Laporkan Masalah

Pengaruh frekuensi koleksi semen terhadap kualitas semen segar dan beku pejantan sapi potong

THALIB, Iriani, dr. Prabowo Purwono Putro, M.Phil

2006 | Tesis | S2 Sain Veteriner

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi koleksi terhadap kualitas semen segar dan semen beku pejantan sapi potong. Penelitian dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Ungaran Semarang serta di Laboratorium Reproduksi dan Obstetrik Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Digunakan 15 ekor pejantan sapi potong ( 5 ekor Simmental, 5 ekor Limousin dan 5 ekor Brahman), umur berkisar 4-6 tahun dengan berat badan berkisar 850 kg-1140 kg). Semen dikoleksi dua kali per minggu dan tiga kali per minggu menggunakan vagina buatan. Parameter yang diamati meliputi volume semen, warna, konsistensi, pH, konsentrasi, gerakan massa, motilitas, hidup/mati dan abnormalitas spermatozoa. Hasil analisis data mengunakan analisis variansi (Anava). Perbedaan antar perlakuan digunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Khusus parameter warna semen, konsistensi semen dan gerakan massa spermatozoa diantara kedua perlakuan koleksi dan antar bangsa sapi dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan (P<0,05) pada koleksi semen dua kali per minggu terhadap volume, pH, konsentrasi,motilitas dan persentase hidup/mati spermatozoa semen segar, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap persentase abnormalitas semen segar pejantan sapi potong; frekuensi koleksi dua kali per minggu memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding koleksi tiga kali per minggu, yaitu warna krem (98,50%), konsistensi agak kental (57,60%) dan gerakan massa ++ (69,80) semen segar, sedangkan frekuensi koleksi tiga kali per minggu lebih rendah dengan warna krem (95,33%), konsistensi agak kental (56,10%) dan gerakan massa ++ (33,87%); Ada pengaruh yang sangat signifikan (P<0,05) pada koleksi dua kali per minggu terhadap persentase motilitas spermatozoa semen beku pejantan sapi potong dan koleksi tiga kali tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) sedangkan perlakuan koleksi dua kali per minggu dengan tiga kali per minggu tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase hidup/mati dan abnormalitas spermatozoa semen beku pejantan sapi potong.

The present research aimed to identify the collection frequencies of two and three times per week on the quality of beef bulls’ fresh and frozen semen at Balai Inseminasi Buatan (Artificial Insemination Center) in Ungaran. Hypothesis proposed was that collection of two times per week would produce better semen quality of beef bulls than of three times per week. Subjects involved 15 beef bulls, with age ranging from 4 to 5 years and body weights ranging from 1050 to 1100 kgs. Collection were performed using artificial vagina with observed parameters consisting of semen volume, color, consistency, pH, concentration, mass movement, motility, life and death as well as sperma abnormality. Randomized Block Design with Factorial Treatment Pattern and descriptive method were used to analyze the data. Results showed that at the collection of two times per week, a highly significant influence (P<0.05) was found in the volume, pH, concentration, motility, sperm life and death of fresh semen, but not in sperma abnormality (P>0.05) and the best semen color, consistency, and compared to three times a week. At the collection of three times per week, however, no increase in sperm abnormality was detected. At the collection of two times per week a highly, significant influence (P<0.05) was also found in the motility of frozen semen, but no significant influence (P.0.05) was detected in life and death, and sperma abnormality of frozen semen among beef bulls.

Kata Kunci : Reproduksi Sapi, Kualitas Semen, Frekuensi Koleksi, collection frequency, semen, beef bulls.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.