Analisis stabilitas sistem tenaga listrik di region 4 PT. PLN Jawa Timur dan Bali
AFANDI, Arif Nur, Dr.Ir. Sasongko P.H., DEA
2006 | Tesis | S2 Teknik ElektroPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja setiap pembangkit pada sistem tenaga listrik di Region 4 PT. PLN, saat terjadi gangguan berupa putusnya saluran kabel bawah laut yang menuju Bali. Selain itu juga untuk mengetahui efektifitas penggunaan Excitation System Stabilizer (ESS) pada setiap pembangkit. Dengan meninjau respon pembangkit menggunakan simulasi program EDSA, maka diketahui perubahan sudut rotor, osilasi tegangan dan penurunan daya elektrik untuk masing-masing pembangkit saat terjadi gangguan berupa putusnya saluran kabel bawah laut yang menuju Bali. Perubahan untuk sudut rotor berkisar 00 – 1,920, penurunan daya elektrik berkisar 0,35 MW – 130,910 MW dan penurunan tegangan berkisar 0,001 pu – 0,002 pu. Sedangkan lama waktu osilasi sudut rotor berkisar 3,86 detik – 9,22 detik, waktu osilasi daya elektrik 5,12 detik – 6,76 detik dan waktu osilasi tegangan 4,21 detik – 6,54 detik. Pengaruh penggunaan Excitation System Stabilizer (ESS) sebagai kompensasi untuk memperbaiki stabilitas sistem tenaga listrik di Region 4 terhadap gangguan yang berupa putusnya saluran kabel bawah laut yang menuju Bali, yaitu ditinjau dengan mengamati perubahan sudut rotor, tegangan dan daya elektrik. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan, bahwa overshoot dan waktu osilasi dapat dikurangi bila menggunakan ESS. Penggunaan ESS pada eksitasi memberikan perbaikan pada respon pembangkit, yaitu pengurangan waktu osilasi sudut rotor dengan ESS-B sekitar 0 % - 45,855 %, pengurangan waktu osilasi daya elektrik dengan ESS-B sekitar 31,694 % - 60,947 %, pengurangan waktu osilasi tegangan dengan ESS-B sekitar 10,451 % - 53,936 %.
This paper is concerned with the performance of multimachine power systems, to find out the response of each electric power station in PT. PLN Region 4 to some disturbances such as Banyuwangi to Bali submarine feeder disconnection, and to know how effective an Excitation System Stabilizer (ESS) being used on each electric power station. EDSA simulations resulted performances of each electric power station with ESS better than without ESS. By looking into the curve signal response that was resulted through a branch tripping faulted, it was found out the changing in rotor angle, voltage oscillation and electric power decrease for each electrical power station, when there were some disturbances such as Banyuwangi to Bali submarine feeder was breaking off. Installation an Excitation System Stabilizer (ESS) could be used for compensator to improve the characteristic of electric power system in Region 4 due to the Banyuwangi to Bali a submarine feeder was breaking off, it could be done by the change of rotor angle, voltage and electric power. The research resulted that installation an Excitation System Stabilizer (ESS) at the excitation system could improve to time oscillation reduction of ESSB, in rotor angle 0% - 45,855%, electric power 31,694% - 60,947%, and voltage 10,451% - 53,936%.
Kata Kunci : Pembangkit Tenaga Listrik,Stabilitas Sistem,ESS, response, oscillation, ESS, EDSA