Laporkan Masalah

Perencanaan strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam pembangunan tanaman pangan di Provinsi Papua

IRIANTO, Muhammad Tugas, Prof.Dr. Warsito Utomo

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Pembangunan tanaman pangan dan hortikultura yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua saat ini masih belum menyentuh masyarakat. Ini menandakan tujuan pembangunan pertanian belum dapat dicapai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengkajian secara mendalam melalui penelitian tentang pelaksanaan pembangunan tanaman pangan dan hortikultura. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kurangnya kualitas perencanaan dan strategi untuk meningkatkan hasil pembangunan tanaman pangan dan hortikultura yang ditinjau dari lingkungan internal dan eksternal. Dalam pendekatan ini dilakukan analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal dengan menggunakan model analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi instansi. Langkah selanjutnya melakukan pemetaan interaksi antara faktor kekuatan peluang, kekuatan ancaman, kelemahan peluang dan kelemahan ancaman. Dari pemetaan yang dilakukan dapat diidentifikasi 7 (tujuh) isu strategis yang kemudian diuji tingkat kestrategisannya dengan menggunakan litmus test. Hasil pengujian litmus test memperlihatkan 5 (lima) isu strategis yang tergolong dalam kategori sangat strategis. Kelima isu strategis tersebut dijadikan sebagai dasar perumusan strategi yang merupakan langkah paling penting dalam perencanaan strategis. Rumusan strategi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua untuk meningkatkan hasil pembangunan pertaniannya terdiri atas strategi pemekaran wilayah pengembangan pertanian (SO), strategi optimalisasi pemanfaatan potensi lahan (ST), strategi peningkatan produksi hasil tanaman pangan dan hortikultura (SO), strategi peningkatan kualitas manajemen dan sumber daya manusia (WO), dan strategi peningkatan koordinasi dan kerjasama (WT). Dari kelima strategi tersebut, pembangunan tanaman pangan dan hortikultura diharapkan mampu menyentuh masyarakat petani sehingga peningkatan hasil produksi tanaman pangan dan hortikultura serta pendapatan petani dapat dicapai. Peningkatan hasil produksi pertanian akan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara luas. Dengan demikian instansi ini diharapkan mampu mewujudkan proses pembangunan tanaman pangan dan hortikultura sesuai dengan visi dan misinya.

The crop and holticulture development performance by Crop and Hortikultura Service of Papua Province currently didn’t touch the people yet. It showed that the agriculture development purpose was unable to be reached yet. Therefore, it needs a deep research by examining the implementation of the crop and holticulture develompent. The study performed by using a quantitative descriptive method to describe the lack of planning and strategy qualitaties to increase the crop and holticulture development results in terms of internal and external environments. The analysis of internal and external environments was carried out first by using SWOT analysis model for identifying the strength, weakness, opportunity and threat that the institution confront before using the approach. The next step is to perform interaction mapping for among factors of opportunity, threat strengths, and opportunity, threat weaknesses. From the mapping performed it can be identified 7 (seven) strategic issues to be analyzed afterward the strategic levels by using litmus test. The litmus test examination result showed that there were 5 (five) strategic issues falling under very strategic category. The five strategic issues serve as strategiy formulation base that was the most important step in the strategic planning. The Crop and Holticulture Service strategy formulation of Papua Province for improving the agriculture development consisted of district spreading-out strategy for agriculture development (SO), maximation strategy in land utilization (ST), increase strategy in produce quantity (SO), improvement strategy in management and human resource quality (WO), and improvement strategy in cooperation (WT). From the five strategies the crop and horticulture development would be expected to be able to touch the farmers so that it reaches the crop and horticulture production and farmers’ income increases. The increase of agriculture production would be able to give a significant contribution in striving for the fulfillment of basic requirements widely. So, this institution would be hopefully able to realize the process of crop and holticulture development in accordance with the vision and mission.

Kata Kunci : Perencanaan Strategis,Tanaman Pangan dan Hortikultura, Crop and holticulture, strategic planning, agriculture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.