Studi komparatif :: Hamlet dan Pararaton serta nilai kemanusiaannya
FAINUDDIN, Nuri, Prof.Dr. Rh. Djoko Pradopo
2006 | Tesis | S2 SastraKarya sastra merupakan refleksi masyarakat pada zaman karya sastra itu ditulis; yaitu masyarakat yang melingkungi penulis sebab sebagai anggotanya penulis tidak dapat lepas darinya ( Pradopo : 2002, 22 ). Tesis ini berisikan studi komparatif antara Hamlet dan Pararaton serta nilai-nilai kemanusiaannya. Ada kemiripan dan perbedaan di dalam karya sastra tersebut walaupun karya-karya trsebut berasal dari tempat dan waktu yang berbeda. Sumber Hamlet diambil dari abad ke-17, sedangkan Pararaton dari abad ke-12 sampai dengan abad ke 14. L atar tempat berasal dari daerah yang berbeda; daerah-daerah itu adalah Indonesia dan Eropa. Di dalam menganalisis karya sastra tersebut, penulis menggunakan teori komparatif yang dikemukakan oleh Claudio Guillen dan Henry Gifford.Guillen mengemukakan bahwa studi komparatif tidak hanya mencari kemiripan, tetapi cenderung mengarah kepada pencarian berbagai tegangan atau perbedaan antara yang bersifat lokal dengan universal, antara yang dihayati dan didambakan, dan antara yang ada sekarang dengan yang abadi. Gifford menyatakan bahwa sastra komparatif mempunyai sangkut paut dengan studi teks lintas budaya yakni lintas disiplin ilmu yang dihubungkan dengan pola-pola yang berhubungan dengan sastra lintas waktu dan ruang. Kemiripan dan perbedaan kedua karya sastra tersebut menjadi hasil temuan dalam tesis ini. Kemiripan dan perbedaan berada pada agama, kebudayaan, adatistiadat, percintaan, dan strategi. Nilai-nilai kemanusiaan berupa kehidupan yang lebih sempurna, kepatuhan, memegang teguh amanah, kebijaksanaan, hukum karma, keterlambatan bertaubat, dan penyesalan.
Literary works are the reflection of society when the literary works are written; that is society which surrounds its writer; as a member he can not be separated from it ( Pradopo : 2002, 22 ). This thesis contains a comparative study between Hamlet and Pararaton and their humanistic values. There are similarities and dissimilarities in the literary works although they come from different time and place. The source of Hamlet was taken in seventeenth century, whereas Pararaton was in twelfth up to fourteenth century. Their setting places come from different areas; they are Indonesia and Europe. In analyzing the literary works, the writer uses comparative theories that are stated by Claudio Guillen and Henry Gifford. Guillen stated that comparative study does not only look for its similarities and dissimilarities, but it tends to find its tension, or differences between local and universal things, between something enjoyed and expected, between what exists today and what is eternal. Gifford stated that comparative literature involves the study of texts across cultures, that is interdisciplinary and that is concerned with patterns of connection in literature across both time and space. Similarities and dissimilarities of the literary works and their humanistic values, become the research finding in this thesis. The similarities and dissimilarities are in religion, culture, custom, love, and strategy. Humanistic values are in the form of perfect life, obedience, consistence, wisdom, carma law, being late in asking forgiveness, and regret.
Kata Kunci : Karya Sastra,Hamlet dan Pararaton,Nilai,nilai Kemanusiaan, comparative study, Hamlet, Pararaton, humanistic values, and culture