Laporkan Masalah

Partisipasi pria dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi :: Studi kasus tentang peran pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul

SRIWARDANI, Ambar, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Program KB Nasional telah berhasil membangun dasar yang kuat dan menciptakan suasana yang kondusif, untuk pelaksanaan program lebih lanjut sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas. Meskipun demikian keberhasilan tersebut dapat lebih ditingkatkan apabila ditunjang oleh peran dan partisipasi pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi, terutama peran pria dalam penggunaan alat kontrasepsi. Partisipasi pria sangat diperlukan dalam pelaksanaan program KB dan KR karena pria merupakan partner dalam kegiatan reproduksi dan seksual pria juga bertanggung jawab secara sosial dan ekonomi terhadap keluarga, pria secara nyata terlibat dalam fertilitas, dalam pelaksanaan ber KB partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi sampai dengan saat ini masih rendah. Angka pencapaian peserta aktif KB pria di Kecamatan Tanjungsari sebesar 4.456 orang, terdiri dari peserta KB aktif wanita sebesar 4452 orang (99,91%),peserta KB pria sebesar 4 orang atau (0,09%) angka pencapaian ini semuanya untuk penggunaan alat kontrasepsi kondom. Sedangkan penggunaan cara KB vasektomi kontrasepsi mantap) ternyata di Kecamatan Tanjungsari belum ada pesertanya atau 0%. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul baik pencapaian peserta KB aktif pria maupun wanita, termasuk pencapaiannya per mix kontrasepsi dan per kecamatan, serta pencapaian berdasarkan pada tempat pelayanan pada tahun 2005, dari Kantor Cabang Dinas Kependudukan dan KB Kecamatan Tanjungsari, Bagian Pemerintah Desa Setda Kabupaten Gunungkidul, Kantor Statistik Kabupaten Gunungkidul serta dari basil wawancara dengan para pria/suami di Kecamatan Tanjungsari. Rendahnya partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi tidak terlepas dari beberapa faktor yang sangat mempengaruhi antara lain, faktor ekonomi; faktor sosial budaya dan dukungan keluarga rendahnya akses pelayanan KB pria baik informasi tempat pelayanan atau pilihan-pilihan mengenai alat kontrasepsi, juga faktor rendahnya pengetahuan pria tentang KB dan KR Untuk keberhasilan program tersebut sangat diperlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk partisipasi para pria/suami, dukungan tersebut diharapkan bukan hanya sekedar memberikan sikap setuju atau sekedar menerima gagasan saja, melainkan agar dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk penggunaan alat kontrasepsi pria. Hasil penelitian tentang partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, di Kabupaten Gunungkidul umumnya dan Kecamatan Tanjungsari khususnya pada kategori partisipasi yang rendah, karena itu penelitian ini penting dilakukan, agar bisa diketahui faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, sehingga bisa menjadi masukan, yang bermanfaat dalam Pemerintah Daerah mengambil kebijakan untuk meningkatkan pencapaian peserta KB pria.

The national family planning program has been success in building a strong basic and creating a good family, in order to conduct the next program as an effort to create qualified family. However this success can be increased if t is supported by man's participation in family planning and reproduction health, especially men's participation in using contraception. Men's participation is really needed in the family planning program and reproduction health, because men is a partner in the reproduction and sexual, men are also responsible in the social and economy to the family, men are involved indeed in the fertility, until now in the family planning men's participation in the use of contraception is still low. The total active member of family planning in the Tanjungsari is 4.456 people, consist of 4452 women (99, 91 %) and 4 men (0, 09%) this amount is just for men who use condom for their contraception. Meanwhile there is no man who chooses vasectomy as their family planning program or 0 %. The data in this research taken from the Department of Demography and Family planning in Gunung Kidul regency both men and women active member, including the total reach per mix contraception and per region, also the total reach based on the service place in the year 2005, from the Department of Demography branch and family plaiming in Tanjungsari, Gunungkidul, village governmental secretary Gununglddul regency. Statistic biro of Gunungkidul, also interview with married couples in the Tanjungsari District. The low participation of men in using contraception is influenced by many essential factors, such as economy, social culture, and the support from the family; the low access of men's family planning service both information and service places or choice of contraception, is the factor which causes the low of men's knowledge in Family Planmng and Reproduction health. In order to be success this program needs the support from the society, including husband's participation, those support are expected not only give an affirmative or accept the idea, but they can support it by using contraception. The research in the use of man's contraception, in the Gunungkidul regency general and specially in Tanjung sari district shows a result they are in the low category, because of that it is important to do this research, to know the factors that influence man in using contraception, so that it can become worthwhile input for official district to take policy improving attainment of man's participant in Family Planning.

Kata Kunci : Program KB,Kesehatan Reproduksi,Partisipasi Pria

  1. S2-PAS-2005-Ambar_Sriwardani-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Ambar_Sriwardani-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Ambar_Sriwardani-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Ambar_Sriwardani-Title.pdf