Kinerja Guru Bantu di Kabupaten Bangli, Bali
MUNTHE, Hotnauli, Prof.Dr. Tadjuddin Noer Effendi
2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Program Pembangunan khususnya di Bidang Pendidikan yang dilaksanakan selama kurun waktu 60 Tahun kemerdekaan, belum membawa probahan ke arah hasil yang diinginkan. Pembangunan Pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas merupakan sisi yang berseberangan dengan upaya pemerataan kesempatan belajar dilihat dari segi kemampuan pendanaan. Program Pengadaan Guru Bantu adalah buah dari keputusan yang mengutamakan pemerataan kesempatan belajar. Guru Bantu dengan status sebagai guru kontrak pemerintah pusat, dipekerjakan dengan profesi sebagai guru yang oleh masyarakat umum masih dipandang sebagai profesi yang patut dihormati, digugu dan ditiru, diberikan gaji sebesar Rp. 448.000,- setelah dipotong pajak dengan kewajiban yang sama dengan guru PNS, bagaimana kinerja mereka ?. Dengan teori motivasi pada umumnya sepakat bahwa kinerja akan baik setelah terpenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang paling mendasar bagi masing-masing orang. Secara universal, kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik. Setelah kebutuhan fisik dipenuhi, disusul kebutuhan lain sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lainlain kondisi sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja guru bantu di Kabupaten Bangli dan kondisi-kondisi sosial ekonomi yang mempengaruhinya. Kinerja guru bantu berupa kepatuhan pemenuhan administrasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran yang diukur dengan adanya bukti fisik berupa Program Semester dan SAP (Satuan Acara Pembelajaran), Tingkat pelaksanaan proses tatap muka di kelas, Nilai masing-masing siswa setiap pembelajaran per pokok bahasan. Guru bantu pada jenjang TK, SD, SMP dan SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang menjadi responden diminta menunjukkan bukti fisik yang dimiliki dan menjawab daftar pertanyaan yang disediakan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, tesis ini menemukan bahwa tingkat kinerja Guru Bantu dalam pemenuhan administrasi persiapan masih jauh dari harapan, tingkat kehadiran didepan kelas dengan kualifikasi baik dan kepatuhan dalam pemenuhan administrasi evaluasi pembelajaran juga masih jauh dari harapan kecuali pada TK dimana ketiga komponen tersebut telah dilaksanakan dengan baik. Kondisi-kondisi Sosial Ekonomi yang menjadi penghambat kinerja guru bantu di Kabupaten Bangli adalah kondisi Upah/Gaji yang sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari, peningkatan karier yang tidak jelas, kurangnya sarana dan prasarana, sedangkan yang menjadi pendorong adalah adanya pengawasan secara langsung dan terus menerus, masih adanya harapan akan diangkat untuk menjadi guru PNS, kebijakan kepala sekolah yang dianggap adil, jarak tempat tinggal yang dekat dengan sekolah tempat tugas.
The development program especially in education sectors have been doing for 60 years since our independent day, has not brought the result yet. The Improvement of Education development is contrast with learning opportunity when we see from the Government Budget. The improvement of Guru Bantu is such decision to generalize learning opportunity. The status of Guru Bantu is as a central government contract teacher, are employed as the same as the real teacher and they got salary Rp. 448.000 a month. How about their performance ? According to the motivation theory the performance of teachers will be better if they can fulfill their basic need. Universally, they need their physical need. After fulfilling it than followed by other need based on social & economic condition etc. The objective of this research is to know the performance of Guru Bantu in Bangli Regency and social economic condition that influence the Guru Bantu performance such as teachers administration, the class action and evaluation of teaching learning process. The Guru Bantu for the government and private school star5t from kindergarten, to senior High School/Vocational High School show their administration and answer all the question given. By using analysis and descriptive qualitative, This thesis finds that the performance of Guru Bantu is far away from what we expected, the presence of the teacher in the class is good and the administration and evaluation are not good except for the kindergarten. The social economic condition become the obstacle for them because the salary is lower than the daily need expenses, lack of facilities, they still expect to become the government teacher, the policy of the principle wich assumed is fair, the residence distance is near from school.
Kata Kunci : Guru Bantu,Kinerja, Guru Bantu, Motivation, Performance