Laporkan Masalah

Kepuasan pasien Puskesmas Sipayung Kabupaten Indragiri Hulu

SAFRINA, Dian, Prof.Dr. Agus Dwiyanto

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang primer di banyak tempat mendapat keluhan dari masyarakat. Buruknya pelayanan yang diberikan puskesmas membuat banyak masyarakat enggan menggunakan layanan puskesmas dan memilih alternatif lain. Kalaupun masih menggunakan layanan puskesmas, itu dilakukan karena terpaksa, mengingat biaya pengobatan di klinik atau di praktek dokter lebih mahal. Namun di Kabupaten Indragiri Hulu, tepatnya di Kota Rengat, terdapat satu puskesmas yang ramai pengunjung, yaitu Puskesmas Sipayung. Berbeda dengan puskesmas lain yang lokasinya berdekatan dengan puskesmas tersebut. Peneliti memilih melakukan penelitian di Puskesmas Sipayung yang memiliki banyak pasien, karena peneliti ingin melihat bagaimana kepuasan pasien Puskesmas Sipayung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan jumlah responden 50 orang. Yang berhak menjadi responden dalam penelitian ini adalah pasien yang berada di puskesmas saat penelitian ini dilakukan, minimal 2x kunjungan dalam 6 bulan terakhir. Selain itu peneliti juga melakukan intervieu dengan kepala puskesmas, dokter, dan bidan Puskesmas Sipayung. Data yang diperoleh dari angket diolah secara kuantitatif (statistik deskriptif). Data yang diperoleh dari hasil intervieu dan observasi ditampilkan secara deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasien Puskesmas Sipayung puas dengan pelayanan yang diberikan oleh puskesmas. Kepuasan pasien Puskesmas Sipayung diukur dari tiga hal, yaitu (1) Waktu tunggu, (2) Profesionalisme petugas, (3) Fasilitas pendukung. Untuk waktu tunggu, terlihat pasien cukup puas dengan lamanya waktu yang mereka butuhkan untuk mendapat pelayanan. Hanya pada layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) saja terlihat kekurangpuasan pasien karena antri yang cukup lama. Profesionalisme petugas menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pasien untuk berobat di Sipayung. Pasien mengganggap paramedis di Sipayung dapat menjalankan tugas dengan baik dan hanya sedikit sekali pasien yang pernah kecewa dengan proses pemberian layanan. Mengenai masalah fasilitas, para pasien sudah cukup puas dengan fasilitas yang ada di puskesmas. Hanya sedikit keluhan tentang peralatan medis yang kurang lengkap, areal parkir yang kurang luas, dan ketiadaan musholla ( mengingat puskesmas memiliki fasilitas rawat inap). Di luar ketiga faktor tersebut, dari hasil intervieu peneliti menemukan ada dua faktor lain yang mempengaruhi kepuasan pasien Puskesmas Sipayung, yaitu (1) Biaya (tarif) pengobatan murah, (2) Lokasi puskesmas tidak jauh dari tempat tinggal. Rekomendasi yang diajukan peneliti sebagai berikut : (1) Agar keberhasilan Puskesmas Sipayung ditiru oleh puskesmas lain di sekitarnya (2) Untuk dapat memaksimalisasi tingkat kepuasan pasien, sebaiknya Puskesmas Sipayung lebih memperhatikan kebutuhan – kebutuhan pasien yang belum terpenuhi dengan melengkapi peralatan medis yang masih kurang.(3) Sediakan layanan pemeriksaan ibu hamil setiap hari kerja. Tidak hanya pada Hari Senin.

Health centre community (puskesmas) as service centre of primary community health in many places get complain from people. Their low quality service make people reluctant to use their service and choose other alternative. Although some people may still use their service, it is done involuntary due to higher medication cost in private clinic or physician practice. However, in district of Indragiri Hulu, exactly in Rengat Town, there is a puskesmas that is crowded, Puskesmas Sipayung. It’s different with puskesmas located not far from that puskesmas. Researcher choose to do research in Puskesmas Sipayung because researcher want to identify the extent of patient satisfaction. Research method used is survey method with 50 respondents. People entitled to be respondent in this research is patient being in puskesmas when the research is undertaken, that have visited puskesmas at least 2 times in the last six months. In addition, researcher also make intervieu with head of puskesmas, physicians, and midwife of the puskesmas . The data get from questioner is processed quantitatively (descriptive statistic). Data get from intervieu and observation are perform descriptively. The result of the research indicate that Puskesmas Sipayung’s patients are satisfied with service provided by puskesmas. The satisfaction of Puskesmas Sipayung’s patient is measured by three main factors : (1) waiting times, (2) staff professionalism, and (3) supporting facility. With regard to waiting times, it seems that patients are satisfied enough with duration they need to get service. Only in maternal and child health service (KIA), patients are not satisfied due to long waiting times. Professionalism of staff is one factor influencing patient to visit puskesmas. Patiens deem that paramedic in Sipayung can undertake their jobs well and only few patient have ever been dissatisfied with the delivery service process. About facility, patients are satisfied with facilities provided in puskesmas. There is only few complaint about less complete medical instruments, less wide parking area and unavailability of musholla (regarding the puskesmas have in-house facility). Besides that 3 factors, based on intervieu, researcher found that there are four other factors influencing satisfaction of Puskesmas Sipayung’s patient : that is, (1) low fare, (2) location of puskesmas is not so far from residence. This study recommends : (1) Other puskesmas is suggest to imitate Puskesmas Sipayung, (2) To maximalized the extent of patient satisfaction, Puskesmas Sipayung is suggest to complete the medical instruments needed by patient.(3)to serve ante natal care everyday, not only on Monday.

Kata Kunci : Kepuasan Pasien,Puskesmas Sipayung, patient’s satisfaction, service.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.