Manajemen pemeliharaan Apron Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta
ARISMAN, Dedek, Dr.Ir. Hary Christady H., M.Eng.,DEA
2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (MPSP)Bandar udara Adisutjipto berperan penting pada penerbangan sipil domestik karena Yogyakarta sebagai kota pelajar dan merupakan daerah wisata ke dua setelah Bali. Dari tahun ke tahun cenderung selalu mengalami peningkatan dalam hal penumpang dan pengiriman barang, baik yang datang maupun yang pergi. Untuk itu perlu di lakukan evaluasi kebutuhan akan fasilitas terutama fasilitas sisi udara dalam hal ini adalah fasilitas landasan parkir pesawat (apron) karena hal ini berhubungan dengan jumlah pergerakan pesawat dan juga mengenai manajemen pemeliharaan fasilitas tersebut karena berhubungan dengan kesalamatan penerbangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2001. Penelitian ini menggunakan analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah penggunaan rumus (Japan International Coorperation Agency) JICA (1991) untuk perhitungan kapasitas jam puncak apron. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa jumlah penumpang untuk Tahun 2010 adalah berjumlah 1.768.850 orang dan sedangkan untuk Tahun 2015 berjumlah 2.008.135 orang. Dari hasil analisis didapat bahwa kebutuhan fasilitas sisi udara seperti luas apron pada Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta untuk tahun 2010 dan 2015 tidak memerlukan penambahan fasilitas. Akan tetapi harus dilakukan manajemen pemeliharaan yang baik agar fasilitas yang ada tetap baik kualitasnya, untuk pemeliharaan fasilitas sisi udara seperti apron harus tetap dilaksanakan tidak boleh ada pengurangan karena kebutuhan fasilitas ini sangat mempengaruhi keselamatan penerbangan berbeda dengan pemeliharaan fasilitas sisi darat yang dapat di kurangi akan tetapi tidak boleh mengurangi kenyamanan penumpangnya.
Adisutjipto airport have important role in domestic flight because Yogyakarta as students city and second tourist destination region after Bali. Year by year it always increase in passenger and stuff dispatch, whether arriving or departure. Then it is necessary to evaluate facilities need especially in air part, in this case is facility of plane park ground (apron) because this have correlation with number of plane movement and also the facility maintenance management. That also in regard with flight safety according to Governmental Rule Number 3 Year 2001. This study use data analysis from JICA (Japan International Corporation Agency) formula (1991) for calculation of apron peak hour capacity. From this study it is shown that number of passenger for year 2010 amount to 1,768,850 persons whereas for year 2015 amount to 2,008,135 persons. From analysis result it is found that air side facility need as apron area of Adisutjipto Airport for year 2010 and 2015 it is need not additional facility. However, it should be performed good maintenance management then existing facility always in good quality. For air side facility maintenance like apron, it have to be performed maintenance without reduction because this facility need have great influence toward flight safety, and it is different with ground side facility safety that can be reduced but it must not reduce passenger comfort.
Kata Kunci : Bandar Udara, Kunjungan Pemeliharaan Apron, plane type B 737-400, peak hour, number of passenger volume.