Laporkan Masalah

Intervensi Program Iuran Pengelolaan Irigasi (IPAIR) terhadap keberadaan Subak di Kecamatan Susut Kabupaten Bangli

SUTARI, Anak Agung Bintang Ari, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana intervensi Program Iuran Pengelolaan Irigasi (IPAIR) terhadap keberadaan Subak di Kecamatan Susut Kabupaten Bangli yang berorientasi pada makna pemberdayaan. Program ini merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya dan diperbaharui sejak Tahun 2000 dan diperkenalkan kepada Subak di Kecamatan Susut Kabupaten Bangli (Tim Pokja IPAIR Prop. Bali, 2000). Penelitian dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi Pustaka. Studi lapangan dilaksanakan dengan mengambil data primer melalui observasi langsung dan wawancara dengan masyarakat Subak, Unsur Birokrasi terkait yaitu Dinas Pendapatan, dinas Pekerjaan Umum, serta tokoh masyarakat di Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Subak sudah mengakses tentang iuran irigasi yang dilaksanakan secara sederhana, praktis dan rutin. Sedangkan Program IPAIR dengan mekanisme dan prosedur yang ditentukan oleh Pemerintah tidak dapat dilaksanakan di Subak di Kecamatan Susut dengan banyak pertimbangan diantaranya, Keberadaan Subak sebagai organisasi petani dengan kemampuan mengelola pertanian secara sederhana sudah mampu mengelola iuran irigasi secara mandiri. Program IPAIR yang notabene merupakan Program Pemberdayaan justru menimbulkan kerancuan di masyarakat Subak karena proses yang ditentukan dinilai sangat panjang. Harapan masyarakat yang tergabung dalam Subak adalah iuran irigasi tetap dilaksanakan Subak sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam awig-awig Subak namun peranan Pemerintah sebagai fasilitator, mediator dapat berfungsi membantu masyarakat dalam pembenahan sarana irigasi yang cukup parah. Sehingga Kebijakan Pemerintah dalam Program IPAIR yang diterapkan pada Subak di Kecamatan Susut perlu pengkajian lebih lanjut.

This research held to find out how far The Management Irigation Contribution (MIC) Programme intervence Subak society in Susut District The Regency of Bangli ,that concentrate in it’s empowerment meaning. This Programme is a completion of the previous programme and renovated since the year of 2000 and have been introduced to Subak society in Susut District The Regency of Bangli (Tim Pokja IPAIR Prop. Bali, 2000). This research has been done in direct study and literature study. The direct study was done by taking the prime datas through direct observation and interview the Subak society; the connected bureaucracies namely The Income Department, The General Workship Department; and also public figures in Susut District, The Regency of Bangli. The result shows that Subak have accessed about the irrigation contribution which have been done simply, practically, and regularly. Whereas this MIC programme whom mechanisms and procedures have been determined by the Government, couldn’t be done in Subak at Susut District because of some consideration such as; Subak as a farmer organization with an ability to manage agriculture in simple manner have been able to manage their own irrigation contribution. The MIC programme which primary is an exertion programme accidentally makes confusion inside Subak society because of the determined process considered as a very long process. People who are united as Subak hope that the irrigation contribution still exist and held according to what the Subak Regulation decree. But The Government as facilitator and mediator could help people to repair and rearrange the irrigation facilities. So that the government capability in the MIC programme for Subak in Susut District can be studied more continued.

Kata Kunci : Manajemen Irigasi,Subak,Program IPAIR, Management Irrigation Contribution (MIC), Empowerment, Subak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.