Laporkan Masalah

Evaluasi kualitas air hasil Prokasih Sungai Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2000-2004 dan upaya pengelolaan lingkungannya

BUDIMAN, Abdul Hamid, Prof.Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc

2006 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan Lingkunga

Kondisi Sungai Tenggarong yang berwarna keruh dan banyaknya sampah yang hanyut, membuat instansi Bapedalda Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Sungai Tenggarong, melalui program program kali bersih (prokasih), selama program ini dilaksanakan belum pernah dilakukan evaluasi terhadap kualitas air sungai Tenggarong secara terpadu dan menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui parameter fisika, kimia dan biologi yang tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 untuk klasifikasi mutu air kelas satu, kemudian mencari sumber yang mengakibatkan kualitas air tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 dan upaya pengelolaan terhadap DAS Tenggarong. Hasil penelitian terhadap kualitas air Sungai Tenggarong menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan antara lain COD, fe, TSS, DO, BOD, Amoniak, Mn, Total Fosfat dan pH. Kondisi Sungai Tenggarong sudah tercemar berat oleh erosi, pembuangan limbah domestik dan pencucian lahan gambut. Kerusakan lingkungan DAS Tenggarong oleh erosi, limbah domestik dan pencucian lahan gambut, mengakibatkan penurunan kualitas air Sungai Tenggarong sehingga perlu di lakukan pengelolaan DAS berupa konservasi tanah dan air DAS Tenggarong, melalui reboisasi terhadap lahan – lahan yang tidak produktif serta penanganan terhadap pembuangan limbah domestik warga Tenggarong dengan pembuatan instalasi pembuangan limbah komunal dan penanganan terhadap lahan gambut dengan pembuatan kanal untuk mengatur drainase lahan gambut

The condition of Tenggarong river that has muddy color and drifted trash has prompted the Bapeldalda of Kutai Kartanegara Regency to implement an environment pollution and destruction control over the Tenggarong river through the Clean River Program (Prokasih). During the implementation, an integrated and comprehensive program has not been done to evaluate the water quality of Tenggarong river. This research aims at studying the physical, chemical and biological parameters that are not well-suited to the 2001 Government Regulation No. 82 to determine the first class water quality, and then finding out the sources that make the water quality not well-suited to the 2001 Government Regulation No. 82 and making efforts of organizing the Tenggarong watershed. The results of the study on the water quality of Tenggarong river show that the parameters that are not well-suited to the environment quality standards include, among others, COD, Fe, TSS, DO, BOD, Ammoniac, Mn, Total Phosphate and pH. Tenggarong river has been heavily polluted by erosion, domestic waste disposal and peat land washing. The environment destruction of Tenggarong watershed by erosion, domestic waste disposal and peat land washing has resulted in the decrease of water quality of Tenggarong river and thus, the watershed management, taking form of land and water conservation of Tenggarong watershed, shall be conducted through the reforestation of unproductive land and the management of domestic waste disposal of Tenggarong community by establishing a communal waste disposal agency and the management of peat land by making channels to organize the peat land drainage.

Kata Kunci : Pengelolaan Lingkungan,Prokasih,Kualitas Air, water quality, prokasih, erosion, domestic waste, peat land, watershed management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.