Distribusi sedimen suspensi aliran seragam pada saluran terbuka tampang Trapesium :: Studi kasus Saluran Mataram Yogyakarta
SJARBAINY, Nashrullah Chatib, Dr.Ir. Bambang Agus Kironoto
2006 | Tesis | S2 Teknik SipilPengambilan sampel sedimen suspensi di lapangan seringkali tidak dapat dilakukan sesuai dengan standar pengambilan sampel yang benar karena banyaknya kendala yang dihadapi di lapangan. Hal ini berakibat pada ketidak-telitian prediksi debit sedimen suspensi yang diperoleh. Bagaimana dan pada lokasi mana pengambilan sampel dilakukan barangkali perlu diperhatikan sehubungan dengan berbagai kendala pengambilan sampel di lapangan. Pengukuran distribusi sedimen suspensi (dan distribusi kecepatan) dilakukan di Saluran Mataram, Yogyakarta, pada tampang trapesium dengan kemiringan tebing 1 : 1 – 1,5. Pengukuran konsentrasi sedimen suspensi dilakukan dengan menggunakan alat opcon, sedangkan pengukuran kecepatan dengan alat electronic dan propeller currentmeter. Pada penelitian ini dipilih sepuluh tampang saluran dengan beberapa variasi antara lain, lebar saluran 5,60 – 11,10 m, kedalaman aliran 0,54 – 1,05 m, aspek rasio 5,34 – 19,32, dan kemiringan muka air 0,0008 – 0,00054. Hasil pengukuran sedimen suspensi menunjukkan bahwa distribusinya semakin bertambah dari permukaan air ke dasar saluran dengan pola cembung. Dibandingkan dengan pengukuran data pada tampang segiempat di laboratorium, data pengukuran pada penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan distribusi, yang mana sangat dipengaruhi oleh konsentrasi sedimen. Persamaan Rouse untuk konsentrasi sedimen suspensi dapat digunakan untuk mengevaluasi pengukuran data, walupun demikian hasilnya harus diberikan koreksi. Debit sedimen rata-rata tampang dapat dihitung dari pengukuran konsentrasi sedimen pada posisi tertentu arah transversal dengan memberikan suatu faktor koreksi. Perhitungan tidak perlu dikoreksi pada posisi pengukuran z/B = 0,25.
Sampling of Suspended sediment in the field is often conducted not in accordance with the appropriate sampling standards due to many constraints found in the field. This will lead to inaccuracies in the prediction of suspended sediment discharge. How and where the sampling is conducted should be taken into account in relation to various sampling constraints found in the field. The measurements of suspended sediment (and velocity) distributions are conducted in Mataram Channel in Yogyakarta, in trapezoid channels with the side slopes 1 : 1 – 1,5. The measurement of suspended sediment concentration was done by using opcon, whereas the measurement of velocity was done by electronic and propeller currentmeter. Ten (10) channels are chosen in this study, which some variations, such as, width channel, 5.60 – 11.10 m, flow depth, 0.54 – 1.05 m, aspect ratio, 5.34 – 19.32, and water surface slope, 0.00008 – 0.00054. The suspended sediment measurements show that the distributions increase from the surface water to the bottom (bed channel), they have convex forms. Compare with the measurement data in the rectangle channel in laboratory, the data measured in this study show different distributions, which might be influenced by the amount of suspended concentrations. Rouse equation for suspended sediment concentration can be used to evaluate the measurement data, however, it should be corrected. The averaged cross section of sediment discharge can be obtained from the measurement of sediment concentration at a certain position in transversal direction, with applying a certain correction. No correction is needed for the measurement obtain at z/B = 0.25.
Kata Kunci : Sedimen Suspensi,Distribusi Konsentrasi,Saluran Terbuka Tampang Trapesium, Field measurement, trapezoid channel, and suspended sediment