Laporkan Masalah

Strategi pemenangan partai politik :: STudi pada DPW Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Maluku Utara pada Pemilu Legislatif 2004

ADAM, M. Sarmin S, Amalinda Savirani, MA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Strategi pada prinsipnya merupakan komponen penting bagi seseorang atau sekelompok orang dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Dalam konteks ini, strategi politik bisa diartikan sebagai strategi yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan politik. Penelitian deskriptif eksploratif dengan teknik analisis data kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui strategi Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Maluku Utara pada pemilu legislatif tahun 2004. Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai baru yang belum memiliki basis massa yang kuat, pada pemilu legislatif 2004 di Provinsi Maluku Utara ternyata berhasil memperoleh suara yang cukup signifikan dan berhasil menduduki tempat ketiga setelah Partai Golkar dan PDI- Perjuangan. Strategi yang digunakan oleh partai ini ternyata mampu menarik simpati dan dukungan yang Iuas dari masyarakat. Strategi tersebut merupakan perpaduan dari konsep manajemen pemasaran dengan konsep-konsep politik yang disesuaikan dengan karakteristik, situasi dan kondisi masyarakat Maluku Utara, disamping itu tetap berpegang teguh pada ideologi Islam dan tipologi partai dakwah. Strategi yang digunakan oleh Partai Keadilan Sejahtera terdiri dari : tahap perencanaan yaitu segmentasi, targeting, dan positioning. Tahap implementasi program-program partai pada pemilu antara lain direct marketing, Iogika pilihan politik massa dan pengawasan pada pemilu. Strategi yang paling efektif dalam menjaring massa adalah Iogika ketokohan karena sesuai dengan kondisi Maluku Utara yang sangat kuat dengan budaya paternalistik. Strategi-strategi tersebut juga didukung oleh kader-kader partai yang terdiri dari anak-anak muda cerdas, terdidik dengan militansi yang tinggi terhadap kerja-kerja dakwah partai yang diyakini adalah jidah politik (jihad siyasi). Hasil pemilu menunjukan strategi yang digunakan Partai Keadilan berhasil meraih dukungan Iuas dari masyarakat, dan membuktikan kepada partai-partai Iain bahwa strategi yang terencana dan terarah merupakan indikator penting dalam sebuah pertarungan politik seperti pemilu. Hasil pemilu juga menunjukan faktor dominan kemenangan Partai Keadilan Sejahtera adalah karena faktor ketokohan dan faktor ideologi. Partai ini pada kenyataannya didukung oleh kaum muslimin dan ketokohan para Ustad dan Dai yang menjadi kader dan aktivis partai. Kedepannya, untuk memperkuat posisi partai ditengah masyarakat yang plural, maka Iangkah konkrit yang harus diambil adalah dengan menggeser secara bertahap loyalitas pada tokoh atau agama menjadi loyalitas pada partai. Pergeseran ini bertujuan untuk menumbuhkan loyalitas masyarakat pada partai dan bukan pada tokoh atau agama. Akhirnya, tantangan Partai Keadilan Sejahtera kedepan adalah mampu mewujudkan janji-janji politiknya selama masa kampanye. Pengingkaran terhadap jani-janji tersebut hanya akan mengulangi kekecewaan masyarakat yang mendukung Partai Keadilan Sejahtera.

Strategies, in principle, have turned out to be essential component for an individual or group of people in implementing stated objectives. In such a context, political strategy is presumably interpreted as a strategy exploited to implement political objectives. The present explorative-descriptive research with qualitative data analysis aimed to identify the strategies of the Parfai Keadi/an Sejahtera (Welfare Justice Party) in North Maluku during the 2004 legislative election. As a new party with less powerful mass basis, it successfully obtained quite significant votes and had third position in rank following the Pan‘ai Go/kar and the PDI-Perjuangan. Strategies this party exploited actually was able to attract enormous and wide public sympathy and supports. Such a strategy involved the combination of marketing management and political concepts in harmonious with the characteristics, situations, and condition of North Maluku constituents. Besides, Islamic ideology and its typology as dakwah party were persistently maintained. Strategies that the Parfai Keadi/an Sejahtera implemented comprised the stages of planning, i.e. segmentation, targeting and positioning; of implementation involving the party’s program, among others, direct marketing, selected political logics of constituents and supervision during ballot. The most effective strategy to collect constituents involved patronage logic appropriate with North Maluku condition with its strong paternalism culture. Such strategies were also supported the party’s cadres consisting of smart, educated young people with high militancy on party’s dakwah efforts that they believed, namely political jihad (jihad siyasi). Election results showed that the strategies which the Parfai Keadi/an Sejahtera exploited successfully obtained massive public support and for other parties, it showed that planned and oriented objectives became critical indicator during political competition, such election event. It was also indicated that the dominant factors of the Partai Keadi/an Sejahtera’s success concerned with factors of patronage and ideology. The party, in fact, has gained support from Moslem community and paternalism of Ustads and Das (Islamic teachers) as its cadres and activists. In the future, to strengthen the position of party among plural community, concrete actions should involve efforts of shifting loyalty on patron or religion into on party. Such a shifting aims to cultivate public loyalty on party, rather than on patron or religion. The Partai Keadi/an Sejahtera, ultimately, is challenged to be proficient in showing its political promises during its campaign period to come true. Failing to keep its promises will repeat constituents’ disappointments support the Parfai Keadi/an Sejahtera.

Kata Kunci : Pemilu 2004,Strategi Pemenangan,Partai Politik, strategy, political party, party’s typology, the Pan‘ai Keadi/an Sejahtera


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.