Diversifikasi petani ke sektor nelayan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul
MUADZAN, Harto, Prof.Dr. Tadjuddin Noer Effendi
2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Pembukaan Pantai Baron dan disusul dibukanya beberapa pantai di wilayah Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul menjadi faktor daya tarik bagi masyarakat di Desa Kemadang, untuk kemudian menekuni profesi sebagai nelayan. Hasil pertanian yang kurang menguntungkan, dan di sisi lain tersedianya potensi kelautan yang melimpah, menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menjadi nelayan. Berbagai kendala memang dihadapi oleh masyarakat untuk memasuki sektor nelayan, karena karakteristik yang berbeda antara sektor pertanian dengan sektor nelayan. Sektor nelayan memerlukan keterampilan maupun modal yang berbeda dengan sektor pertanian. Dengan adanya pekerjaan di sektor nelayan ini, memberikan peluang bagi masyarakat di Desa Kemadang untuk melakukan diversifikasi pekerjaan. Perpindahan pekerjaan penduduk ini, tentunya membawa konsekuensi perubahan pada berbagai aspek kehidupan ekonomi nelayan. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat dampak dari peralihan profesi tersebut terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi sasaran yang dijadikan kajian dalam studi ini adalah masyarakat nelayan Pantai Baron, Pantai Sepanjang, dan Pantai Kukup di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peralihan profesi masyarakat dari petani menjadi nelayan, telah membawa dampak bagi perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat di Desa Kemadang maupun peningkatan pendidikan dan kesehatan, ini jauh lebih meningkat dibandingkan ketika profesi masyarakat masih bertani. Sedangkan terkait dengan perubahan pola-pola hubungan sosial ekonomi nelayan, menunjukkan bahwa seiring dengan berkembangnya kehidupan nelayan, membawa dampak pada berkembangnya kehidupan sosial yang bersifat dinamis. Beberapa institusi sosial cukup berkembang baik, seperti munculnya kelompok kesenian campursari, kelompok arisan, kelompok pengajian, kelompok profesi nelayan, kelompok pedagang dan pengolah ikan, di samping juga ada kelompok-kelompok ekonomi seperti koperasi, Lembaga Ekonomi Pengembangan Mikro Mitra Mina (LPEM3), Lembaga Ekonomi Mikro Badri Manunggal, serta kelompok Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), kelompok Simpan Pinjam Bantuan Dusun (SP-Bandus), dan Kelompok Masyarakat Inpres Desa Tertinggal (Pokmas IDT).
Baron beach opening and followed by some beaches opening in Kemadang Tanjungsari of Gunungkidul regency become a power of attraction factor for societies in Kemadang village to do diversification from farming sector to fisherman sector. The unsuccessfull harvest, but in the other hand the abundant of marine potential supports people to be fisherman. The different characteristics between agriculture sector and marine sector, become obstacles that have to be faced by people who want to work in marine sector as a fisherman. Marine sector needs different skill and financial to agriculture sector. Working in marine sector gives opportunities to societies in Kemadang village to do diversification. Actually, job changed from agriculture to be fisherman, has changed in fisherman economic living aspect. This observation purposes to know the advantages of profession changing toward societies social econo mic living. This observation uses qualitative observe method. The objective areas that will be researched in this study are fisherman and societies of Baron beach, Sepanjang beach, and Kukup beach in Kemadang Tanjungsari of Gunungkidul regency, Special Region of Yogyakarta. The result of this observation shows that societies profession changing from farmer becomes fisherman, has advantages for increasing of societies economic living, as well as education and public health. In the other hand, the changing of the system of fisherman social economic relation, developes in social living dynamically. Many social institution grow well, like art of campursari creation, arisan, pengajian, fisherman profession group, fishes seller and processor. Then in economis sector, many economic enterprice, Lembaga Ekonomi Pengembangan Mikro Mitra Mina (LPEM3), Lembaga Ekonomi Mitra Badri Manunggal, and group of Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), group of Simpan Pinjam Bantuan Dusun (SP-BANDUS), and Kelompok Masyarakat Inpres Desa Tertinggal (POKMAS IDT).
Kata Kunci : Kesejahteraan Masyarakat, Diversifikasi Petani, Nelayan, Diversification, Farmer, Fisherman