Laporkan Masalah

Kajian sempadan bangunan terhadap pola ruang permukiman :: Studi kasus Permukiman Nelayan Sungai Tangka Kabupaten SInjai Sulawesi Selatan

SYARIEF, Syahruddin, Ir. Budi Prayitno, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)

Kondisi perkembangan permukiman tepian air di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan pesat tanpa perencanaan. Hal ini mengakibatkan tumbuhnya permukiman yang tidak sesuai dengan aturan sempadan sungai dengan bangunan. Kabupaten Sinjai merupakan daerah yang masih dalam proses membangun. Proses Perencanaan kota yang mengalami pertumbuhan secara organik dengan perkembangan yang cukup pesat, utamanya wilayah kota kabupaten yang terletak di antara pesisir pantai dan sungai Tangka. Pembangunan pemukiman yang berkembang secara linier mengikuti alur sungai, yang tidak menerapkan kaidah formal pembangunan perumahan. Serta tidak adanya standar sempadan sungai terhadap bangunan membentuk kawasan di sepanjang tepian sungai tidak beraturan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk dan pola ruang permukiman di tinjau dari kajian sempadan tepian sungai Tangka, faktor yang mempengaruhi bentuk dan pola ruang permukiman serta guidelines kawasan sebagai dasar pertimbangan untuk penetapan standar sempadan permukiman tepian sungai Tangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah. Proses analisis data dimulai dengan mempelajari data yang tersedia dari berbagai sumber, yang terdiri dari : data lapangan berupa kondisi eksisting, literatur berupa data formal dari instansi terkait dan teori- teori yang dianggap relevan. Temuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pola ruang permukiman yang terbentuk dikaitkan dengan sempadan : pola linier/ memanjang; cluster dan terpusat. Sedangkan faktor- faktor yang mempengaruhi pola ruang : bantaran sungai; jalan utama dan bentukan permukiman pada kawasan. Faktor yang mempengaruhi bentuk kawasan : alur sungai; jalan utama; pola aktifitas pada kawasan; perbedaan kontur; permukiman yang mengantong atau sejajar, serta pola permukiman yang bersifat individu dan menyebar.

The development of the riverside settlement in Indonesia grow rapidly without planning. It makes the settlement, which is not based on the border”s rule toward the building grow Sinjai regency is the region which is still in developing process. Special for the region of the regency city which is located between the coast and Tangka river. Settlement development grows linearly joining the river stream and not applying the formal rule of tke housing building. And also the rivers border toward the building that has not standard forms irregular riverside area. This research aims to know the shape and the shape and the space pattern of the settlement, observed from the study of Tangka river’s border, the factors that influence the shape and space pattern of the settlement, and the guidelines of the river as the basic of the consideration for deciding the border’s standard of Tangka river settlement. This research uses rational approach with the processed data. The data analysis process is started by learning the data which is exsisted condition; literature; such as formal data from related instance and relevant theories The result of this research concluded that space pattern of the settlement which is formed if it is connected with the border are; linear pattern/ stretch, cluster and centered. The factors that influence the space pattern wre; river’s flood plain, the main road and the form of the settlement at the region. While the factors that influence the region is shape are; river’s stream, main road, activities pattern at the region, contur difference, parallel settlement and scattered and individual settlement pattern.

Kata Kunci : Permukiman Nelayan,Pola Ruang,Sempadan Sungai, Border, Building, River side, Settlement, Fisherman.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.