Efektivitas terapi bermain terhadap penurunan gangguan stres pasca trauma pada anak
ARDINA, Mona, Dr. Tina Afiatin, M.Si
2006 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Terapan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain dalam menurunkan gangguan stres pasca trauma yang dialami anak-anak. Subjek penelitian adalah 26 anak yang memiliki karakteristik berikut: duduk di kelas III – IV SD, berusia antara 8 – 10 tahun, dan mengalami gangguan stres pasca trauma kategori sedang sampai sangat tinggi. Subjek penelitian diperoleh melalui skrining dengan menggunakan Skala Gangguan Stres Pasca Trauma. Subjek penelitian dibagi secara terpisah dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Kelompok eksperimen mendapat perlakuan berupa terapi bermain yang diberikan dalam 6 kali pertemuan, masing-masing pertemuan membutuhkan waktu ±120 menit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Gangguan Stres Pasca Trauma yang disusun oleh peneliti, observasi, dan wawancara. Skala Gangguan Stres Pasca Trauma juga digunakan untuk mengungkap perubahan yang terjadi setelah pemberian perlakuan dan diuji dengan menggunakan uji-t sampel berpasangan dan analisis varians within subject. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara skor gangguan stres pasca trauma pada saat posttest 1 dan posttest 2 dibandingkan dengan saat pretest (t 10,854 dan p < 0.05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan skor yang signifikan. Hasil analisis varian menunjukkan nilai ratio F interaksi waktu dan kelompok 12,183 dan p < 0.05. Ini berarti, perbedaan skor gangguan stres pasca trauma antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol signifikan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa terapi bermain efektif untuk menurunkan gangguan stres pasca trauma pada anak terbukti. Hasil analisis data individual menunjukkan bahwa beberapa orang subjek mengalami penurunan kategori gangguan stres pasca trauma dan peningkatan rasa percaya diri.
This research was aimed to investigate the effectiveness of play therapy in reduction post traumatic stress disorder of children experiencing earthquake. The subjects of this research were 26 children. The characteristics of the subjects were as follows : children of the age 8 – 10 years, and have moderate to severe post traumatic stress disorder. The subjects were separately assigned in : experimental group (n=13) and control group (n=13). The experimental group had been given 6 play therapy sessions during ±120 minutes for each. Data were collected by using interview, observation, and Post Traumatic Stress Disorder Scale. The Post Traumatic Stress Disorder Scale was used to reveal changes in post traumatic stress disorder degree after the treatment was given and was analyzed by using t-paired sample and Anova within subject technique. The result of the t-paired sample showed that the score of the firstly and the secondly of the post traumatic stress disorder posttest in the experimental group were significantly different with the score of the pretest (t 10,854 and p < 0,05). In the control group were not significantly different between pre and post test’s score. The result of the Anova within subject showed that F ratio Time interacted with Group 12,183 and p < 0,05. Therefore, there was significantly different between the experimental group and the control group’s score. Finally, the play therapy was an effective method in reducing the post traumatic stress disorder of children. In addition, based on individually data analyzed, showed that some subjects could decrease post traumatic stress disorder’s category and increase their self respect.
Kata Kunci : Gangguan Stress, Terapi Bermain, play therapy, post traumatic stress disorder.