Pengaruh masukan panas terhadap sifat-sifat statis dan dinamis pada pengelasan baja SM 490 dengan menggunakan las bubut rendam elektroda Mn tinggi (EH 14)
SETIAWAN, Anang, M. Noer Ilman, ST.,M.Sc.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik MesinLas SAW merupakan salah satu metode pengelasan yang banyak digunakan untuk sambungan konstruksi berat, misalnya konstruksi jembatan. Luasnya pemakaian las SAW disebabkan karena pengelasan dapat dilakukan secara otomatis dan memiliki keandalan yang tinggi. Sifat-sifat statis dan dinamis pada hasil pengelasan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti Komposisi Kimia logam las, Masukan panas , Filler, Fluk dan lain- lain. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh masukan panas. Percobaan dilakukan menggunakan bahan Baja SM 490 dan Filler jenis EH 14 sedangkan masukan panas yang digunakan adalah 1,26 kJ/mm, 2,1 kJ/mm, 3,16 kJ/mm dan 4,3 kJ/mm. Dari hasil penelitian menunjukkan terjadinya pembesaran ukuran struktur mikro untuk setiap kenaikan masukan panas . Pada masukan panas 1,26 kJ/mm menunjukkan frekuensi acicular ferrite yang lebih banyak, sehingga memberikan nilai kekerasan dan ketangguhan las tertinggi sebesar 60,5 Joule pada suhu transisi -200 C, serta bentuk patahan dari pengujian fatik dapat di katagorikan sebagai material yang ulet, sedangkan kekerasan yang paling kecil terjadi pada masukan panas 4,3 kJ/mm, hal tersebut terjadi karena mengalami pendinginan yang paling lambat dan struktur mikronya didominasi oleh grain boundary ferrite. Hasil pengujian tarik logam las menunjukkan tegangan maksimum dengan masukan panas sebesar 2,1 kJ/mm memberikan kekuatan yang terbesar.
SAW is one of method for welding process which used for the extensions of heavy construction, for example bridge construction. Broadness usage of SAW caused by welding process can be done automatically and have high reliability. Dynamic and static properties of weld metal were influenced by many factors such as chemical composition, Heat input, Filler, Fluks, etc. This research aim to to study influence of hot input. Welding Process was carried out using SAW process with the material is SM 490, filler type used was EH 14 and the heat input were varied at 1,26 kJ / mm, 2,1 kJ / mm, 3,16 kJ / mm and 4,3 kJ / mm. The Results of this research show that an increase on heat input leads to coarsening the microstructure on the weld metal. A maximum percentage of acicular ferrite and hence the highest impact toughness, hardness were achieved at weld metal with heat input 1, 26 kJ/mm. Heat input 2,1 kJ/mm gave the best result for tensile test.
Kata Kunci : Las SAW,Baja SM 490,Filler EH 14, SAW , SM 490, Heat Input