Laporkan Masalah

Pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui Pos Pelayanan Terpadu di Kecamatan Bangli

BUDHIARI, Ni Wayan, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Kabupaten Bangli merupakan salah satu Kabupaten di Daerah Bangli yang telah melaksanakan kegiatan Posyandu dengan jumlah Posyandu sebanyak 337 Posyandu dengan jumlah Kader 1635 sedangkan setiap Posyandu memiliki 5 Kader. Untuk Kecamatan Bangli memiliki sejumlah 68 Posyandu yang tersebar di tiga Kelurahan. Adapun jumlah anak Balita di Kecamatan Bangli pada akhir tahun 2004 sejumlah 2955 anak atau 14,5 % dari jumlah penduduk.Frekwensi jumlah pengunjung anak balita ke Posyandu selama tahun 2004 rata-rata 70,82 % dengan jumlah anak 2661 anak. Hal ini menyatakan bahwa ada sebagian ibu yang memiliki anak balita relatif teratur memanfaatkan Posyandu di Kecamatan Bangli. Fenomena lain yang terjadi masih ada kesenjangan antara pencapaian target tahun 2004 sebanyak 80 % dan tercapai hanya 70,82 % untuk Wilayah Kecamatan Bangli. Secara umum peran serta dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu di Kecamatan Bangli cukup tinggi meskipun terdapat persepsi yang berbeda-beda.Permasalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemanfaatan pelayanan Posyandu oleh ibu-ibu yang memiliki anak balita di Kecamatan Bangli ? dan Faktor apa yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan Posyandu oleh ibu-ibu yang memiliki balita di Kecamatan Bangli ? Dalam menjawab permasalahan diatas mengacu pada kerangka teori yang dikemukakan oleh Aday dan Andersen yang menggambarkan suatu konsekuensi determinan individu terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan keluarga, menyatakan bahwa hal ini tergantung pada : predisposisi keluarga untuk menggunakan jasa pelayanan kesehatan dan kebutuhan mereka terhadap jasa pelayanan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kulitatif. Lokasi penelitian di tiga Kelurahan yang mewilayahi 68 Posyandu di Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Adapun sebagai Objek Penelitian adalah 90 orang ibu yang mempunyai anak balita dan menggunakan jasa pelayanan Pos Pelayanan Terpadu. Pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa ibu-ibu masih memanfaatan Posyandu untuk memperoleh pelayanan kesehatan khususnya bagi balita karena pelayanan kesehatan yang mereka peroleh lengkap disediakannya pelayanan KB, pelayanan oleh para petugas yang cukup ramah, terampil, terlatih, adanya menyuluhan dana sehat simpan pinjam serta pendidikan prasekolah yang diberikan tiap kegiatan Posyandu dibuka. Faktor demografik, status sosial ekonomi merupakan salah satu alternatif bagi mereka untuk memanfaatkan Posyandu yang memberikan pelayanan secara gratis dengan pelayanan cukup memadai. Selain itu jarak rumah dengan tempat kegiatan Posyandu yang tidak terlalu jauh merupakan alternatif tersendiri bagi ibu-ibu untuk memanfaatkan pelayanan Posyandu.

Bangli Regency is one regiency in Bali that has carried out Posyandu activities with the number of 337 Posyandu and 1635 cadres. Whereas each of them has 5 cadres . While the district of Bangli has 68 Posyandu that scattered in three villges. The number of children the age of five in Bangli District was about 2955 at the end 2004 or 14,5 % from the population. The visiting freqenc is of those children to Posyandu during 2004 was about 70,82 % with 2661 children.It shows that there are lots of mothers who have children under five years old have visited Posyandu in Bangli District regulary.Other phenomenon that still happen is the differencies of the target in 2004 amount 80 % but only 70,82 % fulfilled for this area. Generally, the participation of Posyandu program in Bangli District is high enough although there still different perception. The problem of this research is that “ How does the use of Posyandu service for mothers who have children under the age of 5 in Bangli District ?” In answering the question above aim at the sketch of theory explained by Aclay and Anderson that shows something loke individual determinant consequences to the use of family health attendance, states that it depends on : predisposition of family to use public health service and their necessaries of the services. This research is descriptive research use qualitative approximation.The research takes place in three villages which locating 68 Posyandu in Bangli District Regency of Bangli. This research proviclea 90 mothers who have children under the age of five through interviews,question, observation, and documentations.The analysis uses descriptive analysis. The result shows that mothers still use posyandu to get the health service especially for chilgren under five years old because of the service provided completely whith the family plan service, the service is given by a friendly,skillful and trained nueses which also able in giving many information about healthiness, health fund, save and lead also preschool aducation that given in enery Posyandu activities. Demograph Factor,sosial economic status is one alternative fo r them to visit Posyandu which is near enough from their houses becomes the other alternative which gives free end satisfying services. Besides it the location of Posyandu which is near enough from their houses bcomes the other alternatve why mothers prefer to go to Posyandu.

Kata Kunci : Posyandu,Layanan Kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.