Laporkan Masalah

Kajian unjuk kerja instalasi penjernihan air PDAM Kabupaten Bantul Unit Kaliputih Guasari

SYAHRUL, M. Evan Arief Gazali, Ir. Joko Sujono, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Mag. Pengelolaan Sumberdaya Air)

Air sebagai salah satu kebutuhan utama manusia dapat diperoleh dari sumber air baku. Untuk dapat dikategorikan sebagai air yang dapat dikonsumsi secara sehat harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Sumber air baku tidak semua memenuhi persyaratan kesehatan, oleh sebab itu perlu dilakukan proses pengolahan. Penelitian dilakukan di PDAM Kabupaten Bantul unit Kaliputih Guasari dimana air produksi belum memenuhi standar baku mutu. Ini bisa dilihat dari adanya noda coklat dan hitam pada bak reservoir. Untuk itu perlu dikaji unjuk kerja instalasi penjernihan air, termasuk kualitas air hasil proses masing-masing unit instalasi penjernihan air, dan mengkaji upaya peningkatan unjuk kerja instalasi penjernihan air PDAM Bantul unit Kaliputih Guasari. Kajian dilakukan dengan mengambil sampel air baku, air hasil aerasi, air hasil sedimentasi, air hasil sand filter dan air reservoir. Jumlah keseluruhan sampel air yang dianalisis sebanyak 75 (tujuh puluh lima), pemeriksaan dilakukan di laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan Fakultas Teknik Sipil UGM. Parameter yang dikaji meliputi kekeruhan, pH, besi (Fe) dan mangan (Mn) yang terkandung dalam air. Hasil penelitian terhadap parameter di laboratorium selanjutnya dibandingkan dengan standar kualitas air minum yang berlaku, diteliti dengan analisis dan upaya perbaikan yang diperlukan terhadap permasalahan yang muncul di PDAM Kabupaten Bantul unit Kaliputih Guasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air hasil proses instalasi penjernihan air yang didistribusikan kepada masyarakat masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 907/MENKES/SK/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Kandungan kekeruhan rerata 5,40 NTU lebih tinggi dari baku mutu air kekeruhan (5 NTU). Nilai pH rerata 6,24 masih lebih rendah dari standar (6,5- 8,5), kandungan besi (Fe) nilai rerata 0,55 ppm lebih tinggi dari baku mutu air (0,3 ppm), dan kandungan mangan (Mn) dengan nilai rerata tertinggi 1,39 ppm lebih tinggi dari baku mutu air yang disyaratkan (0,1 ppm). Secara umum proses penjernihan air belum efektif terutama disebabkan karena unit aerasi yang tidak bisa bekerja secara sempurna dan sedimentasi waktu tinggal yang tidak cukup. Usaha perbaikan yang bisa dilakukan adalah penambahan blower pada bak aerator dan penambahan volume bak serta pemasangan plate settler pada bak sedimentasi.

Water is one of basic need for human, it could be obtained from raw water. The healthy water that will be consumed must fulfill some standard. Not all of raw water could be consumed directly as clean water, therefore water treatment is needed for certain water condition. This study will take at PDAM (local government water supply company) of Bantul District, unit of Kaliputih Guasari, in which the water production have not fulfilled the standard for drinking water. This could be identified by brown and black stain at reservoir tank. Study the performance of water treatment installation, including water quality of each unit process and improvement of water treatment performance of PDAM unit Kaliputih Guasari are needed. This research will be done by taking samples of raw water, water through aeration, sedimentation, sand filter and reservoir treatment processes. Number of water sample analyzed are 75 (seventy five) samples. The samples are analyzed at Sanitation Laboratory, Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University. The parameters studied are turbidity, pH, Fe, and Mn contents. The laboratory results are then compared with drinking water regulation. Based on the results, the performance of PDAM unit Kaliputih Guasari are then analysed. The results show that the performance water quality of PDAM unit Kaliputih Guasari have not fulfilled the drinking water regulation as regulated by Health Minister of Republic Indonesia No. 907/MENKES/SK/2002 about drinking water condition and supervising. Average turbidity value is 5.4 Ntu higher than in regulation (5 Ntu). Average pH value is 6.24 lower than regulation (6.5-8.5), Fe content is 0.55 ppm higher than regulation (0.3 ppm) and Mn content is 1.39 higher than regulation (0.1 ppm). Generally, the aerator unit is not able to work effectively because air flow to aerator unit is not enough and the detention time at sedimentation chamber is too short. New blower at aerator chamber, enlarging volume of chamber and plate settler at sedimentation tank should be done.

Kata Kunci : PDAM,Instalasi Penjernihan Air, treatment process, water quality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.