Studi tatanan ruang pada rumah-rumah di tepi sungai Kapuas :: Studi kasus Kampung Beting Pontianak
WULANDARI, Louise, Ir. Ikaputra, M.Eng.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPermukiman tepi Sungai Kapuas berkembang pesat seiring dengan peran Sungai Kapuas sebagai jalur pelayaran dan perdagangan ke pelosok kota-kota di Kalimantan Barat. Kampung Beting sebagai salah satu permukiman tepi Sungai Kapuas berkembang pesat pada masa Kerajaan Pontianak berdiri dan menjadi bagian dari Kraton Kadriyah. Pada masa sekarang Kampung Beting tetap menjadi bagian dari permukiman tepi Sungai Kapuas yang eksis dan menjadi bagian dari sejarah berdirinya Kota Pontianak. Rumah-rumah di Kampung Beting mempunyai karakteristik tersendiri mengingat posisinya yang berada di atas air dan masyarakatnya yang hidup tidak terlepas dari sungai ataupun parit-parit yang melewati rumah-rumah mereka. Bagaimanakah tatanan ruang pada rumah-rumah masyarakat Kampung Beting menjadi pertanyaan penelitian yang akan dibuktikan dalam penelitian. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi dan analisis ruang-ruang pada rumah-rumah di Kampung Beting baik itu secara fisik terukur maupun yang tidak terukur. Ruang-ruang dalam rumah dilihat penggunaan dan prioritas dalam pemanfaatannya yang pada akhirnya dianalisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi terbentuknya ruang-ruang tersebut. Keberadaan ruang-ruang tersebut dicoba untuk dikaitkan terhadap keberadaan sungai yang ada di sekitar rumah mereka. Tatanan ruang pada rumah-rumah di permukiman Kampung Beting sedikit banyak terpengaruh oleh keberadaan sungai di sekitarnya khususnya pada fisik rumah-rumahnya serta akses menuju rumah-rumah. Keberadaan ruang-ruang yang luas (ruang tamu, ruang tidur, dan dapur) di dalam rumah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang tingkat sosialisasinya cukup tinggi. Gertak dan pelataran sebagai ruang terbuka publik menjadi ciri khas permukiman dengan orientasi tetap pada hubungan kebersamaan dalam penggunaan dan pemanfaatannya.
Kampung Beting as one of the Kapuas riverside settlements is a part of Keraton Kadriyah. The first kingdom in West Kalimantan. This settlement was growing on at the Pontianak Kingdom’s era. Nowadays Kampung Beting still become a Kapuas riverside settlement which is exist and become a part of Pontianak City establishment. The houses in Kampung Beting have their own characteristics. The up side water position, and unseparate life of the society with the river and water which through their houses are the reasons why these settlement become special. How is the rooms arrangement of Kampung Beting houses become a question that will be proved in this research. Research was done by some rooms observation and analysis to the houses in Kampung Beting. The use and priority of the rooms had been analyzed by the former background factors. The rooms existence tried to relate with the river around their houses. Rooms arrangement of the houses influence by the existence of the Kapuas river around them especially the phisically factors and the accessibility. The most important rooms in the house like Guestroom, Bedroom, and Kitchen are reflecting the high social life system. In this settlement that rooms become the first priority rooms therefore we can find it in every house. Gertak and Pelataran as opened public fasilities become the special characteristics of this settlement. The used of these facilities base on the relationship with others as the orientation.
Kata Kunci : Permukiman,Tepian Sungai,Tata Ruang