Manajemen bencana alam dan pengaruhnya terhadap ketahanan ekonomi :: Studi di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
MARGONO, Drs. Kasto, MA
2005 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPembangunan yang dilakukan pemerintah pusat dan propinsi serta kabupaten maupun pembangunan oleh masyarakat tidak jarang hasil pembangunannya rusak oleh bencana alam yang terjadi di lokasi pembangunan. Negara harus melakukan tindakan tertentu agar tidak terjadi kerugian yang berulang dilokasi yang sama maupun daerah lainnya di seluruh Indonesia. Manajemen bencana alam adalah suatu proses dinamis, berlanjut dan terpadu untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis bencana serta pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekontruksi. Manajemen Bencana Alam dilakukan dengan tahapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Pra bencana merupakan kegiatan yang harus menjadi tanggung pemerintah dan dibantu oleh masyarakat sekitarnya. Ketahanan ekonomi adalah kondisi dimana suatu wilayah yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat yang mempunyai anggaran belanja mampu mendukung seluruh pembiayaan kegiatan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan Pada penelitian ini dapat diketahui proses penanganan bencana alam.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan ke Pemda Kabupaten Sleman Propinsi DIY dalam rangka optimalisasi manajemen bencana alam. Kerusakan yang bernilai ekonomi di masyarakat dan pemerintah dapat diminimalisir. Penelitian ini dapat mengukur pengaruh dari peristiwa bencana alam terhadap kerugian ekonomi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu unsur dalam mengukur ketahanan ekonomi. Secara umum Manajemen Bencana Alam di Kabupaten Sleman Propinsi DIY belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat, tetapi sekitar 60 % dari unsur masyarakat dan aparat pemerintah Kabupaten Sleman Propinsi DIY, sehingga untuk meningkatkan hal tersebut perlu dioptimalkan melalui Perda maupun Undang- Undang yang berkaitan dengan Manajemen Bencana Alam. Sebelum dilengkapi peta kawasan rawan bencana jumlah kerugian semakin bertambah setiap terjadi bencana. Setelah komponen pra bencana diinventarisasi dan peta tersebut dilengkapi serta berangsur-angsur dilaksanakan jumlah kerugian material mengalami penurunan yang cukup besar yaitu dari Rp 580.680.000.- menjadi Rp. 11.000.000,-. Penanganan Manajemen Bencana Alam terutama tahap pra bencana dan komponen yang lain secara efektif akan mampu mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian yang bernilai ekonomi yang sangat besar,sehingga kemampuan dan ketahanan ekonomi wilayah dapat dipertahankan agar ketahanan wilayah tetap terjaga untuk menopang ketahanan nasional.
The results of development that are done by central, province,and regency government or by society are not seldom damaged and broken by the world disaster that happened in the location of development. So what, there is definited action to avoid another disaster in the same location or the other ones. The Management disaster is the dynamical, continued, and united process to increase the qualities of the stages that relate to the observation and analisis of the disaster. It also includes prevention, mitigation, readiness, emergency handling, rehabilitation, and reconstruction, it will be done by three stages: stage of the predisaster, at the time of it, and pasca-disaster. The pre-disaster, activity that must become the government responsibility and helped by the surroundings society. Economic resilience is condition where the area that contain government and society elements has the fixed expence, it is able to support all of the economical acti In this research, it can be known that a process to damage the world disaster. It hope to give inputs to government of Sleman Regency of DIY Province.In optimum of world disaster management this research can measure the influences of world disaster to the economical unadvantages of society and government of Sleman Regency. It is also one of elements in measuring the economics resilience. Generally management of disaster in Sleman Regency of DIY Province has not given the awareness to the society, but also 60% of society element and government apparatus do it.So that, it is necessary optimalized by using the rule of area or†Undang-Undang†that relates to the management of it. Before the map of sensitive area of disaster was made completely, amount of unadvantages would become more and more at the time of disaster happened. After the component of pre-disaster is invented and the map is completed and done continually, amount of material unadvantages has a decrease that is big enough, from Rp.580.680.000,-to Rp. 11.000.000,- Handling of world disaster in the stage of pre-disaster, and another component effectively is able to decrease the amount of victims and unadvantages in economis so much. So that, ability and district economic resilience can be endure in order that district defence and preserve to support the National Resilience
Kata Kunci : Ketahanan Ekonomi,Manajemen Bencana Alam,Economic resilience, Management disaster