Pengembangan Sistem Informasi Pendukung Keputusan Pemeliharaan Jalan Kereta Api
IFA, Rita, Dr.Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo
2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (MPSP)Kondisi jalan rel yang ada dan pengembangannya di Propinsi Jawa Tengah ditujukan untuk dapat melayani pengguna jasa kereta api dengan aman, nyaman, lancar dan harga terjangkau. Guna memenuhi standar pelayanan tersebut perlu dilakukan pemeliharaan yang berkelanjutan. Pemeliharaan yang dilakukan selama ini dengan model perawatan berencana yang menggunakan kereta ukur yang handal tiap 3 kali dalam setahun. Akan tetapi hasil pengukurannya berdasarkan kerusakan geometri tanpa diketahui komponen jalan rel yang mengalami kerusakan. Untuk mengatasinya perlu penelitian yang bertujuan menilai kondisi komponen jalan rel sehingga diperoleh kondisi jalan rel pada tiap ruas dan pengembangan sistem informasi pendukung keputusan pemeliharaan jalan rel sehingga manfaat yang diperoleh pengambil keputusan dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam pemeliharaan jalan rel. Penelitian ini dilakukan di lintas Kedungjati-Gundih dengan mengambil data inspeksi visual pada rel, penambat, sambungan, bantalan, balas, kondisi lingkungan. Pengukuran deviasi geometri menggunakan alat ukur. Dalam penelitian ini, menggunakan metode Track Structure Condition Index (TSCI). TSCI terdiri dari kondisi indek (rel,sambungan,penambat), kondisi indek bantalan, kondisi indek balas, subgrade. Tiap kondisi komponen mempunyai skala indek 0 sampai 100 berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan serta density. Dari metode koefisien kerusakan yang dikembangkan Japanese National Railway (JNR) dapat diketahui jenis sarana yang menyebabkan kerusakan terbesar, kondisi beban serta kondisi struktur. Hasil analisa penilaian kondisi jalan rel dengan metode TSCI ditransformasi kedalam bentuk aplikasi program sehingga diperoleh pengembangan sistem informasi pendukung keputusan pemeliharaan jalan rel. Hasil analisis menunjukkan kerusakan yang terjadi 82,8 dengan nilai indek kondisi sebesar 17,2 pada ruas Karangsono-Gundih dan ruas Gedangan – Telawa kerusakan yang terjadi 76,75 dengan nilai indek kondisi 23,246. Kedua ruas dikatagorikan very poor sehingga perlu segera tindakan perbaikan artinya pekerjaan perbaikan menyeluruh atau rehabilitasi. Kerusakan struktur disebabkan akibat balas mati, kotor yang dapat ditunjukkan tumbuhnya tanaman pada jalur kereta, sistem penambat yang rusak, rel yang rusak karena lelah, aus disebabkan oleh umur rel melebihi umur pelayanan. Demikian juga faktor kerusakan bantalan yang lapuk karena cuaca, umur bantalan yang ada (20 tahun) melebihi umur pelayanan (10 tahun). Akhirnya semua faktor diatas akan mempengaruhi kerusakan geometri. Dalam study ini dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan rel ditentukan oleh kondisi struktur meskipun beban rendah dan dilakukan pembatasan kecepatan serta dan dari pengembangan sistem informasi pendukung keputusan pemeliharaan jalan rel dapat diketahui jenis kerusakan, komponen yang rusak, kondisi jalan rel menyeluruh tiap ruas secara cepat.
Condition railroad existing and it’s development in province of Central Java to purpose can service user train with safety, comfortable, fluent and cost reachable. For to reach service of standard necessary remedial action be continue. Maintenance was done for this with schedule maintenance with use track recording cars three times in year. But measurement result base on geometry deterioration without was known component structure railroad defect. To solution need objective study assessment condition each segment and development system information decision support of maintenance track. This case study in this research is done at Kedungjati-Gundih segment to take primary data with use visual inspection like this rail, fastening, joint, tie, ballast and environment area. Deviation geometry measurement use manual tool. This study use method track structure condition index (TSCI). The TSCI is computed from Tie Condition Index (TCI), Rail and Joint Condition Index (RJCI), and the Balllast and Subgrade Condition Index. Utilizing index scale ranging from 0 to 100, these index derived from presence, severity, density of defect based track distress. From method coefficient deterioration was development by Japanese National Railway can know type vehicle caused by heavy distress, loading condition, structure condition. Analyst result assessment method TSCI was transformed to application program so product development system information of maintenance railroad. Analyst result show that breakage of value occur 82,8 with Index value condition as 17,2 at Karangsono-Gundih segment and 23,246 at Gedangan-Telawa segment. Both segments were catagorized very poor with scale priority maintenance number as 7, means a whole of repaired job or rehabilitation. Deterioration structure as generally is caused by settlement ballast, because ballast fouling and death caused by growth vegetation and it is not resiliency. Fastening system breakdown, rail indicate rail defect caused fatigue, rail life exceed life service, failure and undulate. Likewise, decay of ties due to weather and tie life (20 year) exceed life (10 year) service so can not support cycle loading, finally all the factors mentioned above caused track geometry deterioration. This study can conclude that failure track is determined by loading (passing tonnage), speed and structure condition, although low loading and operating restriction. From development system information decision support of maintenance track could known type defect, component distress, and condition index e overall each segment fast.
Kata Kunci : Jalan Kereta Api,Pemeliharaan,Sistem Informasi Pendukung Keputusan, information, maintenance, track structure