Analisa finansial kerjasama pemerintah Kota Dumai dengan PT. Riau Mineralindo Perkasa dan PT. Elnusa Petro Teknik dalam rangka melaksanakan pengelolaan air bersih di Kota Dumai
SUZANTRI, Mukhlis, Prof.Dr.Ir. Djoko Legono
2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (MPSA)Persoalan krusial Pemerintah Kota Dumai dalam pengelolaan air bersih dimasa sekarang dan yang akan datang adalah kemampuan menyediakan air bersih baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan jumlah cakupan layanan belum memadai. Pemerintah Kota Dumai telah berupaya untuk menyediakan air bersih melalui Badan Pengelolaan Air Bersih (BPAB) Kota Dumai. Namun pada kenyataannya penyediaan air bersih yang dikelola oleh BPAB belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Dumai. Untuk mengatasi masalah tersebut Pemerintah Kota Dumai melakukan kerjasama dengan PT. Riau Mineralindo Perkasa dan PT. Elnusa Petro Teknik dalam pengelolaan air bersih. Untuk mengetahui tingkat kelayakan investasi dalam kerjasama pengelolaan air bersih di Kota Dumai perlu dilakukan analisa finansial. Analisa finansial dimaksudkan untuk memberikan gambaran keuntungan maksimum dilihat dari skenario penyertaan modal antar pihak. Untuk mendukung analisa finansial diperlukan analisa prediksi kebutuhan air sebagai objek dalam memperoleh variabel pendapatan/manfaat. Untuk meningkatkan kinerja pemerintah sebagai public service serta mengoptimalkan peran sektor swasta dalam pengelolaan air bersih yang dilakukan di Kota Dumai, maka prinsip kerjasama yang diterapkan berupa usaha patungan Hasil studi menunjukkan bahwa bentuk kerjasama yang diterapkan adalah berupa usaha patungan atau dikenal dengan istilah joint venture. Untuk itu dibentuk suatu wadah Perseroan Terbatas (PT) yang diberi nama dengan PT. Tirta Dumai Negeri Bertuah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih dengan kapasitas produksi 500 l/d, jangka waktu kerjasama selama 15 (lima belas) tahun. Hasil perhitungan analisa ekonomi untuk kapasitas design tahap I 350 l/d dilanjutkan tahap II 150 l/d menunjukan nilai BCR = 1,10, NPV Rp. 22.653.506.231 dan IRR = 16,56 % pada tingkat suku 16 %. Sedangkan untuk kapasitas design tahap I 300 l/d dilanjutkan tahap II 200 l/d menunjukkan nilai BCR = 1,12, NPV Rp. 26.605.445.417 dan IRR = 16,85 % pada tingkat suku bunga 16 %. Dilihat dari ketiga parameter manfaat dan biaya proyek kerjasama Pemerintah Kota Dumai dengan PT. Riau Mineralindo Perkasa dan PT. Elnusa Petro Teknik dengan penetapan harga air Rp 3.250/m3 kedua skenario tersebut secara ekonomi layak untuk dilaksanakan.
Major challenge of Dumai city in drinking water management in recent and future time is the low ability of supplying drinking water by adequate quality, quantity, contuinity and cover area Dumai government have been try to supply drinking water by Badan Pengelolaan Air Bersih/BPAB (Drinking Water Management Office) of Dumai city. At field, this BPAB supplying of drinking water for community have not fulfill community demand in drinking water at Dumai city. To overcome this problem, Dumai city Government should conduct cooperation with PT. Riau Mineralindo Perkasa and PT. Elnusa Petro Teknik in Dumai drinking water supply. To study investment reliability in this drinking water supply management cooperation at Dumai city, financial analysis should be conducted. Financial analysis aimed to give overall view of maximum benefit from invest sharing between parties. To support finance analysis, prediction analysis of water demand as object is nedeed in get benefit variable. To improve government performance as public service and improving non-government office role in drinking water management at Dumai city, cooperation used was a joint venture. From study below could be found that cooperation used is a joint venture. For this purpose, a PT/Perseroan Terbatas (Limited Company) was made by name of PT Tirta Dumai Negeri Bertuah which work in drinking water supply system by production capacity of 500 l/sec, in 15 years working period. From calculation of economical analysis for design capacity step I 350 l/sec, continued by step II 150 l/sec give value of BCR=1.10, NPV Rp 22.653.506.231 and IRR = 16,56 % on rate of 16%. While for design capacity step I 300 l/sec, continued by step II 200 l/sec give value of BCR=1.12, NPV Rp 26.605.445.417 and IRR = 16,85 % on rate of 16%. From three usage parameter and joint venture finance project between Dumai City Government with PT. Riau Mineralindo Perkasa dan PT. Elnusa Petro Teknik by water price of Rp 3,250,-/m3, those two scenarios give result that project is reliable to be implemented.
Kata Kunci : Sumberdaya Air,Kerjasama Pengelolaan,Pemerintah Kota dan Swasta, financial analysis, water demand, joint venture