Laporkan Masalah

Dinamika Badan Pengawasan Daerah :: STudi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Badan Pengawasan Daerah dalam melaksanakan pengawasan fungsional di Kabupaten Maluku Tenggara

FIDMATAN, Aziz, Drs. Josef Riwu Kaho, MPA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Berkaitan dengan kinerja Bawasda dalam melaksanakan dan fungsinya, maka masih terdapat masalah penyimpangan yang belum dapat ditindaklanjuti. Jenis penelitian yang dipergunakun adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu bertujuan untuk menggambarkan pada fakfor-faktor yang mempengaruhi kinerja Bawasda Kabupaten Maluku Tenggara. Seperti pada penelitian-penelitian kualitatif lainnya maka dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yang masih bersifat umum, yakni reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas Bawasda yang dinilai dari kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan program kerja pemeriksaan tahunan serta realisasi penerbitan laporan hasil pemeriksaan mengalami penurunan. Hal ini terutama dikarenakan perencanaan yang kurang matang, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta kurangnya jumlah sumber daya manusia dari segi kualitas maupun kuantitas. Kondisi ini diperburuk oleh keterbasan anggaran serta banyaknya tugas-tugas yang, harus dilaksanakun, baik rutin maupun khusus. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan anggaran serta banyaknya tugas-tugas yang harus dilaksanakan, baik rutin maupun khusus. Selain itu, kinerja Bawasda masih teta[ dipertahankan sebagai institusi yang sangat tertutup dan cenderung dipergunakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan politik para ejabat birokrasi di daerah. hal ini tercermin dari rendahnya transparansi Bawasda dalam menyampaikan hasil pemeriksaan. banyaknya penyimpangan yang terjadi, terutama dalam kasus proyek pengadaan barang, dikarenakan belum adanya sosialisasi Keppres Nomor 18 tahun 2000 menyebabkan sebagian besar pimpinan proyek belum memahami pelaksanaan atau implementasi Keppres nomor 18 tahun 2000 tentang petunjuk pengadaan barang jasa dilingkungan instansi pemerintah. Sampai dengnan akhir tahun 2004, jumlah kerugian negara/daerah yang disebabkan karena penyelewengan atau penyalahgunaan kewenangan sebesar Rp. 468.046.631,-, sementara dana negara/daerah yang berhasil diselamatkan sebesar Rp. 39.654.858,- dan sisanya merupakan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi yang masih diupayakan penagihannya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa rendahnya kinerja Bawasda kabupaten Maluku Tenggara dipengaruhi oleh faktor internal meliputi: jumlah kuantitas dan kualitas aparat, sarana dan prasarana, serta lingkungan kerja Bawasda; dan faktor eksternal, yaitu budaya politik yang terdiri dari kecenderungan patronage dan neo-patrimonialistic. Untuk meningkatkan kinerja Bawasda ke depan perlu diperhatikan faktor-fakior tersebut.

Related to performance of Bawasda (the Regional Supervision Body) in executing its duties and functions, there are still found problems of deviations having no followed-up yet. Sort of study used in the present descriptive study used a qualitative approach in purposing at depicting factors affecting the performance of Bawasda in the South Mollucas Regency. Such in other qualitative studies then the study uses steps general in nature, that is data reduction_ data display and taking conclusions and verifications. Results of the study show that productivity of Bawasda evaluated from compatibility of a planning and implementation of yearly examination on working program and realization of report issues of the examination outputs seems decrease. This mainly because of the less mature planning, the lack of appropriateness infrastructures, and the lack of human resources in amount both from quality and quantity, The condition even worse by the limited budget and amount of much duties must do, both routinely and specifically, In addition, the performance of Bawasda is still maintained as a very closed institution tending used to protect politic interests of bureaucracy officials in the region. This is mirrored by the low of transparency done by Bawasda in conveying the examination outputs. Number of deviation happened, mainly in a case of procurement project, is the results of lacking monitoring inherently and the lack of socialization of Presidential Decree No. 18 of 2000 made the most of project leaders do not understand yet of implementation of the Decree about manual of procurement in governmental instances circles. Up to and including the end of 2004, amount of losses for the state and region as the result of corruption and misused of the authority as big as Rp 468.046.631, while the state/regional band succeeding rescued as big as Rp 39.654.858,- and the rest constitute of the Treasury Claim and Compensation Claim still strived for their claims. Based on the explanation above it can be concluded that the low of performance Bawasda in the South Moluccas Regency is influenced by internal factors comprise: amount of apparatus quantity and quality, infrastructure and the working environment of Bawasda; and external factors such as, the political culture consisted of tendencies or patronage and neo-patrimonialistic. To improve the performance of Bawasda in the fame it is imperative that we must pay attention to those factors.

Kata Kunci : Kinerja Dinas Pengawas Daerah,Pengawasan Fungsional, Dynamics. Factors affecting the Performance, Results Obtained


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.