Kajian sistem jaringan pipa untuk optimalisasi pengelolaannya :: Studi kasus pada kawasan pesisir Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan
BENU, Jakob E.P, Dr.Ir. Radianta Triatmadja
2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (MPSP)Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap manusia sehingga harus dapat tersedia dengan baik dalam hal kualitas, kuantitas dan kepastian waktu pelayanan. Ketersediaan air bersih ditentukan oleh adanya sumber air dan jaringan yang mampu melayani kebutuhan masyarakat secara umum. Permasalahan yang terjadi pada jaringan eksisting berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pelayanan. Penelitian ini dilakukan pada kawasan pesisir Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan melakukan kajian optimalisasi terhadap sistem jaringan eksisting dan selanjutnya dilakukan kajian analisis untuk pengembangan sehingga kuantitas dan kepastian waktu pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dilakukan dengan mengajukan kuesioner. Prediksi kinerja operasional jaringan pengembangan dilakukan dengan membandingkan terhadap kinerja PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan maupun kinerja jaringan eksisting yang sudah beroperasi di Kecamatan Kualin. Hasil penelitian dengan simulasi WaterNet menunjukkan bahwa besarnya tinggi tekanan pada node mencapai diatas 300 m H2O, untuk itu dengan penempatan PRV (Pressure Reducing Valve) maka tinggi tekanan diatur sesuai dengan tinggi tekanan yang diijinkan baik pada jaringan eksisting maupun pengembangan. Terdapat beberapa pipa jaringan eksisting pada jalur Kiufatu, Tuafanu, dan Toineke bekerja tidak optimal bila menggunakan fluktuasi kebutuhan, sehingga perlu dilakukan penggantian diameter pipa dari diameter 0,05 m menjadi 0.15 m, 0,1 m, dan 0,075 m pada saat pengembangan jaringan. Evaluasi kinerja operasional terhadap PDAM Kota SoE menunjukkan nilai kinerja sampai tahun 2004 adalah 17,87 adalah kurang (nilai kinerja >12 – 18), serta nilai kinerja pengelolaan Jaringan di Kecamatan Kualin sampai tahun 2004 adalah 8,51 menunjukkan nilai tidak baik (nilai kinerja ≤12). Prediksi kinerja operasional jaringan pengembangan pada tahun 2008 sebesar 24,68, tahun 2012 sebesar 25,53 dan tahun 2016 sebesar 25,53 dalam skala kategori baik (nilai kinerja >24 – 30). Nilai kinerja operasional diatas 30 merupakan nilai kinerja tertinggi dimana nilai tersebut menunjukkan angka baik sekali bagi PDAM dalam menjalankan operasionalnya. Kapasitas sumber air eksisting dan pengembangan mampu melayani 60 % jumlah penduduk dengan waktu layanan 24 jam sampai dengan tahun 2016.
Being one of the most basic needs for human being, clean water must always be properly available on its quality, quantity and service punctuality. Clean water availability depends on the source and network capability to serve the people’s need in general. Problems occurred in the existing network will consequently give direct influence to its service performance. This research was carried out on the coastal area in Kualin Sub District of Timor Tengah Selatan District by studying the existing network system followed by analysis for the development to have the quantity and service punctuality suited to the people’s demand. The people’s economic and social condition was identified through questionnaire. The prediction on the operational aspect performance of the existing network was taken by comparing the PDAM of Timor Tengah Selatan District to the performance of the existing network being operated in Kualin District. Results of WaterNet simulation showed that the node pressure head was above 300 m H2O. Therefore, by positioning PRV (Pressure Reducing Valve), the pressure head can be arranged based on the allowable pressure both for the existing and developed networks. Some of the pipes on the existing network in Kiufatu, Tuafanu and Toineke lines did not work optimally under the demand fluctuation. This condition required pipe diameter changing from 0,05 m to 0,15 m, 0,1 m and 0,075 m, respectively, during the network development. Operational performance evaluation for PDAM Kota SoE up to the year 2004 was 17,87 that indicated “poor“ performance value (performance value > 12 – 18). Network management performance value for Kualin Sub-District up to the year 2004 was 8,51 that indicated “not good†value (performance value ≤ 12). Predicted operational performance of the developed network up to the year 2008, 2012, 2016 were 24,68, 25,53 and 25,53, respectively (performance value > 24 – 30). Operational performance value above 30 is the highest performance value for PDAM in providing its operation. Water source capacity up to the year 2016 for both existing and developed networks was only capable to serve 60 % of the people numbers within 24 hours service period.
Kata Kunci : Sistem Jaringan Pipa, Air Bersih, Pengelolaan, Pipe Network, Optimalization, Simulation, Operational Performance.