Laporkan Masalah

Penentuan lama pengamatan terpendek pada pengadaan jaring GPS menggunakan Receiver Leica GS20 PDM dengan metode Relatif Statik untuk pembentukan SIG PBB

PUSPITA, Andreas Hendro, Ir. Hadiman, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Peta digital yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis PBB memerlukan titik ikat untuk mengontrol posisinya di permukaan bumi. Untuk memperoleh titik ikat yang berketelitian tinggi diperlukan waktu pengamatan yang cukup lama, sehingga tidak bisa diperoleh kecepatan kerja yang tinggi. Dengan menggunakan alat Leica GS20 PDM yang sudah dimiliki setiap KPPBB, harus diusahakan perolehan titik kontrol berketelitian tinggi dan dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat. Penelitian dilakukan dengan mengolah hasil pengamatan satelit GPS pada 64 titik kontrol yang membentuk jaring Segitiga dari 2 sesi pengamatan di kawasan Bukit Semarang Baru Kota Semarang yang masing-masing sesi selama 60 menit menggunakan sampling rate 15 detik. Data pengamatan diolah dengan memotongnya menjadi 11 interval lama pengamatan, yaitu 5, 6, 7, 8, 9, 10, 15, 20, 30, 45 dan 60 menit. Setiap interval lama pengamatan diolah menjadi baseline dan diratakan dalam bentuk jaringan dengan metode minimal constraint menggunakan sebuah titik orde 2 dalam jaringan segitiga yang telah diketahui koordinatnya. Analisis dari data tersebut dilakukan dengan membandingkan data pengamatan, ketelitian baseline sebelum diratakan dalam jaringan dan besarnya elip kesalahan relatif hasil perataan jaringan dengan standar titik kontrol horizontal kelas C yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengamatan 5 menit belum bisa digunakan untuk memecahkan ambiguitas fase. Lama pengamatan 6 menit dan 7 menit menghasilkan jaringan yang kurang baik dikarenakan adanya outlier yang terdeteksi. Lama pengamatan 8 menit merupakan waktu terpendek untuk memperoleh kualitas jaringan yang setingkat dengan jaring kontrol kelas C. Dua puluh menit pengamatan dapat menghasilkan jaringan dengan elip kesalahan relatif yang terkecil.

The digital map used within the Land and Building Tax Office’s Geographic Information System needs control points to control its position on the earth’s surface. To obtain a high accuracy control point, a GPS observation needs a long enough time, so that a high work speed cannot be achieved. Using Leica GS20 PDM GPS receiver owned by each Land and Building Tax Office, an effort must take place to obtain a high accuracy control point and the observation can be done in a short time. The research was done by processing GPS satellite observation result from two observation session at the Semarang City Bukit Semarang Baru (BSB) of 60 minutes each using 15 second sampling rate. The observation data processed by cutting them into 11 observation time intervals of 5, 6, 7, 8, 9, 10, 15, 20, 30, 45 and 60 minutes. Every observation time interval was processed to baselines and adjusted in a network form using minimal constraint method (with an orde 2 point in the network, which coordinates has been known). The analysis of the data was done by comparing the observation data, pre network adjusted baseline precision and adjustment result relative error ellipse with the C class horizontal control point standard regulated in the Indonesian National Standard. The research result shows that 5 minutes of observation time cannot be used to solve the phase ambiguity. The 6 and 7 minutes of observation time produce a not good enough network by detected outlier. The 8 minutes of observation is the shortest time to obtain network quality with C class network control. The 20 minutes of observation can generate a network with the smallest relative error ellipse.

Kata Kunci : SIG PBB,Leica GS20 PDM,Jaring Kontrol, baseline, network, control network


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.