengangkatan PNS pada jabatan, dimana faktor-faktor itu dimungkinkan cukup berpengaruh dalam proses pengangkatan PNS dalam jabatan struktural birokrasi pemerintah Propinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dilingkungan Pemerintah Propinsi Riau dengan informan Anggota Tim baperjakat dan pejabat serta staf lainnya, Pejabat eselon II dan III yang masih aktif dan Pejabat eselon II dan III yang dimutasikan ke jabatan fungsional selama tahun 2004 dan 2005. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian ini terungkap bahwa dari sisi pangkat pengangkatan PNS dalam jabatan struktural birokrasi Pemerintah Propinsi Riau secara administratif memang tidak ada permasalahan. Namun demikian, dalam kenyataan hal tersebut dinilai bermasalah, dimana adanya beberapa PNS yang akan didudukkan dalam jabatan struktural secara tidak wajar dinaikkan pangkatnya agar dapat memenuhi persyaratan jabatan itu. Dari sisi pendidikan formal dan teknis, pengangkatan PNS dalam jabatan struktural di Propinsi Riau dapat disimpulkan juga terjadi permasalahan, dimana adanya beberapa PNS yang jenjang pendidikannya dinilai tidak sesuai dengan jabatan yang didudukinya. Dalam hal Pendidikan penjenjangan yang merupakan salah satu persyaratan dalam pengangkatan PNS pada jabatan juga terjadi ketidak sesuaian antara pejabat yang diangkat dengan jabatan yang didudukinya. Dari sisi senioritas, dalam proses pengangkatan PNS pada jabatan struktural di Propinsi Riau dapat dikatakan senioritas sangat tidak diperhatikan. Penelitian ini juga dapat mengungkapkan bahwa pola hubungan yang terjadi antara pejabat politik dengan pejabat karir yang menangani proses teknis pengangkatan PNS pada Jabatan struktural pemerintah Propinsi Riau yaitu Tim Baperjakat adalah pola hubungan yang sangat tidak seimbang. Hal tersebut terlihat dengan besarnya intervensi pejabat politik dengan berbagai kepentingannya dalam proses tersebut. Perilaku rasional individu dan kelompok juga ikut mewarnai proses pengangkatan PNS dalam jabatan struktural pemerintah Propinsi Riau. Hal tersebut terbukti dari beberapa pendapat para informan bahwa untuk dapat duduk dalam suatu jabatan seorang PNS tidak cukup hanya memiliki kompetensi dan persyaratan formal saja. Akan tetapi, selain itu ada persyaratan non formal, seperti kedekatan hubungan dengan pengambil keputusan dan dalam beberapa kasus pengangkatan dalam jabatan tersebut diwarnai dengan pengorbanan materi dari pejabat yang diangkat. Disamping itu, untuk membuktikan adanya aplikasi konsep-konsep rational choice tersebut dapat dilihat dari adanya beberapa tokoh yang dapat dijadikan jalur pendekatan kepada pengambil keputusan oleh pejabat yang berkeinginan diangkat dalam suatu jabatan struktural. Dari hasil penelitian ini pula ditemui data bahwa strategi pemerintah Propinsi Riau dalam proses penempatan jabatan masih sangat jauh dari standar ilmiah. Hal itu terbukti dengan tidak adanya dasar ilmiah yang dipakai dalam merencanakan kegiatan pengangkatan dalam jabatan. Disamping itu dalam proses seperti rekrutmen, seleksi masih belum mengacu kepada konsep-konsep manajemen sumber daya manusia.
This research is aimed at explaining the civil servant assignment at structural positions at Government of Riau Province in 2004/2005. It is concerning at inappropriateness of grading, technical and formal education, and leadership training and education, including seniority level in their positions. Besides, this research is also purposed at explaining some factors, that are: relationship pattern between political and career officer in governmental bureaucracy of Province Riau, rational behavioral of individual or group of people, and strategy that is used in the process of civil servant assignment at official positions, in which they are regarded as factors that influences the process of civil servant assignment in structural positions at Province Riau Government. This research is conducted at Government of Riau Province. The informants are member of Baperjakat, oficcers of echelon II and III which still stand at their position and officers that have been moved to functional positions during 2004 and 2005. Technique of collecting data is indepth interview. This research finds that, in the aspect of structural grading of civil servant at Riau Province, there are no administratively problems. But, in fact, some problems occurred when some civil servants to be placed at structural position are having immoderately increased grade in order to fulfill the the requirements. In the aspect of technical and formal education, there are also problems of structural assignment of civil servants at structural positions at Government of Riau Province, in which one of them is inappropriateness of their formal and technical education. There is also problem of inappropriateness of leadership training and education. From the aspect of seniority, the problem ocurred when Government of Riau Province is disregarding this aspect. This research is also explaining relationship pattern between political and career officer that handling technical process of civil servants assignment at structural positions at Government of Riau Province, that is Baperjakat. Intervention of political officer by their own interest occurs oftenly at the process of civil servants assignment at structural positions. Individual rational behavioral is also influencing that process. The fact explains that to be placed in the structural position, civil servant with good competency and formal requirements is also prosecuted to have close relationship with decision maker. In other case, ‘money’ is also have some influences. Besides, the provement of ‘rational choice’ concept can be seen by the information that are obtained from the decision makers and the officer with certain interest to structural positions. This research is also found that the strategy of civil servants assignment at structural position at Government of Riau Province is not based on academic standard. There is no academic standard that is used in the process. Besides, in the process of recruitment and selection are not based on the human resources management concept.
Kata Kunci : Pengangkatan Pejabat Struktural,Propinsi Riau