Identifikasi faktor-faktor penentu tata vegetasi untuk ruang terbuka hijau :: Studi kasus Alun-alun Merdeka Kota Malang
NDOEN, Alfred, Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)Pada dasarnya kota berkembang bersamaan dengan berkembangnya tuntutan masyarakat sebagai pelaku kegiatan, berarti secara fisik maupun fungsional, intensitas kegiatan kota akan selalu berubah. Sebagai pelaku kegiatan, manusia saling berinteraksi dalam menjalani kehidupannya. Penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan pusat perkotaan sangat sulit seperti ruang terbuka hijau alun-alun Merdeka kota Malang yang difungsikan sebagai taman kota dan ruang umum untuk aktivitas masyarakat setiap harinya, ruang yang ada kemungkinan tidak dapat memenuhi kebutuhan penggunanya sehingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi orang-orang yang menggunakannya. Oleh karena itu untuk menemukan hal-hal yang dibutuhkan pengguna perlu diupayakan selalu pengkajian kemungkinan tuntutan kebutuhan dalam penyediaan ruang yang mampu memberikan kepuasan bagi penggunanya. Hal ini dapat dilihat dari aktivitasaktivitas pengguna ruang terbuka hijau semakin lama semakin berkembang. Dari latar belakang permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai perilaku dalam lingkungan fisiknya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pengambil keputusan atau pengelola dalam mengembangkan tata vegetasi di kawasan pusat perkotaan dengan kasus tata vegetasi di ruang terbuka hijau alun-alun Merdeka kota Malang. Landasan teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori tata lansekap yang elemennya didominasi oleh tanaman yakni, aspek teknikal, arsitektural dan citra ( Robinette, 1992) dan teori hubungan manusia dengan seting fisiknya (Weisman, 1981) serta teori mengenai hubungan antara kebutuhan manusia dan perilaku (Haryadi, 2001) yang timbul dari kegiatan yang dilakukan oleh pengguna ruang terbuka hijau. Metode yang digunakan adalah metoda rasionalistik yang berdasarkan teori-teori tersebut di atas. Penelitian dengan mengamati perubahan pemanfaatan ruang terbuka hijau selama 18 jam, waktu penelitian dilakukan pada hari biasa, hari libur minggu dan hari libur nasio nal. Analisis data dilakukan dengan penge lompokan dan pengkategorisasian waktu pemanfaatan ruang, penggunaan ruang terbuka hijau, kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan serta mengidentifikasikan elemen-elemen ruang, tata vegetasi yang ada dan perilaku yang merupakan interaksi antara kebutuhan dan seting fisik. Hasil dari penelitian ini secara garis besar adalah fungsi ruang terbuka hijau sebagai taman kota dan ruang umum sehingga membutuhkan pengembangan tata vegetasi untuk kebutuhan penggunanya serta menge nai kelompok pengguna ruang terbuka hijau antara lain, pengguna yang sekadar lewat, pengguna dengan tujuan konsumtif, pengguna ingin memperoleh keuntungan dan pengguna dengan kepentingan relaksasi. Kebutuhan pengguna tersebut antara lain, keamanan, kenyamanan, sosialisasi dan relaksasi. Faktor- faktor penentu tata vegetasi antara lain, faktor fisik yaitu ruang, fungsi dan elemen fisik serta adanya faktor non fisik dan hal-hal yang perlu ditinjau sebagai arahan desain berdasarkan faktor-faktor yang didapatkan.
Basically, city grows along with the expanding demand of people as an activity doer. It means the intensity of city activity itself will always change both physically and functionally. As an activity doer, man interacts with each other to go through their live. The providng of green open space in center of city is hardly to be realized such as green open space of Merdeka square in Malang that functions as a city park and public space for daily social activities which has a tendency that it cannot meet the demand of its users and result in discomfort for those who use it. Therefore a continuous review on the demand of space availability that satisfies the users is considered important in order to find out things needed by them. It is obvious that the activity on green open space is more and more increased. Based on the background, a research on the behavior in physical environment was carried out. The aims was to formulate a directive that can be used as a reference for the decision maker or the organizer to develop vegetation system in navel city area in which using the case of vegetation system in green open space of Merdeka square in Malang. The basic theory used as reference in this research was the theory of landscape structure with elements dominated by plants namely technical aspect, architectural and image (Robinette, 1992), theory on human relation with physical setting (Weisman, 1981) and theory on the relation of human needs and behavior (Haryadi, 2001) emerges from the activities performed by the user of green open space. Rationalistic method was used according to the mentioned above theories. This research was carried out by observing the change of green open space usage for 18 hours while research time was on weekdays, Sunday, and official holiday. Data analysis was conducted by grouping and categorizing the time of space usage, the usage of green open space, the need and activity to be performed, and identified the space elements, available vegetation system, and behavior that constitutes an interaction between the need and physical setting. A broad outline of the result showed that the function of green open space is for city park and public space therefore it needs vegetation system development for the need of user. The user group of green open space are passer-by, those with consumptive purpose, those with profit purpose and those with relaxation purpose. The user needs are safety, comfortability, socialization and relaxation. The determining factors of vegetation system are physical factor namely space, function and physical element; and there was non physical factor and things need to be observed as a design guideline according to the factors obtained.
Kata Kunci : Ruang Terbuka,Tata Hijau,Arsitektur Lingkungan