Laporkan Masalah

Strategi pengelolaan hutan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Ngawi pada era otonomi daerah

PUTRO, Wiyono T, Prof.Dr. Sunyoto Usman

2006 | Tesis | S2 Sosiologi

Penerapan otonomi daerah telah mendorong perubahan strategi pengelolaan hutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan arah dan dinamika perubahan strategi pengelolaan hutan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Ngawi pada era otonomi daerah. Harapannya dapat dirumuskan strategi pengelolaan hutan yang tepat untuk diterapkan pada era otonomi daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik berdasarkan data primer dan data sekunder yang diperoleh. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan para aktor kunci. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Mulai terjadi perubahan strategi pengelolaan hutan dari sentralisasi menuju desentralisasi; (2) Mulai terbuka ruang bagi para pihak untuk berpartisipasi dalam pembangunan kehutanan; (3) Orientasi pengelolaan hutan tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan finansial bagi perusahaan dan pemerintah melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan dan menjamin kelestarian ekosistem; (4) Sistem silvikultur yang diterapkan beragam, disesuaikan dengan karakteristik wilayah, kearifan lokal, dan kesepakatan para stakeholders di daerah; dan (5) Proses perubahan strategi pengelolaan hutan di daerah diwarnai dengan munculnya berbagai konflik kepentingan yang terjadi pada level kebijakan maupun operasional. Rekomendasi yang diberikan adalah sebagai berikut: (1) Diperlukan revisi kebijakan pengelolaan hutan; (2) Diperlukan penguatan kapasitas dan peningkatan peran para pihak dalam pengelolaan hutan; (3) Mengutamakan dialog dalam penyelsaian konflik kehutanan; (4) Sistem silvikultur antar daerah tidak harus seragam; (5) Strategi pengelolaan hutan di Kabupaten Ngawi dapat direplikasi di daerah lain.

The implementation of local autonomy has encouraged change in forest management strategy in Indonesia. This research aimed to study tendency of direction and dynamic of change in forest management strategy in Wonosobo Regency and Ngawi Regency at local autonomy era. The research is expected to be able to formulate appropriate forest management strategy to apply in local autonomy era. It used descriptive analytic method based on primary an secondary data obtained. Data collection was done with documentation, observation, and in depth interview with key actors. The result of the research indicated that (1) there have been change in forest management strategy from centralization to decentralization; (2) there was open space for stakeholders to participate in forest development; (3) forest management did not only oriented to improve financial outcome for enterprises and government but also to increase welfare of people around forest and secure ecosystem conservation; (4) silviculture applied varied, adjusted to area characteristic, local wisdom, and agreement of all stakeholders in the area; and (5) process of change in forest management strategy in some local were accompanied with some conflict of interest in policy and operational level. Some recommendation based on the result are (1) there should revision of forest management policy; (2) there should capacity and role improvement of all stakeholders in forest management; (3) dialogue should be prioritized in resolution of forestry conflict; (4) silviculture system among regions should not be same; and (5) forest management system in Ngawi district may be replicated in other area.

Kata Kunci : Pengelolaan Hutan, Otonomi Daerah, local autonomy, change, forest management strategy.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.