Laporkan Masalah

Sistem jaringan air bersih dalam penataan permukiman :: Studi kasus Kawasan Semanu Kabupaten Gunungkidul

WIRAWAN, Andreas Budi, Ir. M. Santosa, MS

2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)

Kawasan Semanu merupakan daerah yang kekurangan air namun memiliki potensi berupa sumber air yang berasal dari Sub Sistem Seropan dengan kapasitas sumber air yang dimiliki 950 lt/det, sehingga diperlukan perencanaan dalam pemanfaatan sumber air agar bisa optimal untuk digunakan dalam pemenuhan kebutuhan permukiman. Kondisi Kawasan Semanu dalam pemanfaatan sumber air Sub Sistem Seropan menggunakan enam (6) mesin pompa dengan total kapasitas produksi terpasang 205 lt/det dan kapasitas real produksi sebesar 200 lt/det. Dan memiliki sistem jaringan air bersih perpipaan yang kurang tertata karena kondisi medan yang berkontur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptiti kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan menyusun arahan rancangan penataan permukiman di Kawasan Semanu terhadap Sistem Pelayanan Air Bersih Perpipaan. Dalam melakukan penelitian, dilakukan analisa objek amatan yang dibagi dalam empat spot wilayah dengan pertimbangan pembagiannya berupa jalan, permukiman dan sistem jaringan air bersih. Temuan dan pembahasan dari analisis membagi ke dalam empat pokok bahasan yaitu tata guna lahan, pelayanan air bersih perpipaan, pola permukiman dan keterkaitan antara permukiman dan sistem pelayanan jaringan air bersih perpipaan dengan menggunakan teori land use, organisasi ruang, Sistem Penyediaan Air Bersih Perpipaan dan housing layout. Temuan dari penelitian menyimpulkan tentang kecenderungan sistem jaringan air bersih dalam penataan permukiman di Kawasan Semanu. Dalam pelayanan dan distribusi jaringan air bersih perpipaan masih kurang dan mengalami beberapa kendala, tingkat kehilangan air yang masih tinggi, jaringan air bersih perpipaan yang belum tertata, dan kurangnya kontrol, pemeliharaan dalam pelaksanaan di lapangan. Dan untuk pola permukiman di Kawasan Semanu secara keseluruhan berkelompok (cluster) yang bentukan ruang permukiman yang terbentuk secara organis, serta belum adanya blok plan dalam perencanaan dan pengembangan Sistem Pelayanan Air Bersih Perpipaan terhadap permukiman yang ada. Arahan desain (guideline) berdasarkan temuan dan pembahasan yang dilakukan mencakup beberapa hal yaitu arahan sistem jaringan air bersih dalam penataan permukiman, arahan sistem pelayaanan air bersih perpipaan dan arahan pemanfaatan lahan di Kawasan Semanu

Semanu Region is a minus-water area but having a potential water resource which mainly sourced from Seropan Sub System with the water capacity of 950 lit/sec. It certainly needs a plan in optimizing the settlement’s utility. The water utility in Seropan Sub System is using 6 (six) water pump with the total set production capacity of 205 lit/sec and the real production capacity of 200 lit/sec. It simply has a less arranged piping network system for the fresh water, since the area is contoured. This aim of the research is to arrange the direction of settlement setting for the piping of the Fresh Water Service System. In conducting research, the object observation analysis was employed by grouping the region into four spots based on the considerations of road, settlement, and fresh water network system. Findings and discussions can be divided into four sections, there are land setting and usage, fresh water service network system, settlement’s pattern and fresh water service network system of piping that refer to the theories of land use, space organization, Fresh Water Service System of Piping and housing layout. The result shows the inclination of fresh water network system in setting the settlement of Semanu Region. The fresh water network service and distribution of piping are still under expectation. There are also some constraints of high loss water, less arranged of the fresh water network of piping, and less control as well as maintenance in execution. The settlement’s is pattern in Semanu Region is entirely in cluster which shape of organically, there is not any plan block in planning and development of The Fresh Water Service System of Piping on the existing settlement. The guidelines design that based on the findings and discussions include some cases i.e. direction of fresh water network system in settlement’s setting, direction of fresh water service system and direction of land use in Semanu Region.

Kata Kunci : Permukiman,Jaringan Air Bersih, Land Setting and Usage, Fresh Water Service System of Piping, Settlement Setting in Semanu Region


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.