Perdagangan di Karesidenan Ternate 1854-1930
HASIM, Rustam, Prof.Dr. Soegijanto Padmo, M.Sc
2006 | Tesis | S2 SejarahTesis ini berjudul, Perdagangan di Karesidenan Ternate 1854- 1930. Bertujuan untuk menilai dinamika sosial-ekonomi yang terjadi di Karesidenan tersebut. Sasaran-sasaran studi ini adalah sebagai berikut; (1) Mendeskripsikan proses pembangunan pelabuhan Ternate sebagai pelabuhan bebas selama periode studi. (2) Menilai dinamika pola-pola perdagangan diantara para pedagang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur dan kawsan-kawasan lain seperti Jawa, dan Makasar; (3) Memahami dinamika sosial-ekonomi di Karesidenan Ternate dipandang dari sudut peran elitenya serta keterlibatan tingkat masyarakat pribumi. Pada dasarnya studi ini adalah suatu riset historis, yang menggunakan berbgaai sumber yang terdapat dalam Arsip Nasional dalam bentuk hubungan -hubungan resmi, serta sumber-sumber sekunder yang dipubliksikan selama periode Kolonial. Publikasipublikasi dan sumber-sumber berharga lainnya yang juga dike temukan dalam berbagai perpustakaan di Jogyakarta serta di Jakarta. Pembukaan pelabuhan Ternate sebagai salah satu dari tujuh pelabuhan bebas di Indonesia Timur, meskipun tidak dalam waktu yang bersamaan, yakni Maksar, Manado, Kema, Banda, Ambon dan Ternate, nampaknya memiliki dampak signifikan baik terhadap pembangunan akonomi Kolonial maupun kondisi ekonomi elite pribumi.
The thesis entitled ‘Trading Activities in Ternate Residency, 1854- 1930’ aimed to describe the local socio-economic dynamic occured in the residency. The objectives of the study is as the following: (1) to describe the process of the development the city harbour Ternate as free-harbour during the period of the study (2) to astess the dynamic of trading among traders come from various regions in East Indonesia and other areas such as Java and Makasar as well. (3) to understand the socio-economic dynamic in Ternate residency in terms of the role of the elite as well as the involvement of the lowest level of the society. Basicaly the study is an historical research using various sources available in the national activities in town of official reports, as well as secondary resources published during colonial period. Publication and other valuable sources also discovered in numerous libraries in Yogyakarta as well as in Jakarta. The opening Ternate harbour as one of seven free harbour in East Indonesia although not in same time namely Makasar, Manado, Kema, Banda, Kaili, Ambon and Ternate, to have significant impact both on the colonial economic development and economic condition of native elites.
Kata Kunci : Karesidenan Ternate 1854,1930,Perdagangan, Ternate Island, Trading, Economic and Innovation