Pengelolaan daerah kepesisiran untuk pengembangan pariwisata berdasarkan daya dukung lingkungan di Pulau Giliketapang Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur
COKROWATI, Nunik, Dr. Sunarto, MS
2006 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPulau kecil dan daerah kepesisiran apabila dikelola dengan baik memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk. Pulau Giliketapang terletak di Selat Madura atau 7 km ke arah utara dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Panjang pulau 1.994 meter dan lebar 465 meter dengan luas 61 ha. Pulau Giliketapang potensial untuk pariwisata, namun belum dimanfaatkan dan dikelola optimal. Sumberdaya yang dimanfaatkan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan maka akan terjadi kerusakan, sehingga perlu dikaji daya dukung lingkungan sebagai informasi pengembangan pariwisata. Penelitian menggunakan metode survei dengan batasan daerah kepesisiran. Daerah penelitian beriklim tropis, curah hujan tahunan 1159,87 mm dan hari hujan tahunan 62 hari. Tanah bertekstur pasir dan berwarna kuning. Tipe pasang surut campuran cenderung ganda, kecepatan arus 0,215 m/detik sampai 0,325 m/detik, kecerahan 5 sampai 6 meter, suhu 26,1°C sampai 32,5°C, pH 7, salinitas 30 ppt dan oksigen terlarut 4,51 mg/l sampai 6,4 mg/l. Vegetasi meliputi Banten, Waru, Ketapang, Kluwih, Lamtoro, Kelapa, Pepaya, Pisang, dan Rumput Teki. Terdapat beberapa vertebtara, avertebtara, mamalia, dan ikan. Jumlah penduduk 7.227 orang bermatapencaharian pokok nelayan dan pendidikan rendah. Objek dan daya tarik wisata yaitu pantai berpasir putih, terumbu karang, goa, petilasan,dan perkampungan nelayan. Daya dukung fisik 122.000 orang per hari atau 43.920.000 orang per tahun. Daya dukung ekologis area 50,88 ha dengan wisatawan 2.397 orang per hari atau 863.207 orang per tahun. Daya dukung psikologis untuk aktivitas duduk santai 1m2, berenang 30 m2, jalan-jalan 17 m2 dan melihat goa 1 m2. Dapat disimpulkan bahwa jumlah wisatawan dan aktivitasnya belum melampaui daya dukung lingkungan dan belum menimbulkan gangguan lingkungan. Small Island Ecotourism merupakan pola pariwisata yang tepat untuk dikembangkan.
Small island and coastal area will have economical benefit if it is managed. Giliketapang Island is located in Madura Strait, 7 km in north side of Tanjung Tembaga Harbour, Probolinggo. It is 1994 meter in long and 465 meter in wide with 61 ha areas. Giliketapang Island has a good tourism potential, but it hasn’t exploited and optimally managed yet. The resource which is used without notification in environmental carrying capacity, is going to be damage. Environmental carrying capacity analysis is needed as an information of tourism development. This research is using survey method with coastal area as a framework. The research area has a tropical climate with 1159.87 mm/year of rainfall and 62 day of annual rainy day. It has yellow sandy texture soil. This area is on mixed tide prevailing semi diurnal with 0.215-0.325 m/s of current velocity; 5-6 meter of visibility; 26.1-32.5 ºC of temperature; 30 ppm of salinity; and 4.51-6.4 mg/l of dissolved oxygen. The vegetation formation is consists of hibiscus, cattapa, artocarpus, coconut, papaya, banana, and grass. There are a few kind of vertebrae, avertebrae, mammal, and fish. The number of people is 7,227 who have a basic employment as a fisherman with a low education. The tourism objects are white sandy beach, coral reef, cave, a trace, and fisherman’s village. Its physical carrying capacity is 122,000 people per day or 43,920,000 people per year. Its ecological carrying capacity for 50.88 ha area is 2,397 people per day or 863,207 people per year. Its psychological carrying capacity is 1m2 for sitting activity, 30 m2 for swimming, 17 m2 for walking and 1 m2 for cave seeing. It can be concluded that the number of tourist and his activity, hasn’t exceeded the environmental carrying capacity. It also hasn’t made environmental disturbance. Small Island Ecotourism is a suitable tourism pattern to be developed.
Kata Kunci : Lingkungan,Pengelolaan Pesisir,Pengembangan Pariwisata,coastal area, tourism, environmental carrying capacity, management