Laporkan Masalah

Analisis iklim organisasi pasca peggabungan perangkat daerah :: Studi kasus Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten tabanan

ASIH, Ni Putu Candra, Prof.Dr. Miftah Thoha

2006 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Pelaksanaan otonomi daerah telah membawa implikasi bagi berubahnya organisasi di daerah. Sejalan dengan itu maka Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan penataan kelembagaan. Tujuannya adalah membentuk organisasi perangkat daerah yang lebih proporsional sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaaraan pemerintahan daerah. Penataan kelembagaan ini menyebabkan adanya penggabungan antara Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tabanan dengan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan menjadi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan. Penggabungan ini telah menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi. Struktur yang “baru” menjadi besar dan “gemuk” yang diakibatkan bertambahnya jabatan-jabatan baru dari hasil penggabungan kedua instansi itu. Jumlah pegawai pun menjadi bertambah. Adanya pertambahan jumlah pegawai dalam organisasi akan menyebabkan adanya perubahan lingkungan internal organisasi karena adanya interaksi antar pegawai yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Lingkungan internal organisasi ini biasanya kita kenal dengan nama iklim organisasi. Iklim organisasi ini terkait dengan karakteristik dari suatu organisasi. Jadi iklim organisasi ini menarik untuk diteliti karena berkaitan dengan karakteristik dari suatu organisasi dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil pasca penggabungan serta bagaimana kualitas lingkungan internal yang dirasakan oleh para pegawai yang ada di dalamnya. Berdasarkan fenomena diatas, maka penulis mencoba untuk mengetahui iklim organisasi di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil pasca penggabungan. Juga faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi di dinas ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisa data kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan informan adalah seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan yang dipilih berdasarkan jabatan dan dianggap informan kunci. Teknis analisis data dilakukan melalui reduksi data, sajian data (data display), serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan belum mendorong prestasi kerja para pegawai sehingga pegawai kurang semangat dalam bekerja. Iklim yang ada juga masih terkesan hirarki dalam arti mengikuti struktur yang ada, sentralisasi keputusan masih dilakukan oleh pimpinan. Penerapan disiplin kurang maksimal karena pengawasan juga terkendala dengan letak kantor yang berbeda. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan adalah teknologi dan lingkungan luar. Kesimpulan yang didapat bahwa iklim organisasi yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan belum kondusif untuk mendukung kegiatan. Adapun saran yang direkomendasikan adalah segera membuat visi dan misi gabungan sehingga pegawai menjadi tahu arah dan tujuan yang ingin dicapai. Meningkatkan pengawasan oleh atasan. Meningkatkan komunikasi antara atasan dan bawahan dengan pertemuan rutin sehingga diketahui apa keinginan para pegawai dan permasalahan yang ada.

The realization of local autonomy brings an implication to the local organization. Same with this, the local government of Tabanan regency makes an arrangement in their institution which purposed to make the organizational local instruments become more proportional so that it can increase the efficiency and affectivity of the local government activity. Such institutional arrangement causes the merger between The Departement of Labor and Transmigration of Tabanan and The Department of Demography and Vital Statistic become The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan. This brought some changes in the organizational structure. This ‘new’ structure is big and ‘dense’ as the effect of new positions which increase after those departments have merged into one department. The number of officers also increases. The increase of officer in the body of organization will change the internal condition of the organization it self because the interaction among officers has the different characteristics. We call the internal condition of organization as organizational climate. The organizational climate is related to the characteristic of an organization. So, the organizational climate is very interesting to be analyzed because it is correlated with an organizational characteristic that is The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic after the merger, also how good the quality of condition which felt by the officer is. Based on this phenomenon, the writer tries to observe the organizational climate in The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan after the merger, also other factors which influence the organizational climate in this department. The method used is descriptive method using qualitative analysis. The data is collected through the interview, documentation, and observation. While the informants are all officers in The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan which are selected based on their position in the organization. The techniques of data analysis are conducted with data reduction, data display, also conclusion, and verification. The result of this study shows that the organizational climate in The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan is not supported the officer’s achievement, so the officers have no strong spirit at work. The climate exists also tends to be hierarchy which mean it follows the existing structure where the central of decision is still made by the manager. Application of the discipline is also not maximum because of the troubled control and the different location of the offices. Factors that influenced the organizational climate in The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan are technology and external condition. The conclusion resulted shows that the organizational climate in The Department of Labor, Transmigration, Demography and Vital Statistic of Tabanan is still not conducive yet to support the activities. The suggestions recommended are making some combination vision and mission so that the officers understand about the direction and objective of the organization, increasing the control by the manager, increasing the intensity of communication intensity between the manager and the subordinate with routine meeting so that the officer’s desire, idea, hope can be detected and the problems can be solved.

Kata Kunci : Iklim Organisasi,Karakteristik Organsasi, Merger, Organizational Climate, Organizational Characteristic.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.