Laporkan Masalah

Kemitraan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kota Ambon

INDEY, Daniel Eduard, Prof.Dr. Agus Dwiyanto

2006 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Masyarakat pesisir menetap di 34 desa/kelurahan dari 50 desa/kelurahan yang ada di Kota Ambon. Sebagian besar penduduknya dikategorikan dalam keluarga prasejahtera, yaitu sebanyak 13.054 KK, sehingga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir telah dibentuk 9 KMP pada pelaksanaan Program PEMP Tahun 2003 dan 2004. Kesembilan KMP tersebut berada di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Sirimau (2 desa) dan Kecamatan Teluk Ambon Baguala (7 desa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang proses kemitraan dan kelembagaan kemitraan dalam Program PEMP tahun 2003 dan 2004 di Kota Ambon. Penulisan tesis ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data digunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian, data-data tersebut dianalisis secara kualitatif. Unit analisisnya adalah kemitraan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kota Ambon. Kemitraan adalah suatu hubungan kerjasama yang bukan hanya sekedar saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, melainkan lebih dari itu adalah melakukan upaya pembinaan dan pengembangan secara berkelanjutan. Pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan dimaksudkan agar kemitraan itu menjadi kemitraan lestari sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan serta produktifitas usaha secara berkesinambungan. Dalam proses identifikasi dan pemilihan mitra, pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon belum melaksanakannya secara selektif dan transparan. Hasil rancangan yang dibuat belum dapat dilaksanakan dengan maksimal karena waktu yang terbatas. Pengelolaan program PEMP belum dilaksanakan secara optimal. Kedua pihak bermitra belum dapat melaksanakan tugas dan wewenang secara maksimal. Kompetensi yang dimiliki oleh Yayasan CAMAR Ambon lebih baik, bila dibandingkan dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon. Komitmen yang ditunjukkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon lebih bersifat komitmen personal daripada komitmen organisasional. Pemilihan mitra harus dimulai dengan penjajakkan/survey terhadap CSO’s yang berminat, kemudian dilakukan seleksi secara transparan dan terbuka. Adanya kesepakatan bersama dalam mengantisipasi keterlambatan penyelesaian kegiatan yang diatur dalam surat kontrak kerja. Perlu meningkatkan kerjasama kemitraan yang lebih baik agar tercipta kemitraan yang berkelanjutan. Diperlukan adanya skala prioritas dalam pelaksanaan tugas. Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon perlu mengadakan pelatihan teknis fungsional penyuluh perikanan bagi petugas penyuluh perikanan dan pengadaan pendidikan formal bagi pegawai lainnya, seperti pendidikan kejuruan perikanan maupun pendidikan strata satu dan dua. Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon perlu melakukan konsolidasi interen dengan meningkatkan intensitas pertemuan/rapat organisasi dengan melibatkan pimpinan dan staf.

Coastal societies occupy 34 of 50 villages/subdistricts that exist in Ambon City. Most of inhabitants are categorized in poor family, those are 13,054 families, therefore, there are 9 KMP that are formed in implementation of PEMP Program 2003 and 2004 to improve coastal society income and welfare. The 9 KMP are placed at 2 district, those are Sirimau District (2 villages) and Teluk Ambon Baguala District (7 villages). The objective of this research is to know and describe the process and partnership institution in PEMP Program 2003 and 2004 at Ambon City. This thesis writing uses descriptive research with case study approach. Deep interview, observation and documentation are used to collect data. Then, such data is qualitatively analyzed. Analysis unit of this thesis is partnership in PEMP Program at Ambon City. Partnership is a cooperative relation that is not only need, strengthen, and benefit each other, but also performing effort of sustainable advisement and development. Sustainable advisement and development was done so that the partnership can be long-lasting partnership, therefore it can sustainably increase income and welfare, as well as business productivity. In the partner identification and selection process, the Fishery and Maritime Department of Ambon City have not selectively and transparently accomplish it. The design result made has not been able to be maximally implemented because of the time limitation. The PEMP program management have not been optimally implemented. The both partner have not been able to maximally accomplish the job and authority. CAMAR Foundation of Ambon competence is better than Fishery and Maritime Department of Ambon City. The commitment shown by Fishery and Maritime Department of Ambon City is more a personal than organizational commitment in nature. Partner selection must be started with sounding up/survey to the interested CSO’s, then it performed transparently and openly selection. There is mutual approval in anticipating the late of activity accomplishment regulated in work contract document. It needs to improve better partnership cooperation so that it will created sustainable partnership. It is needed priority scale in job accomplishment. Fishery and Maritime Department of Ambon City needs to perform functional technical training of fishery for fishery elucidator and formal education for other staffs such as fishery vocational education and graduate and postgraduate educations. Fishery and Maritime Department of Ambon City needs to make internal consolidation by increase the intensity of organizational meeting by involving leader and staff.

Kata Kunci : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir,Kemitraan, Partnership, Empowerment, and Coastal Society

  1. S2-2006-PAS-Daniel_Eduard_Indey-Abstract.pdf  
  2. S2-2006-PAS-Daniel_Eduard_Indey-Bibliography.pdf  
  3. S2-2006-PAS-Daniel_Eduard_Indey-TableofContent.pdf  
  4. S2-2006-PAS-Daniel_Eduard_Indey-Title.pdf