Pengembangan kapasitas kelembagaan petani karet di Jambi
ALDRIN, Drs. Haryanto, MA
2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Pembangunan perkebunan karet yang dilakukan pemerintah telah terbukti memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah. Namun sejauh ini secara umum kondisi sosial ekonomi petani karet juga belum secara signifikan berubah sesuai yang diharapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunannya tidak cukup hanya dengan kemasan kebijakan modernisasi demi mempercepat pertumbuhan ekonomi. Perlu kiranya mempertimbangkan aspek kelembagaan petani karet misalnya norma-norma, dan kebiasaan yang secara turuntemurun telah berkembang dalam pola-pola tradisional. Dengan demikian, proses pembangunan yang digalakkan mengarah pada penguatan potensi sosial melalui mekanisme kelembagaan dan penguatannya dengan nilai intrinsik, sehingga kelembagaan akan berfungsi sebagai arena bagi peningkatan posisi tawar petani terhadap pasar maupun merespon kebijakan pemerintah. Sejauhmana upaya yang telah dilakukan pemerintah terhadap pembangunan sumberdaya kebun, dan pengelolaan kapasitas kelembagaan petani akan dicoba untuk dipaparkan dan dianalisis dalam penelitian ini. Diharapkan dari penelitian ini akan diketahui tentang pengelolaan lembaga petani karet dalam pengembangan sumberdaya kebun dan kapasitasnya ketika berinteraksi dengan pelaku eksternal, sehingga diperoleh pemahaman yang lebih baik tentang potensi sosial masyarakat dalam mengelola sumberdaya kebun mereka, sebagai alternatif bagi penentu kebijakan agar secara yakin berpihak pada kearifan lokal serta aktif mewujudkannya dalam praktek-praktek pembangunan masyarakat pedesaan di Provinsi Jambi. Untuk memaparkan realitas dan menganalisis fenomena serta dinamika yang terjadi dalam pembangunan tersebut, analisis dan kajiannya lebih ditekankan pada studi literatur dan berbagai teori dengan memanfaatkan segala informasi dan data yang ada. Penelitian dilakukan di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi dengan wawancara dan pengamatan yang mendalam terhadap kelembagaan petani karet di Desa Panerokan. Dalam pembangunan sumberdaya kebun tersebut ternyata belum banyak memberikan manfaat kepada petani karet, disebabkan kurangnya keterlibatan petani dan strategi pembangunan yang cenderung berorientasi kepada peningkatan produksi guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan memperbesar devisa daerah. Sementara, aspek persoalan sosial kemasyarakatan seperti lembagalembaga lokal tradisional dan berbagai relasi produksi di tingkat lokal yang terkait langsung dengan upaya peningkatan posisi tawar dan kehidupan petani karet justru terkesan diabaikan. Hal ini dapat diketahui dari pelembagaan lembaga petani, dimana secara internal, dimensi kepemimpinan, dan norma yang dianut terkesan begitu melekat kuat dan dapat dikatakan bisa meningkatkan posisi tawar mereka, namun ketika lembaga ini bergerak ke arena otoritas pemerintah, posisinya justru teralienasi, karena adanya ekslusivisme dari lembaga-lembaga bentukan pemerintah yang relatif belum mengakui keberadaan lembaga tradisional.
The development of rubber planted areas that the government do has given real contribution to the growth of local economy regency. But so far commonly social economy condition of rubber farmer it is not too significant change as they hope. It is indicate that the development it is not enough just modernization policy to fasten the economic growth. It is usual to looked at other aspect of rubber farmer as norm and habits that always be in traditional way. So that, the development process going to strengthen social potential through board mechanism dan strengthen with intrinsict va lue, so intitution will function as the bargaining position arena farmer through market or respon the government policy. How far the government initiate of the small holder estate sources development and how to collect the capacity of farmer board that ana lyze in this research. The result of this research that there is identifications how to manage the institution of rubber farmer into drafter small holder sources and capacity when they interacted with eksternal actor, so it will be in very good understanding about society potential social in extrading they small holder estate, as the alternative in decision making process that will support the local revenue and act locally development in Jambi Province. The reality and phenomenon analyzing and dynamic that happen in development, analyzing and observation more push in literature study and other theories that used by other information and data. Location of this research in Batanghari Regency of Jambi Province with indepth interview and observe against rubber farmer institution in Panerokan Village. In developing rubber small holder sources not even much than giving rubber farmer advantadge, because lack of farmer and development strategy that oriented into make higher production in giving economic growth and local taxes. Otherwise, social society aspect as the local traditional institutions and other relation of local product with higher margin of rubber farmer social life not enough necessary. It is known as local farmer institutions, internally, local discipline and encouragement, and norm is so powerful. But when the local goes up to authority of government they not in good position and seem they not neutral in giving their opinion about local institutions of rubber farmer in traditional institutions that they build.
Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah,Kelembagaan Petani Karet, development, bargaining position, traditional institution.