Laporkan Masalah

Pemanfaatan Bina Keluarga Balita di Kecamatan Playen

ILYAS, Muh, Prof.Dr. Mudiyono

2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Bina Keluarga Balita ( BKB ) merupakan kegiatan yang ditumbuhkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan potensi masyarakat. Kegiatan BKB dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada keluarga-keluarga yang mempunyai anak balita agar dalam mengasuh anak sesuai dengan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat pelembagaan dan pembudayaan program keluarga berencana. Asumsinya ide keluarga berencana dengan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS ) dapat terlaksana dengan baik , apabila anak-anak yang dimiliki oleh peserta KB benar-benar dijamin sebagai anak yang berkualitas . Setelah BKB dilaksanakan sekian lama, masihkah kegiatan tersebut diminati oleh masyarakat, khususnya keluarga-keluarga yang mempunyai anak balita. Untuk itu penulis melakukan penelitian tentang pemanfaatan BKB diwilayah Kecamatan Playen. Untuk mengetahui secara detail pemanfaatan BKB oleh keluarga / ibuibu yang mempunyai anak balita, peneliti menggali informasi-informasi baik dari petugas teknis, tokoh-tokoh masyarakat, kader pengelola, dan ibu-ibu sasaran yang memanfaatkan kegiatan BKB . Cara memperoleh informasi dilakukan melalui wawancara, kelompok diskusi, obsevasi langsung serta meneliti dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kegiatan BKB. Sebagai sample penelitian dipilih dua kelompok BKB di dua Desa, yakni kelompok BKB Mekarsari Desa Banaran mewakili desa non tertinggal, dan kelompok BKB Melati Desa Ngleri mewakili desa tertinggal di wilayah Kecamatan Playen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan BKB masih diminati oleh ibu-ibu yang mempunyai anak balita . Mereka memanfaatkan kegiatan BKB karena adanya faktor penggerakan dari pemerintah, predisposisi keluarga serta harapan dari ibu-ibu peserta BKB (1) ingin mendapatkan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, (2) ingin mendapatkan pengetahuan tentang cara-cara mengasuh anak dengan baik, (3) ingin anaknya tumbuh cerdas dan percaya diri, (4) ingin untuk bisa saling tukar pengalaman dengan ibu-ibu yang lain tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan anak, (5) ingin agar anak mampu bersosialisasi dengan anak yang lain, bahkan mereka mengharapkan agar kelompok BKB dapat berkembang menjadi tempat pendidikan anak usia dini yang benar-benar membanggakan. Dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan kelompok dalam hal pembinaan balita melalui keluarga-keluarga balita dapat dilakukan dan bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat yang ada dilingkungannya.

Bina Keluarga Balita (The guidance for families with Under Five Years Old Children ) is an activity institutionalized by the government by using social potencials, BKB activities are intended to provide guidance to families having under five years old children with goal they take care their children paying attention to the personal development of these. These activities are also intended to facilitate the institutionalization and the culturization of the planned family program. The assumption is that the planned family with Happy and Prosperous Small Family Norm (HPSFN) can run well, if only children belong to the Planned Family Participants are really guaranted as qualified ones. After BKB has been implemented for a while, community still interest, especially families with under five years old children. Hence, I conducted a research on the use of BKB in Playen district. To understand in detail the use of BKB by families / mothers with under five years old children, I explored information from technical officers, social figures, management, and targeted mothers who use BKB activities. The ways to get information were done through interview, discussion group, direct observation, and investigate documents relating to BKB activities as well. As sample of research, I chose 2 groups of BKB in two villages; that were, the BKB Group of Mekarsari in Banaran Village representing non-under developed villages and the BKB Group of Melati in Ngleri village representing under developed villages in Playen District. The results showed that BKB activities are still interested by mothers with under five years old children. They used BKB activities due to the presence of motivation factor from government, predisposition of families and mother' expectation (1) wished to get knowledge on children development, (2) wished to get knowledge on ways to take care children well, (3) wished their children growing smartly and self confident, (4) wished to be able to share experience with other mothers on problems on kids, (5) wished their kids able to socialize with others, even they hoped BKB activities able to develop to be really prouding education center for early age kids. Out of kids writing, it could be concluded that the empowerment of groups in matter of under five years old building through under five years old families can be done can get social confidence existing in their environment.

Kata Kunci : Program Pemerintah,Bina Keluarga Balita,Pemberdayaan, Family with Under Five Years Old Children , empowerment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.