Wanita pemburu jodoh: Representasi citra wanita pada rubrik Kontak Jodoh :: Studi semiotika citra wanita Minangkabau dalam Rubrik Kontak Jodoh pada media cetak lokal Harian "Haluan" Padang
ERIANJONI, Dr. Partini
2006 | Tesis | S2 SosiologiRubrik “kontak jodoh†di media cetak (surat kabar) merupakan sebuah teks sosial yang dapat digunakan untuk memahami dinamika masyarakat. Kehadiran rubrik tersebut memiliki keterkaitan dengan realitas sosiologis yang dialami suatu masyarakat dalam mencari jodoh, terjadinya pergeseran jaringan interaksi orang dalam mencari jodoh karena disfungsional institusi lama (tradisional) memberi ruang gerak terhadap eksistensi kontak jodoh di berbagai media, termasuk di media cetak. Teks rubrik kontak jodoh di media cetak adalah teks yang memberi ruang bagaimana makna-makna dimunculkan. Makna-makna tersebut merujuk pada bagimana tanda-tanda bekerja dan bagaimana berfungsinya. Anggapan dasar yang dapat dipakai dalam memahami makna media cetak adalah bahwa media cetak bukanlah semata-mata mencerminkan realitas sosial, tetapi adalah representasi realitas dan menjadikan realitas menjadi apa yang dinamakan realitas media. Dalam kondisi seperti inilah kontak jodoh di media cetak memiliki nilai-nilai ideologis. Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan representasi citra wanita Minangkabau pada rubrik kontak jodoh dan juga menggambarkan konstruksi kepentingan media terhadap citra wanita Minangkabau serta untuk melihat citra wanita Minangkabau pada rubrik tersebut. Bagaimanapun juga media surat kabar memiliki kekuatan menebarkan citra-citra tertentu, tidak cukup menebarkan, media cetak ini bahkan mampu menguatkan atau justru menjungkirbalikan citra-citra tersebut, karena kontak jodoh telah menjadi komoditas. Penelitian ini menggunakan metode semiotika, yang melacak kontak jodoh di surat kabar sebagai perwujudan dari tanda-tanda sebuah teks yang berbunyi. Analisis tanda-tanda penting mengantarkan kita pada pemahaman bagaimana representasi yang dilakukan media cetak dalam mengemas rubrik kontak jodoh. Sementara itu, dan analisis tanda-tanda penting tersebut dilanjutkan pada tahap analisis denotasi dan konotasi kemudian dilanjutkan dengan analisis mitos yang digunakan kritik ideologi media. Wanita Minangkabau yang memiliki citra fisik ideal adalah tanda penting yang memiliki ciri-ciri mitos. Citra fisik yang dekat dengan konsep keidealan dibudidayakan. Kekuatan media cetak dalam mencitrakan objek seringkali memanfaatkan jejak kecantikan sebagai daya jualnya. Dengan demikian penggunaan mitos wanita calon isteri ideal identik dengan citra fisik dan non fisik yang dieksploitasi oleh media cetak dalam menghadirkan rubrik kontak jodoh.
The “match maker†column in printed media (newspaper) is a social text than be used to realize the social dynamics. The presence of this column has link with social reality experienced by society to get their couple, such contemporary phenomenon in the way people utilize networks to get couple appears due to the old (traditional) institutions were dysfunctional which is indeed provide spice for the printed media play as match maker in a special column. Match maker column text in the printed media is a text which gives space how the purposes are showed. The purposes are planned about how the signals is working and how its functions The base perception that can take to realize the meaning of the text is the printed media was not only reflected in social reality, but it is reality representation and make the reality become those which named media reality. In this condition, match maker column in printed media has the ideological values. This observation is supposed to visualize the image representation of female in Minangkabau on match maker column and also to visualize the construction of media importance to the female in Minangkabau and to see the image of female in Minangkabau in this column. Under no condition, newspaper media has power to spread the certain images, not only image to upside-down, it’s because mach maker column was became a commodity. This observation use the semiotics method, which trace the match maker in newspaper as a shape of text signals send us to the understanding about how is the printed media packing the match maker column. Beside that, analysis of those important signals continued to the denotation analysis stage and those important signals analysis continued with the myth analysis which is used as critical media ideology. Female Minangkabau which has ideal physical image is the important signal that contain myth signals. Physical image which close to the concept of idealism that is cultivated. The power of printed media imaging the object often using of beauty track as a marketing point. With this thing, the use myth of a female candidate as an ideal wife is identical with physical image and non-physical which was exploited by the printed media to present the match maker column.
Kata Kunci : Citra Wanita,Kontak Jodoh,Media Cetak,Wanita Minangkabau, Representation, image and construction