Dimensi pendidikan moral pada upacara Karia dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga :: Studi di Kabupaten Muna SUlawesi Tenggara
AME, La, Prof.Dr. Kodiran, MA
2006 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian dimensi pendidikan moral pada upacara karia dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi pendidikan moral pada upacara karia dalam memperkuat ketahanan budaya dalam konteks ketahanan nasional. Subyek penelitian berjumlah 20 informan yang terdiri dari empat orang tokoh adat, empat orang tokoh masyarakat, empat orang tokoh agama, satu orang pomantoto (pemandu) karia, tiga orang ibu rumah tangga yang telah dikaria, dan empat orang yang ditemui secara bebas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipasi dilakukan di rumah tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, di tempat penyelenggaraan karia, rumah penduduk, di lahan pertanian, dan di rumah pomantoto. Selain metode observasi partispasi juga menggunakan wawancara bebas (free interview) dan wawancara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karia merupakan peristiwa sejarah dari Raja Muna ke-16 terhadap puterinya, yang bernilai moral religius, sebagai medium dan momentum untuk membangun kesadaran perempuan untuk memahami kehidupan rumah tangga serta melakukan proyeksi penentuan langkah ke depan dalam kehidupan rumah tangganya. Nilai dasar yang ditanamkan dalam karia adalah disiplin dan pengendalian diri. Ajaran moral karia bersifat eudemonis serta menjauhkan nilai yang bersifat hedonis. Karia mempunyai hubungan yang erat dengan tujuan pendidikan, sebagai media yang berfungsi untuk memelihara nilai-nilai budaya esensial. Karia merupakan media untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri yang bersifat progresif. Kemajuan yang ingin dicapai adalah kebahagiaan lahiriah dan batiniah. Dalam konteks lingkungan keluarga nilai-nilai pendidikan moral karia mendukung dan memperkokoh ketahanan keluarga.
The research of morale education dimension in karia ceremony and their implication toward family stability aim to identification morale education dimension in karia ceremony to strengthen culture stability in context national stability. The subject of research amount 20 informant which consist of four personage tradition person, four personage public person, four personage religion person, a karia pomantoto (guide), three housewife person has been karia, and four person which free found. Data collection used observation participation method do in the personage tradition house, personage religion, personage public, karia exertion place, resident house, agriculture land, and pomantoto (guide) house. Beside observation participation method, also are use free interview and in depth interview. The result of research to show that karia is history event from Muna king 16th toward their princess, have value high religion morale as medium and moment for rise woman awareness. The awareness understands household live and doing projection determination of forward step their household. The fundamental value which planted in karia is discipline and self control. The karia morale lesson characteristic eudemonis and estrange of the value characteristic hedonis. The karia have close correlation with education aim as tool to maintain initial of culture value. The karia are way to develop and increase self quality which progressive characteristic. The progress want to achieve are physical and internal happiness. In the family environment context values of karia morale education support and strengthen family resilience.
Kata Kunci : Ketahanan Keluarga,Pendidikan Moral,Upacara Karia,Morale education, karia ceremony, family resilience