Laporkan Masalah

Pengembangan pariwisata berkelanjutan kawasan Pantai Takisung di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

OOT, David, Prof.Dr.Ir. Chafid Fandeli, MS

2005 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Kegiatan pariwisata pada saat ini merupakan kegiatan yang telah menjadi suatu kebutuhan dan menjadi kegiatan yang mendukung kegiatan sehari-hari. Kegiatan pariwisata yang pada awalnya bersifat pariwisata masal (mass tourism) beralih pada wisata yang bernuansa alam (nature tourism). Wisata yang bernuansa alam di Propinsi Kalimantan Selatan di antaranya adalah flora, fauna, pantai, hutan alam, dan sebagainya. Salah satu dari obyek wisata alam di Propinsi Kalimantan Selatan adalah obyek wisata Pantai Takisung. Pantai Takisung telah lama dikenal sebagai obyek wisata di Kabupaten Tanah Laut dan telah menjadi salah satu ciri kegiatan wisata dari wilayah Tanah Laut. Kondisi alamnya yang relatif landai memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan untuk menikmati alam pantai. Selain itu, Pantai Takisung juga telah memiliki pasar wisata yang tetap sehingga ramai dikunjungi sepanjang tahun. Namun perubahan kondisi fisik akibat abrasi beberapa tahun ini dirasakan cukup mengkhawatirkan baik bagi kenyamanan pengunjung melakukan aktivitas wisata dan juga bagi kondisi fisik pantai. Upaya melestarikan obyek wisata pantai ini dapat dilakukan dengan mengambil prinsip pengembangan pariwisata yang berkelanjutan agar obyek wisata tersebut tetap dapat dikunjungi dan kondisi fisiknya pun tetap terjaga. Pengembangan tersebut juga dapat meningkatkan kondisi keseluruhan dari obyek wisata sehingga dapat meningkatkan pelayanan bagi wisatawan dan juga pemanfaatan yang optimal terhadap lahan yang di gunakan untuk wisata.

Nowdays, tourism activities have been a necessity and become the ones that have supported daily pursuits. Tourism activities, that initially represent mass tourism, at the moment turn out to be nature tourism. The tourism objects that offer natural sceneries in South Kalimantan consist of flora, fauna, beach, woodland, etc. One of them is Takisung beach. Takisung beach has been well-know for long time as the tourism destination in Tanah Laut regency. It also typifies tourism activities of the regency. Its hilly nature has its own uniqueness for tourists to enjoy its scenery. Besides, Takisung has had stable market of tourist that Takisung is always visited by many tourist every year. However, its physical damage due to abrasion in the last several years is needed to worry about, not only the quality of comfort for its tourist, but also the physical condition itself. The attempts to preserve this tourism destination can be carried out by implementing the principles of sustainable tourism development so that the tourism object is deserving of visit and its physical condition is preserved. The development can also improve the whole condition of tourism object so that it can enhance the quality of service for the tourists and the optimum use of the area used for tourism activities.

Kata Kunci : Industri Pariwisata,Wisata Bahari,Pelestarian, Sustainable Tourism, Conservation, Takisung Beach, South Kalimantan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.