Model perencanaan pengembangan sistem distribusi berdasar konfigurasi dan konstruksi jaringan menggunakan algoritma genetik
ASTUTI, Budi, Dr.Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA
2005 | Tesis | S2 Teknik ElektroSalah satu cara untuk jaminan ketersediaan dan keandalan penyaluran tenaga listrik oleh pertambahan beban adalah dengan rekonfigurasi dan rekonstruksi pada jaringan yang telah ada agar diperoleh rugi-rugi daya minimal. Dengan sampel jaringan Gardu Induk Kentungan untuk 5 tahun ke depan dikembangkan model perencanaan pengembangan jaringan. yang memungkinkan perubahan status ABSW, pemasangan saklar sambung baru, dan penarikan penghantar ekspres. Kendala yang harus diperhatikan adalah penurunan tegangan pada batasan rating yang diijinkan, kapasitas arus maksimal pada penghantar 300 Ampere, kondisi jaringan harus berbentuk radial, dan biaya minimal. Karena banyaknya variabel yang harus diselesaikan maka evaluasi untuk minimisasi rugi-rugi jaringan berdasar pada analisis Algoritma Genetik, menggunakan Matlab 6,5. Sedangkan untuk analisis aliran beban digunakan program ETAP Power Station 4.0. Dari beberapa model yang dibuat akan terpilih kandidat jaringan transisi berdasarkan pada evaluasi biaya investasi yang minimal. GI Kentungan membentuk dua blok jaringan, yaitu Blok I terdiri dari KTN 4, 5, dan 6; Blok II terdiri dari KTN 1, 7, 8, dan 10 sedang KTN 2, 3, dan 9 adalah jaringan radial murni. Dengan sedikit penyesuaian jaringan untuk Algoritma Genetik, maka hasil analisis menunjukkan ABSW yang dibuka pada Blok I agar rugi-rugi minimal adalah seksi Patran, TVRI-2, SMA-4 dan AMP. Nilai rugi-rugi minimal berdasar Analisis Algoritma Genetik berturut-turut untuk tahun 2005, 2006, 2007 dan 2008 adalah :71,2 kW ; 87,4 kW; 108,9 kW dan 119,00 kW. Dibandingkan dengan analisis ETAP sebesar: 70,92 kW ; 86,85 kW; 108,58 kW dan 119,6 kW. Pada tahun 2005 prakiraan arus melampaui 300 Ampere pada KTN 8 maka dilakukan rekonstruksi dengan 2 model kandidat jaringan transisi, dan pada tahun 2008 dikembangkan lagi menjadi 4 rekonstruksi jaringan pada KTN10. Pada tahun 2009 ada 8 kandidat jaringan transisi karena arus di KTN7. Dengan rekonstruksi ini serta topologi jaringan yang ada, pembukaan ABSW tertentu letaknya dan analisis Algoritma Genetik tidak perlu dilakukan. Terpilih kandidat jaringan transisi nomor 1 karena mempunyai biaya investasi terkecil sebesar Rp. 23.376.802.990,00.
In order to keep the costumer satisfaction and service reliability a method namely network reconfiguration and reconstruction will be used. This method will reconfigurate network distribution by changing switch status for loss minimization and generate construction plan network if operational constraint are violated. Furthermore, this method can handles five years load increase and generates a good network expansion plans for the excisting network model, namely, Kentungan Substation with several constraints such as radial network, voltage and current. For solving the network configuration a Genetic Algorithm was used because too many variables and the load flow analysis was solved by the use of ETAP Power Station. The new candidates of transition networks choosed by total cost evaluation. There are two networks supplied by Kentungan Substation. By genetic algorithm, it is shown that the opened switch for minimum losses for Patran, TVRI-2, SMA-4, and AMP are 71.2 kW in 2005, 87.4 kW in 2006, 108.9 kW in 2007 and 119,00 kW. This result were validated by ETAP Power Station 4,0 as 70,92 kW in 2005, 86,85 kW in 2006, 108,58 kW in 2007 and 119,60 kW in 2008 For the current compensation in the next five years, the second network must be developed by 8 candidates of transition networks. It is proposed to choose the candidate number 1 for minimum cost of investation Rp. 23.376.802.990,00
Kata Kunci : Jaringan Listrik,Penyaluran,Rekonfigurasi dan Rekonstruksi, genetic algorithm, reconfiguration, generate construction