Laporkan Masalah

Pemanfaatan Citra Quickbird sebagai komponen untuk pembuatan peta zona nilai tanah di wilayah perbatasan antar dua Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan :: Studi kasus Perbatasan Kecamatan Tegalrejo (KP. PBB Yogyakarta) dan Kecamatan Mlati (KP. PBB Sleman)

MARTA'IN, Ir. Christine Noegroho Kartini, SU.Pj

2006 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penentuan NJOP didasarkan pada peta Zona Nilai Tanah ( ZNT ). Kantor Pelayanan PBB ( KP. PBB ) dalam menetapkan NJOP masih didasarkan pada peta ZNT desa yang sifatnya lokal, maka sering terjadi perbedaan penetapan NJOP pada obyek-obyek yang terletak di wilayah perbatasan antar dua KP. PBB, sehingga di wilayah perbatasan sering terjadi konflik terhadap besarnya pajak terhutang PBB. Salah satu cara untuk mengatasi perbedaan penetapan NJOP di wilayah perbatasan adalah dengan membuat peta ZNT khusus untuk wilayah perbatasan antar dua KP. PBB. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta ZNT wilayah perbatasan antar dua KP. PBB tahun 2005, yang salah satu komponennya adalah memanfaatkan hasil ekstraksi dari citra QUICKBIRD. Penelitian dilakukan di wilayah perbatasan kecamatan Tegalrejo ( KP. PBB Yogyakarta ) dan kecamatan Mlati ( KP. PBB Sleman ) Data yang digunakan untuk penelitian adalah berupa data spasial antara lain : citra QUICKBIRD 2003, peta kelerengan dan peta jarak ke jalan utama dan data non spasial yang berupa data transaksi tanah. Hasil interpretasi dari citra QUICKBIRD dipakai untuk membuat peta penggunaan lahan . Peta penggunaan lahan dioverlay dengan nilai tanah/m2 menjadi peta nilai tanah/m2 per penggunaan lahan. Peta ZNT wilayah perbatasan dibuat dari hasil overlay : peta nilai tanah/ m2 per penggunaaan lahan, peta kelerengan dan peta jarak ke jalan utama. Analisis data menggunakan uji short untuk menentukan besarnya ketelitian hasil klasifikasi dan analisis assesment sales ratio untuk menguji besarnya NJOP Hasil penelitian menunjukkan prosentase ketelitian hasil klasifikasi secara keseluruhan adalah 91,14 % dan kesalahan komisi rata-rata kurang dari 20%, sedangkan ketelitian peta sebesar 85 % pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil tersebut menunjukkan secara keseluruhan hasil interpretasi jenis penggunaan lahan cukup memadai sesuai dengan yang disyaratkan . Berdasarkan analisis assesment sales ratio , rata – rata ketetapan NJOP tahun 2005 untuk KP. PBB Yogyakarta adalah sebesar 86,4% , sehingga dapat dikatakan bahwa hampir mendekati nilai pasar saat penelitian. Sedangkan rata-rata ketetapan NJOP tahun 2005 untuk KP. PBB Sleman adalah sebesar 57,9 % , sehingga dapat dikatakan lebih rendah dari nilai pasar saat penelitian dan dapat disimpulkan bahwa secara selektif terdapat potensi peningkatan NJOP agar rasio terhadap nilai pasar berada pada level yang dikehendaki.

The base of Land and Building Tax (PBB) task is tax object sale value (NJOP), while NJOP is determined based on the existing land value zone map (ZNT). The local law and building Service Office (KP. PBB) have been determining NJOP based on local ZNT village maps. This has resulted in different NJOP for objects located in border areas between two KP. PBB, and also conflict about the PBB debt tax. The alternative way to overcome the different NJOP determinations in that area is developing a special ZNT map especially made in area surrounding border region between two KP. PBB. The purpose of research is to deliniate border area between two KP. PBB ZNT map of 2005, which one of the components is to use the data extraction from QUICKBIRD image. The research area is the border region between Tegalrejo subdistrict ( KP. PBB Yogyakarta ) and Mlati subdistrict ( KP. PBB Sleman ) This research used spatial data, they are : QUICKBIRD 2003 image, slope map and distance map, and non spatial data as such land transaction records. The result of QUICKBIRD image classification is used to develop a land use map. The ZNT map of border area was developed by overlaying process involving land use map, land value map, slope map, and distance object to main road map. The data analysis used “short” test to obtain the classification accuracy, and assessment sales ratio analysis to predict the NJOP. This research found that the overall classification accuracy was 91,14% and the average commission was less than 20%. The mapping accuracy was 85% in the 95% confidence level this means the classification result was met the requirement. Based on the assessment sales ratio analysis, the average NJOP 2005 for KP. PBB Yogyakarta was 86,4%, which was approached the market value at the time when research was conducted. Even, average NJOP 2005 for KP. PBB Sleman was 57,9%, that was less than the market value. This can be concluded that the NJOP are potensially increasing so that the ratio of market value met the expected level.

Kata Kunci : Citra Quickbird,Peta Zone Nilai Tanah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.