Kinerja Badan Pertanahan Nasional Kota Banjarbaru dalam pelayanan publik
MASJUAINI, Prof.Dr. Agus Dwiyanto
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikPenelitian ini didasarkan atas adanya keluhan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan dibidang pertanahan oleh Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru serta permasalahan-permasalahan pertanahan yang terjadi di dalam wilayah kota banjarbaru. Dua pertanyaan yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah. (1) Bagaimana Kinerja Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru dalam Pelayanan Publik (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan itu. Penelitian dilakuka dengan metode deskriptif kualitatif teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi serta observasi langsung terhadap objek penelitian. Sumber data primer berasa dari pejabat-pejabat Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari Camat, Lurah serta masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan. Dari hasil penelitian ditemukan Kinerja Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru masih rendah, hal ini dikarenakan fasilitas pelayanan yang disediakan belum dapat dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa, adanya sikap aparat yang tidak konsisten, terbatasnya sarana serta aparat pelayanan, tidak transparansi dalam hal menetapkan biaya pelayanan, perbedaan perlakuan terhadap pengguna jasa, prilaku aparat yang tidak disiplin serta meninggalkan pekerjaan pada saat-saat jam kerja sedang berlangsung, belum ada kepastian biaya maupun lamanya waktu penyelesaian suatu permohonan yang diajukan oleh pengguna jasa. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan yakni : adanya sikap aparat yang enggan untuk mengerjakan pekerjaan lain diluar dari pekerjaannya, tingkat ketergantungan yang tinggi dari aparat terhadap peraturan dan prosedur pelayanan yang mengaturnya, adanya sentralisasi pengambilan keputusan dalam pelayanan. Adanya tingkat ketergantungan yang tinggi dari bawahan terhadap atasan, sulitnya mewujudkan koordinasi dalam pelayanan, sikap arogansi dari aparat yang menganggap dirinya dibutuhkan oleh pengguna jasa, kecilnya anggaran untuk kegiatan pelayanan publik, terbatasnya sarana yang dimiliki, aparat pelayanan yang kurang, tidak adanya komunikasi serta insentif dari pimpinan kepada bawahan. Dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan disarankan agar Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru. Memfungsikan serta mensosialisasikan kepada pengguna jasa segala fasilitas pelayanan yang telah disediakan, menambah jumlah personil serta melengkapi sarana dalam rangka pelayanan publik, konsisiten dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan organisasi, memperbesar jumla anggaran untuk kegiatan pelayanan, bersikap adil dan transparan dalam hal biaya pelayanan, memperketat pengawasan serta memberikan sanksi kepada aparat yang tidak disiplin dan melalaikan tugas, berkoordinasi dalam setiap penyelenggaraan tugas pelayanan, melakukan komunikasi informal serta memberikan insentif kepada aparat penyelenggara pelayanan.
This study is based on presence of society complaints on service implementation in field of land affairs by the Land Affair Board of Banjarbaru city and problems on land affairs occurring in local city of Banjarbaru. Two answerable questions are: (1) How is the performance of land affair office of Banjarbaru city in the public service? (2) What factors affect the performance of service? This study was done by descriptive-qualitative method whose data were collected by interview, documentation and field observation for research object. Primary data sources were from officials of the Land Affair Office of Banjarbaru City; whereas, secondary data were from Camat, Lurah, and society as service users. The results of research indicated the Performance of Land Affair Office of Banjarbaru City is still low, it was caused by the benefits of available service facilities have not been felt by the service users, the apparatus attitude was inconsistent, instrument and service apparatus were limited, service cost is not transparent, treatment for service users is different, apparatus behavior is not disciplined, truants, there is uncertainty of cost or period of application completion proposed by the service users. Whereas factors affecting the service performance are; apparatus attitude is reluctant to do other job out of their job, there are dependence levels of apparatus on service procedure and rule, centralized decision making, difficulty to coordinate in the service, arrogant attitude of apparatus assuming that they are highly needed by the service users, lower budget for the public service activities, limited instruments, less service apparatus, absence of communication and incentives from superior to subordinates. In increasing the service performance, it is suggested that the Land Affair Office of Banjarbaru City should activate and socialize all available service facilities to the service users, increase total personnel, and complete instruments in the public service, be consistent in applying organizationally specified policies, maximize total budget, control and give sanction to the indiscipline and ignorance apparatus, coordinate each service task implementation, communicate informally and give incentives to the service implementer apparatus.
Kata Kunci : Kinerja Badan Pertanahan Nasional,Kota Banjarbaru,Layanan Publik,Badan Pertanahan Nasional,Kota Banjarbaru, Performance, service, publik