Kinerja Kantor Penghubung Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat di Jakarta setelah otonomi daerah
MAHUJUD S, Prof.Dr. Warsito Utomo
2005 | Tesis | Magister Administrasi PublikTujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari kinerja dan faktor yang mempengaruh kinerja Kantor Penghubung setelah Otonomi Daerah berlangsung. Unit analisisnya adalah ketiga unit kerja yang ada yaitu Kasubag Tata Usaha, Kasi Hubungan Antar Lembaga serta Kasi Promosi dan Informasi termasuk Wisma Penginapan (Mess) dan Anjungan Daerah NTB di Taman Mini Indonesia Indah yang menjadi bagian yang integral dengan melihat produktivitas, responsibiltas, komunikasi dan adaptasi. Data didapatkan dari 15 informan dari kalangan Pemda dan jajarannya, mitra kerja dan masyarakat, dan 4 informan dari unsur aparat yang bertugas di Kantor Penghubung. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Kantor Penghubung sebagai salah satu Lembaga Teknis Daerah yang berkedudukan di Jakarta memliki tugas pokok dan fungsi membantu Gubernur dalam menjalankan sebagian tugas umum pemerintahan dan pembangunan sebagai penghubung antar Pemerintah Daerah dengan Pemerintah, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Swasta di Jakarta termasuk Pembinaan Masyarakat Daerah di Jakarta dan Pengelolaan Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Kantor Penghubung setelah Otonomi Daerah secara umum cukup baik terutama dalam hal produktivitas, responsibilitas dan adaptasi namun masih kurang memadai pada tataran komunikasi. Hasil tersebut cukup dipengaruhi oleh faktor politik, faktor sosial, Sumber Daya Organisasi dan aspek komunikas yang masih sebanding dengan tingkat kinerja yang mampu diraih.
The aims of this research are to learn the performance and factors influencing performance of Link Office After Regional Autonomy took place. Its analysis unit are all of three existing job unit that is Head of Sub- Section Administrative, Head of Section of Agent interrelationship, and head of Section of Promotion and Information included Lodging House (Mess) NTB regional platform in Taman Mini Indonesia Indah becoming integral shares seen as productivity, responsibility, communications and adaptation. 15 informants are needed to collect the data from Local government embrace and its officials, work partners and society, the rest 4 informants are taken from the Link Office. The qualitative method is used in research. Link Office as one of Regional Technical Institute posted in Jakarta have primary duty and function to assist the Governor in running some of public duty of governance and development as intergovernmental link of Regional Governments to Government, Non-Department Institution Agency and Private sector in Jakarta inclusive of Regional Society Development in Taman Mini Indonesia Indah. Result of research indicated that the performance of Link Office after the Regional Autonomy in general was appropriate in the case of productivity, responsibily and adaptation but still less be adequate at communications area. The result influenced by political factor, social factor, Organizational Resource and communication aspects which still be proportional with the performance level capable to be reached for.
Kata Kunci : Kinerja Kantor Penghubung,Pemda Nusa Tenggara Barat