Pengaruh pelatihan relaksasi religius untuk mengurangi gangguan insomnia
PURWANTO, Setiyo, Prof.Dr. M. Noor Rochman Hadjam, SU
2006 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)Tidur merupakan proses yang diperlukan oleh manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism), memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan biokimiawi tubuh. Kesulitan tidur atau insomnia adalah keluhan tentang kurangnya kualitas tidur yang disebabkan oleh satu dari; sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak. Akibat insomnia seseorang akan mengalami kelelahan, kurang gairah, dan kesulitan berkonsentrasi ketika beraktivitas. Relaksasi religius sebagai terapi perilaku yang melibatkan keyakinan, diuji dalam penelitian ini untuk melihat efektivitasnya dalam mengurangi gangguan insomnia yang dialami subjek. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 22 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok eksperimen berjumlah 12 dan kelompok kontrol berjumlah 10. Terapi dilakukan dalam 6 kali pertemuan dan selama mengikuti pelatihan subjek diperdengarkan kaset relaksasi religius sebagai latihan di rumah menjelang tidur. Data penelitian gain skor dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji dengan manggunakan analisis U Mann-whitney dan diperoleh skor 4.000 dengan taraf signifikansi p < 0.01. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya penurunan gangguan insomnia yang sangat signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil ini didukung dengan analisis grafik rerata skor keadaan tidur subjek yang menunjukkan perbaikan pola tidur selama subjek mengikuti pelatihan.
Sleep is a human need process for build a new cells of body, rebuild broken cells (natural healing mechanism), gives the time for our body to rest or to keep metabolism balancing. Insomnia or hard to sleep is condition when the quality of sleep is less. It’s caused of hard to sleep itself. Often wake up at the night and very difficult to sleep again, wake up to early in the morning or can not sleep well all the night. Effect of someone insomnia will experience of fatigue, spiritless, and difficulty of concentration when do activity. Religious Relaxation as behavioral therapy which entangle confidence, tested in this research to see the effectiveness of in decreasing insomnia. Subject in this research amount to 22 students University of Muhammadiyah Surakarta divided to become 2 group, experiment group amount to 12 and control groups amount to 10. Therapy conduct ed in 6 meeting and during following training subject be heard by cassette of religious relaxation as practice at home nearing sleep. Data research of gain score of experiment group and control group tested by U Mann-Whitney analysis and obtained score 4.000 with level of significance p < 0.001. This result indicate that the existence of degradation of insomnia before and after treatment. This result is supported with score average graph analysis situation of sleep of subject showing repair of pattern sleep during subject follow training.
Kata Kunci : Insomnia,Pelatihan Relaksasi Tidur,relaxation, religious, insomnia, sleep