Laporkan Masalah

Koefisien perpindahan kalor dua fasa (Air-Udara) aliran gelembung searah ke atas dalam pipa yang dipanaskan

WARDOYO, Ir. Purnomo, MSME.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Aliran dua fasa banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada ketel uap, alat penukar kalor, aliran gas alam bersamaan dengan minyak dalam pengeboran miyak. Perpindahan kalor dua fasa yang terjadi dipengaruhi oleh pola aliran, debit aliran dan properties fluida yang digunakan. Aerator aquarium digunakan untuk membangkitkan gelembung secara merata dalam aliran. Debit air dalam saluran dibatasi 1,111 lpm sampai 2,370 lpm dengan variasi fraksi hampa 0,0258 sampai 0,0685. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan koefisien perpindahan kalor dengan meningkatnya fraksi hampa. Persamaan korelasi empiris "rumus" Persamaan empiris tersebut berlaku pada kondisi : 0,0258 < α < 0,0685 ; 1280 < ReL < 3491; 3,25 < ReG < 4,77; 3,70 < PrL < 5,36; 0,64 < PrG < 0,73.

Two phase flow occurs in many applications, such as steam generations, heat exchangers, flow of natural gas and oil in wellbores. Two phase flow heat transfer depending on flow pattern, flow rates and properties of fluids. Aquarium aerator used to create uniform bubble flow. Water volumetric flow rates from about 1,111 Lpm to 2,370 Lpm with void fraction 0,0258 to 0,0685. The results show that heat transfer coefficient of two phase flow increases with the increasing void fraction. The empirical equation of the heat transfer coefficient can be presented as "formula" This equation has been confirmed experimentally for the range of condition : 0,0258 < α < 0,0685 ; 1280 < ReL <3491; 3,25 < ReG < 4,77; 3,70 < PrL < 5,36; 0,64 < PrG < 0,73.

Kata Kunci : Koefisien Perpindahan Kalor Dua Fasa,Aliran Gelembung,Pipa Tegak,heat transfer coefficient, void fraction, bubble flow, vertical pipe


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.