Laporkan Masalah

Rancang bangun PLTMH Minggir dan study model Turbin Propeler berdiameter 800 mm

BASUKI, Rachmad, Prof.Dr.Ir. Indarto, DEA

2005 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Mag. Sistem Teknik-Mikrohidro)

Kondisi kelistrikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami devisit sangat besar, yaitu antara permintaan dan penyediaan tidak seimbang. Sebenarnya hal tersebut sudah ditengarai oleh Deparetemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan menyatakan; konsumsi perkapita secara nasional diperkirakan meningkat dari 0,42 MWh/kapita pada tahun 2003 mencapai 0,68 MWh/kapita pada tahun 2013 (Departemen ESDM, 2004). Untunglah pemerintah menetapkan regulasi tentang kewajiban pelaku energi menggunakan energi terbarukan (renewable energy obligation) dalam jumlah tertentu (Departemen ESDM, 2004). Pada kajian rancang bangun PLTMH Minggir bertujuan untuk memberikan pedoman bagi pelaksana dalam pekerjaan sipil, sehingga tahapan pelaksanaan lebih terfokus pada tujuan pembangunan pembangkit listrik mikrohidro. Sedangkan pada kajian model untuk membuat benda sebenarnya tapi dengan bentuk yang lebih kecil sehingga pembuatannya selesai lebih dahulu dari benda sesungguhnya. Turbin Kaplan dan Propeler merupakan turbin aliran aksial, yang secara umum digunakan pada head rendah (Celso Penche, 1998).Turbin Kaplan diletakkan pada posisi horisontal, pemasangan turbin Kaplan semacam ini disebut open-flume (Emil Mosonyi, 1987). Rancang bangun yang digunakan pada konstruksi turbin propeler agak berbeda dengan jenis lain, disini tidak memerlukan pipa pesat (penstock). Untuk konstruksi lain pada dasarnya sama. Intake, saluran pembawa (canal), bak penampung (forebay), power house, dan pada turbin propeler diperlukan pipa pelepas/ hisap (draft tube), merupakan konstruksi dasar yang harus dibuat. Celso (1998) mengemukakan antara model dan prototipe (bentuk sebenarnya) disyaratkan adanya, kesamaan geometrik, kesamaan volumetric. Tetapi RS Khurmi (1983) dapat lebih aplikatif membuat penurunan rumus similaritas mendasarkan pada similaritas geometris, kinematis dan dinamis. Hipotesis dari penelitian ini ada 2 (dua) 1. Rancang bangun PLTMH Minggir sudah sesuai dengan standar konstruksi bangunan. 2. Turbin propeler berdiameter 800 mm yang dibuat model dapat befungsi sama dengan ukuran yang sebenarnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Rancang bangun PLTMH Minggir sudah dibuat sesuai dengan konstruksi bangunan sipil pada umumnya. Perubahan rancangan yang semula satu tahap pekerjaan dikemudian hari ada pembangunan tahap kedua. Dalam tulisan ini sudah disiapkan rancang bangun dari gambar hingga perhitungan teknis lainnya. Turbin dengan propeler 800 mm telah dibuat menjadi model dengan propeler 125 mm, dan terselesaikan sebelum turbin sebenarnya dibuat. Tetapi pada perkembangannya turbin propeler 800 mm tidak jadi dibuat pada pekerjaan PLTMH Minggir. Pada pengujian awal hanya mampu memutar propeler turbin, tetapi tidak dapat menghasilkan daya listrik. Sehingga dua hipotesis yang pertama dapat diterima, bahwa rancang bangun PLTMH Minggir sudah sesuai dengan standar konstruksi bangunan. Sedangkan yang kedua dapat diterima, tetapi untuk penguian pendahuluan perlun dilanjutkan karena belum mendapatkan hasil yang signifikan.

Kondisi kelistrikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami devisit sangat besar, yaitu antara permintaan dan penyediaan tidak seimbang. Sebenarnya hal tersebut sudah ditengarai oleh Deparetemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan menyatakan; konsumsi perkapita secara nasional diperkirakan meningkat dari 0,42 MWh/kapita pada tahun 2003 mencapai 0,68 MWh/kapita pada tahun 2013 (Departemen ESDM, 2004). Untunglah pemerintah menetapkan regulasi tentang kewajiban pelaku energi menggunakan energi terbarukan (renewable energy obligation) dalam jumlah tertentu (Departemen ESDM, 2004). Pada kajian rancang bangun PLTMH Minggir bertujuan untuk memberikan pedoman bagi pelaksana dalam pekerjaan sipil, sehingga tahapan pelaksanaan lebih terfokus pada tujuan pembangunan pembangkit listrik mikrohidro. Sedangkan pada kajian model untuk membuat benda sebenarnya tapi dengan bentuk yang lebih kecil sehingga pembuatannya selesai lebih dahulu dari benda sesungguhnya. Turbin Kaplan dan Propeler merupakan turbin aliran aksial, yang secara umum digunakan pada head rendah (Celso Penche, 1998).Turbin Kaplan diletakkan pada posisi horisontal, pemasangan turbin Kaplan semacam ini disebut open-flume (Emil Mosonyi, 1987). Rancang bangun yang digunakan pada konstruksi turbin propeler agak berbeda dengan jenis lain, disini tidak memerlukan pipa pesat (penstock). Untuk konstruksi lain pada dasarnya sama. Intake, saluran pembawa (canal), bak penampung (forebay), power house, dan pada turbin propeler diperlukan pipa pelepas/ hisap (draft tube), merupakan konstruksi dasar yang harus dibuat. Celso (1998) mengemukakan antara model dan prototipe (bentuk sebenarnya) disyaratkan adanya, kesamaan geometrik, kesamaan volumetric. Tetapi RS Khurmi (1983) dapat lebih aplikatif membuat penurunan rumus similaritas mendasarkan pada similaritas geometris, kinematis dan dinamis. Hipotesis dari penelitian ini ada 2 (dua) 1. Rancang bangun PLTMH Minggir sudah sesuai dengan standar konstruksi bangunan. 2. Turbin propeler berdiameter 800 mm yang dibuat model dapat befungsi sama dengan ukuran yang sebenarnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Rancang bangun PLTMH Minggir sudah dibuat sesuai dengan konstruksi bangunan sipil pada umumnya. Perubahan rancangan yang semula satu tahap pekerjaan dikemudian hari ada pembangunan tahap kedua. Dalam tulisan ini sudah disiapkan rancang bangun dari gambar hingga perhitungan teknis lainnya. Turbin dengan propeler 800 mm telah dibuat menjadi model dengan propeler 125 mm, dan terselesaikan sebelum turbin sebenarnya dibuat. Tetapi pada perkembangannya turbin propeler 800 mm tidak jadi dibuat pada pekerjaan PLTMH Minggir. Pada pengujian awal hanya mampu memutar propeler turbin, tetapi tidak dapat menghasilkan daya listrik. Sehingga dua hipotesis yang pertama dapat diterima, bahwa rancang bangun PLTMH Minggir sudah sesuai dengan standar konstruksi bangunan. Sedangkan yang kedua dapat diterima, tetapi untuk penguian pendahuluan perlun dilanjutkan karena belum mendapatkan hasil yang signifikan.

Kata Kunci : PLTMH,Rancang Bangun,Turbin Propeller Diameter 800 mm, Kondisi kelistrikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami devisit sangat besar, yaitu antara permintaan dan penyediaan tidak seimbang. Sebenarnya hal tersebut sudah ditengarai oleh Deparetemen Ener


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.