Laporkan Masalah

Efektivitas pemberian pengetahuan tentang menstruasi, relaksasi dan olahraga untuk mengurangi gejala sindrom pramenstruasi pada remaja

PRISTINELLA, Debri, Dr. Tina Afiatin, M.Si

2006 | Tesis | S2 Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas pemberian pengetahuan tentang menstruasi, relaksasi dan olahraga untuk mengurangi gejala sindrom pramenstruasi pada remaja. Subjek penelitian adalah 46 siswi kelas satu SMA yang mengalami Sindrom Pramenstruasi. Para subjek terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok pengetahuan yang memperoleh pemberian pengetahuan tentang menstruasi, kelompok pengetahuan dan relaksasi yang memperoleh pengetahuan yang disertai latihan relaksasi dan kelompok pengetahuan dan olah raga yang memperoleh pengetahuan disertai latihan senam aerobik. Latihan relaksasi dan senam diberikan sebanyak 6 sesi selama 3 minggu. Satu sesi membutuhkan waktu 30 menit. Desain penelitian ini adalah pretest - posttest control group design. Untuk menganalisis data penelitian, digunakan Analisis Varians Satu Arah dan Uji t Sampel Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. pemberian pengetahuan tentang menstruasi yang disertai latihan relaksasi dan latihan olahraga memiliki efektivitas yang relatif setara dalam mengurangi gejala Sindrom Pramenstruasi. Pemberian pengetahuan tanpa disertai latihan relaksasi dan olahraga kurang efektif untuk mengurangi gejala Sindrom Pramenstruasi pada remaja. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa berdasarkan 4 aspek yang ada pada angket Sindrom Pramenstruasi (yaitu aspek fisik, gangguan konsentrasi, perubahan perilaku dan perubahan mood), relaksasi lebih efektif untuk mengatasi gejala pada gangguan konsentrasi, sedangkan olahraga lebih efektif untuk mengatasi gejala pada perubahan mood.

The objective of this research was to study the effectiveness of Menstruation Knowledge Transfer, Relaxation and Exercise to treating the premenstrual syndrome in adolescent.. Subject in this experiment are 46 High School Woman Students which divided in three group treatment. First, menstruation knowledge transfer group. Second, menstruation knowledge transfer combining with relaxation. And third, menstruation knowledge transfer combining with exercise. Research was done in three week and relaxation and exercise done twice a week, 30 minutes every session. This was the pretest-posttest control group research design. One Way ANOVA and Paired Sample t-test were use for the data analysis. The result show that menstruation knowledge transfers is less effective to handle premenstrual syndrome. In the other side, the effectiveness of menstruation knowledge transfer combining with relaxation and exercise are relatively the same. Another result is relaxation is more effective in concentration problem, but exercise more effective to mood changes aspect.

Kata Kunci : Sindrom Pramenstruasi,Relaksasi, Menstruation, premenstrual syndrome, relaxation, exercise, adolescent


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.